Love Triange

Love Triange
Eps.7



Suasana pagi hari di kediaman Bram sudah seperti biasannya . Lastri menyiapkan segala keperluan Bram . Setelah Bram siap berangkat ke kantor Lastri segera mencium tanggan suaminya tidak lupa Bram mencium kening Lastri.


Lastri yang melihat mobil yang membawa Bram pergi ke kantor sudah hilang dari pandangan matanya. Segera dia masuk ke dalam rumah melakukan pekerjaan yang biasa dia lakukan.


Sementara Bram sudah berada di depan kantor dia melihat banyak pelamar yang sedang berbaris untuk melamar. Bram berharap dia segera mendapatkan sekretaris yang terampil dan cekatan. Bram pun segera masuk ke dalam kantor untuk menuju ruangannya karena sudah banyak pekerjaan kantor yang menunggu untuk di selesaikan.


Setelah sampai di ruangannya dia segera melepaskan jasnya duduk di depan meja . Bram pun segera menelfon hrd untuk menyeleksi semuanya dengan baik dia juga bilang pada bagian hrd bahwa dia yang akan turun langsung untuk meninvertiuw kalo sudah di seleksi menjadi sepuluh orang. Setelah mengatakan semua itu Bram pun segera melanjutkan pekerjaannya.


Sementara hrd yang melihat pelamar yang melamar begitu banyak hanya bisa menghela nafas panjang. Bahwa ada begitu banyak pekerjaan yang harus dia lakukan.


Karyawan hrd menyuruh satpam yang sudah menata para pelamar untuk berbaris.Segera memerintah satpam untuk membawa para pelamar masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan.


Begitu pelamar masuk ke dalam sebuah ruangan karyawan hrd menyuruh semuannya untuk duduk. Dia pun menjelaskan test yang akan di lakukan. Banyak para pelamar yang seolah bermain mata dengan karyawan hrd tapi hrd hanya tersenyum saja. Karena standart untuk di terima di sini sangat ketat perusahaan ini menerima karyawan dengan seleksi yang ketat. Juga tidak menerima suapan apalagi rayuan agar bisa di terima.


Dia pun menyuruh pelamar untuk meninggalkan ruangan dan memberitahukan bahwa yang nanti akan lolos ke tahap selanjutnya akan di beritahukan lewat telefon.


Para pelamar segera meninggalkan ruangan tersebut untuk keluar dari perusahan begitu banyak pelamar yang ingin di terima apalagi dengan gaji yang tinggi.


Karyawan hrd pun segera menatap berkas lamaran yang begitu banyak dan soal tes . Dia pun mulai menghitung berkas lamaran yang masuk teryata hampir 200 pelamar padahal yang di butuhkan cuma satu orang.


Dia pun segera membawa berkas tersebut ke ruangannya dan mulai meyeleksi satu persatu. Karyawan hrd merasa ini adalah pekerjaan yang benar -benar menguras pikiran dia harus jeli menyeleksi calon pelamar mencari yang terbaik di antara yang terbaik.


Karyawan hrd pun tidak bisa sembarangan menyeleksi apalagi menerima karyawan sebagai sekretarisnya jangan sampai dia memasukkan kandidat yang tidak sesuai dengan kriteria bosnya bisa -bisa jabatannya yang jadi pertaruhan.


Jam makan siang tiba Bram segera keluar dari kantor untuk makan siang dia menuju restaurant tempat biasa dia makan. Setelah makanan datang Bram segera menyantap makanan. Dia pun melihat -lihat karyawan restaurant karena tempo hari dia melihat Sisil sebagai pelayan . Bagi Bram munking kebetulan mirip tidak munking dia Sisil karena Bram sudah mencari keberadaan Sisil tapi tidak menemukannya. Hingga dia menikahi Lastri istrinya.