Love Triange

Love Triange
eps.43



Bram pun tak melepaskan Sisil begitu saja melihat bahwa Sisil yang semula memberontak sekaran sudah tidak memberontak lagi Bram pun segera menghentikan aktifitasnya agar tidak sampai kelepasan. Dia tahu bahwa niat tadi salah tetapi melihat Sisil sudah mau menerimanya dia pun tidak tega untuk merusak Sisil .


Sisil pun juga tidak tahu bahwa ternyata tubuhnya merespon apa yang di lakukan Bram. Tetapi menyadari Bram menghentikan aktifitasnya Sisil pun merasa lega. Bahwa Bram tidak sampai mengambil hal yang paling berharga dalam dirinya.


Bram pun menyuruh Sisil untuk beristirahat di kamarnya. Sebenarnya Sisil protes ingin keluar tetapi melihat sorot mata Bram bahwa Bram tidak mengizinkan makanya Sisil pun tidak berani protes lagi. Sisil tidak ingin membuat Bram marah lagi karena dia tahu bagaimana lelaki itu kalo marah.


Sementara Bram segera ke kamar mandi dia pun mandi di bawah guyuran air shower yang dingin karena dia sengaja menyalakan air dingin .Agar hasrat yang tadi benar benar mempuncak segera hilang. Setelah hasrat sudah hilang Bram segera menyelesaikan mandinya dia pun segera keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melingkar di pingannya karena tadi dia lupa membawa pakaian ganti.


Terdengar pintu kamar mandi yang di buka Sisil pun memperhatikan sosok Bram yang keluar dari kamar mandi tetapi dia begitu terkejut melihat tubuh Bram yang atletis dia pun segera meutup matanya dengan kedua tangannya.


Bram yang melihat reaksi Sisil tersebut hanya tersenyum ternyata dia masih seperti dulu begitu pemalu. Bram yang tidak ingin mengoda Sisil malah nanti membuatnya marah segera dia mengambil pakaian di dalam lemarinya setelah selesai memakai pakaian.Dia pun menyuruh Sisil untuk membuka tangannya.


Mendengar suara Bram yang menyuruh membuka matanya segera Sisil melepaskan ke dua tangannya dia pun melihat Bram sudah memakai baju sweter dan celana panjang.


" Mas aku ingin tidur bisa aku kembali ke kamarku"


" Tidak kalo kamu ingin tidur kamu tidur di kamar ini "


" Sudah kamu jangan berfikir bisa kabur lagi dari hidupku kamu tidur du rangjang biar aku tidur di sofa"


Sisil yang malas berdebat dengan Bram segera dia membaringkan tubuhnya di rangjang dia pun mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. Tetapi sebelum tidur dia memperingatkan kepada Bram agar tidak macam macam.


" Mas tidak boleh macam - macam waktu aku tidur kalo mas lakukan maka aku akan menghilang dari hidup mas"


" Ya Sil mas janji sekaran kamu bisa tidur mas mau menikmati waktu dulu di balkon"


Sisil pun mulai memejamkan matanya tidak terasa lama dia pun terlelap dalam tidurnya.Sementara Bram menikmati waktunya di balkon setelah hampir satu jam dia pun segera kembali ternyata dia pun melihat Sisil yang tertidur pulas. Dia pun mendekat ke tempat tidur mencium kening Sisil.


" Maaf atas perbuatan aku tadi Sil tidak seharusnya aku berbuat seperti itu "


Bram pun segera mengambil bantal dan selimut untuk tidur di sofa. Dia pun mulai memejamkan matanya untuk beristirahat.


Sisil yang tadi tidur merasakan ada yang mencium keningnya dia pun terbangun tetapi dia tetap pura -pura tidur dia ingin melihat apakah Bram menepati janjinya atau melanggarnya. Ternyata justru Sisil mendapatkan kenyataan bahwa Bram meminta maaf padanya. Dia pun merasa terharu dengan apa yang di lakukan Bram bolehkah dia sedikit egois agar bahagia.