Love Triange

Love Triange
eps.42



Sisil pun masih terdiam tanpa berani menjawab peetanyaan .


Bram yang melihat Sisil terdiam dia pun memeluk tubuh Sisil dia pun melihat wajah Sisil yang penuh air mata Bram pun menghapus air mata Sisil dengan kedua tangannya. Bram yang melihat wajah Sisil dia pun melihat bibir Sisil yang jiwa kelakiannya ingin merasakan bibir itu kembali tanpa ragu Bram segera mendekatkan wahahnya dia pun meraih tengkuk Sisil dan Bram mencium Sisil merasakan bibir Sisil kembali setelah sekian lama.


Sisil yang merasakan bibirnya di cium dia pun hanya diam tanpa ingin membalasnya. Dia pun berusaha agar Bram berhenti menciumnya.


Bram pun memberikan ciuman seperti dulu dia pun segera melepaskan ciumannya kepada Sisil.Bram pun mengatakan sesuatu kepada Sisil.


" Rasa bibirmu masih seperti dulu begitu manis apakah kamu lupa pertama kali dulu aku mencium mu mengambil first kiss kamu dulu kita sama- sama cangung tetapi seiring berjalannya waktu setelah melakukan beberapa kali kamu juga memberikan balasan ciuman padaku ciuman yang tidak bisa di gantikan oleh orang lain".


" Mas apa yang kamu lakukan itu sudah masah lalu aku sudah lupa dengan semuanya"


" Klo kamu lupa maka aku akan mengingatnya kembali pada mu Sisil"


" Tidak kamu jangan berbuat seperti ini ingat ada istrimu mas"


Bram yang merasa tersingung egonya dia segera merapatkan tubuhnya ke Sisil menghempaskan tubuhnya ke ranjang tempat tidur apalagi tubuh Sisil yang tidak bisa mengimbangi tubuh Bram yang lebih besar dari tubuhnya Bram sudah tidak peduli walaupun Sisil akan membencinya dia harus bisa menjadikan Sisil miliknya.


Sisil yang merasakan tubuhnya di hempaskan ke dalam ranjang dia pun memberontak tidak ingin sampai Bram berbuat nekat apalagi melihat sorot mata Bram yang begitu tajam tetapi karena tubuh Bram yang lebih besar dia pun kesulitan untuk memberontak apalagi sekaran kedua tangannya sudah di pegang oleh kedua tangan Bram yang kokoh.


Bram pun yang sudah di kuasi oleh ke egoisan tanpa peduli hati Sisil pun diapun melanjutkan mencium bibir Sisil kembali tetapi ciuman sekaran berbeda dengan tadi ciuman Bram terasa menuntut dia pun mencium Sisil dengan rakus merasakan bibir Sisil yang masih menutup Bram pun mengingit kecil bibir tersebut hingga reflek bibir Sisil membuka.


Merasakan bibir Sisil membuka akibat ulahnya mengingit tadi Bram pun tidak menyiakan kesempatan dia pun segera ******* bibir tersebut memasukkan lidahnya ke dalam bibir Sisil dia pun tidak peduli dengan air mata Susil yang menetes kembali.


Bram yang merasakan candu pada bibir Sisil dia pun beralih pada leher jenjang Sisil apalagi sekaran keinginan dia untuk memiliki Sisil sangat besar .Dia pun mencium leher jenjang Sisil juga menyesap leher tersebut hingga menimbulkan sebuah tanda merah.


Sisil yang tidak ingin sampai Bram berbuat jauh dia pun terus berusaha agar lepas dari kunkungan Bram tetapi bukannya bisa lepas Bram justru sekaran telah mencium lehernya.


" Mas apa yang kamu lakukan kamu tidak boleh melakukan hal ini terlalu jauh ingat dosa mas" Sisil yang sudah lepas ciuman dari Bram berusaha berbicara agar Bram tidak melakukan hal lebih jauh lagi.