Love Triange

Love Triange
eps.33



Sampai di depan lobi Bram segera membukakan pintu mobilnya untuk Sisil menyuruhnya segera masuk ke dalam mobil.Sisil pun segera masuk ke dalam mobil duduk di samping kemudi karena Bram tadi membukakan pintu mobil bagian depan.


Bram pun segera berjalan masuk ke dalam mobil melajukan mobilnya membelah jalanan malam.Mereka berdua sama -sama terdiam sampai Sisil memberitahukan alamat tempat kontrakannya. Bram pun mengikuti arahan jalanan yang di tunjunkan Sisil.


Sesampainya di depan tempat kontrakan mobil pun berhenti .Sisil pun segera turun dari mobil Bram serta mengucapkan terima kasih kepada Bram karena telah repot mengantarkannya.


Bram pun hanya memandang Sisil yang masuk ke dalam tempat kontrakannya ada perasaan bersalah melihat Sisil menjalani hidup seperti ini andai kamu bersama ku tidak mungking menjalani hidup seperti ini. Kontrakan yang di tempati Sisil lebih besar dari kamar yang di milikinya.


Bram pun segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat kontrakan Sisil karena hari sudah semakin larut.Dia pun meneruskan perjalanan pulang ke rumahnya. Memasuki pintu gerbang penjaga segera membukakan pintu melihat mobil majikannya datang.


Bram pun segera masuk ke dalam rumah dia berjalan ke kamarnya segera membersihkan diri.Mendengar suara air Lastri pun segera bangun ternyata dia sudah ketiduran tadi. Dia pun segera mengambilkan baju untuk suaminya.


Bram yang sudah selesai mandi segera keluar dia pun sudah mendapati istrinya yang sudah bangun dengan membawakan pakaiannya. Lastri pun memakaikan pakaian ke tubuh suaminya.


"Mas maaf tadi aku ketiduran ,tidak tahu kalo kamu sudah pulang"


" Tidak apa - apa sayang"


" Mas istirahat aja"


Mereka berdua segera menuju tempat tidur untuk berbaring ,Lastri segera memeluk tubuh Bram sementara Bram mengelus rambut Lastri agar segera tertidur. Bram pun tidak bisa segera tidur dia memikirkan wanita lain padahal sekaran dia masih bersama istrinya. Apakah aku harus melakukan saran mama mencari wanita lain untuk bersama aku. Tapi bagaimana dengan perasaan istriku.


Bram pun mengingat bagaimana dia membawa Lastri menjadikannya istri. Wanita yang membuat dia bisa mengalihkan perasaan kecewanya kepada Sisil. Kini Lastri sudah menemaninya selama tujuh tahun lebih tetapi sejak kemunculan Sisil dalam hidupnya. Bram ingin bisa bersama Sisil apalagi mengetahui bagaimana kehidupan Sisil. Mungkin kalo Bram bisa bersama Sisil bisa memberikan sebuah anak.


Bram pun mulai bimbang di sisi lain dia ingin memiliki anak sudah lama dia mengharapakannya apalagi sekaran Sisil hadir seolah cinta pertama yang dulu lupa kini muncul kembali. Bram pun berfikir dari pada nanti mamanya nekat mencari wanita lain lebih baik dia menjadikan Sisil istrinya.


Bram pun mulai memikirkan cara agar Lastri bisa menerima kehadiran Sisil mungkin kalo mereka dekat Lastri bisa menerima Sisil menjadi madunya.


Bram pun tidak mungkin menceraikan Lastri yang selama ini sudah menemani hidupnya.


Tapi Bram lupa satu hal bahwa tidak ada satupun wanita yang rela berbagi suami dengan wanita lain. Mungkin sebagian laki -laki itu hal yang bisa di lakukan asal bisa memenuhi semua kebutuhannya tetapi laki -laki lupa satu hal menjaga hati supaya adil apalagi perasaan itu sangat sulit. Kalo sebuah materai pasti bisa adil tapi perasaan itu sangat sulit.


Bram pun akhirnya tertidur juga sambil memeluk istrinya yang sudah tertidur dia bertekad menjadikan Sisil bisa dekat dengan Lastri.