Love Triange

Love Triange
Eps.22



Di dalam kamar kontrakan Sisil segera merebahkan diri setelah tiba. Sekaran dia mulai menata hatinya ternyata Bram laki -laki yang pernah ada di hatinya yang sekaran sudah menjadi bosnya sudah bukan Bram yang dulu.


Bram yang dulu sangat mencintainya sekaran sudah mendapatkan cinta. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Bram karena dulu dia yang meninggalkan dia tanpa kabar. Sekaran sudah tujuh tahun tetapi dia tidak bisa menghilangkan Bram di hatinya Sisil tahu dia sudah punya istri harusnya perasaan ini dia hilangkan jauh -jauh.


Sisil pun menatap langit -langit kamarnya .Sisil berharap dia juga menemukan kebahagian sendiri tidak seharusnya dia hidup sendiri selama ini. Mulai besok dia harus mengubur masa lalunya menata hati untuk orang lain.


Tak terasa perut Sisil minta di isi dia pun segera mengambil mie instant memasak menu sederhana di saat dia harus berhemat dengan uang yang di punya apalagi dia mesti naik angkot pulang pergi ke kantor.


Mungkin setelah mendapat gaji dia akan menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli motor agar tidak perlu naik angkot lagi.


Tiba di rumah Bram mengandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah mereka segera naik ke kamar menganti pakaian . Mereka segera turun ke bawah untuk makan semua makanan sudah siap di meja makan. Setelah selesai makan Bram mendapatkan telfon dari maminya dia pun meninggalkan Lastri di meja makan.


Bram pun segera megangkat telfon dia pun berjalanmasuk ke ruang kerjanya karena Bram tidak mau Lastri mendengar ocehan maminya yang akan membuat istriya terluka.Apa yang selalu mami bicarakan pasti tetap sama walaupun begitu Bram tidak bisa memarahi maminya karena dia orang tua satu -satunya.


"Bram bagaimana apakah istrimu sudah hamil sampai kapan kamu akan mempertahankan istri yang tidak bisa memberikan keturunan"


" Mami sabar ya aku dan Lastri sudah menjalani program kehamilan"


" Sabar sampai kapan Bram sudah bertahun -tahun tetapi mana hasilnya"


"Tapi mam anak itu titipan dari Tuhan manusia hanya bisa berusaha"


" Bram klo sampai istri kamu tidak cepat hamil terpaksa mami akan pulang"


"Apa yang mami lakukan klo pulang"


" Mam mana mungkin aku melakukan hal itu bagaimana perasaannya"


" Sudah mami tidak mau bagaimana perasaan istrimu mami hanya ingin ada penerus di keluarga ini dan itu harus dari darah dagingmu"


" Sudah mam kita tidak usah bahas masalah ini ya ohnya Bram masih banyak kerjaan ,Bram tutup dulu telefonya"


Bram pun segera menutup telfon dari maminya ,dia harap maminya tidak akan menemuinya. Biarkan maminya di luar negri dari pada pulang menemuinya bakal membuat istrinya sedih.


Setelah selesai Bram pun mencari keberadaan istrinya dia pun pergi ke kamarnya melihat Lastri yang menatap balkon kamar dia pun memeluk istrinya dari belakang menyandarkan kepalanya pada pundak istrinya.Lastri yang tahu bahwa klo yang memeluk suaminya dia pun bertanya pada suaminya.


"Apakah itu tadi mami yang menelfon"


"Ya sayang hanya menanyakan kabar kita"


" Apa mami bertanya tentang aku akan hamil"


Bram pun hanya terdiam sesaat bingung mau mengatakannya malah akan menyakiti hati istrinya.


" sudah kamu tidak perlu memikirkannya sayang aku akan selalu bersama kamu"


Bram pun mengajak istrinya untuk tidur mereka berdua tidur bersama Lastri pun memejamkan matanya walaupun banyak hal yang dia fikirkan.Sementara Bram memandang Lastri yang sudah menutup matanya dia pun tidak mau mengangunnya dia tahu klo istrinya belum tidur pasti terfikirkan tentang apa yang dia bicarakan pada maminya.