
Sisil pun membukakan pintu apartemen dia mendapati sosok Bram di depan pintu apartemen.Dia pun merasa bahagia.
Mereka berdua masuk ke dalam apartemen.Sisil pun bergalut manja di tubuh Bram melingkarkan ke dua tangannya di leher Bram. Bram yang mendapatkan perlakuan seperti itu segera Bram mempertemukan bibirnya dengan bibir Sisil tidak dia sia siakan bibir yang menjadi candu.Setelah puas dia pun segera melepaskan ciumannya kepada Sisil.
"Mas duduk dulu biar aku siapin makanan siangnya"
"Ya beb mas tunguin masakan spesielnya"
"Tapi mas jangan kecewa jika nanti rasa masakan tidak begitu enak"
" Apapun yang kamu masak pasti enak apalagi buatnya dengan cinta"
Sisil pun meninggalkan Bram di ruang tengah.Dia pun segera menuju dapur mengolah bahan masakan yang kemarin sudah dia pelajarin dan pratekin.Dia pun segera mengiris bawang bombay dan bumbu lainnya. Menumisnya ke dalam minyak baru memasukkan irisan daging.
Setelah berkutat hampir satu jam akhirnya masakan Sisil pun matang.Dia pun segera memindahkan masakannya ke dalam piring menyiapkannya ke meja makan.Tidak lupa nasi putih.Sisil juga membuat jus jeruk untuk mendampingi makanannya.Dia pun segera menghampiri Bram yang sedang menonton televisi.
" Mas sudah matang masakannya ayo mas makan dulu"
" Ya beb ayo"
Mereka berdua berjalan menuju meja makan setelah duduk.Sisil segera mengambilkan makanan ke dalam piring Bram.
Bram pun segera makan masakan Sisil.Dia pun merasakan rasa masakan Sisil sangat jauh dari masakan istrinya Lastri.Ternyata masakan Lastri tidak ada duanya.Tetapi Bram tidak mungkin mengatakan sebenarnya.
" Bagaimana mas rasanya enak"
" Ya enak beb"Padahal sebenarnya masakan Sisil agak asin.Tetapi Bram pun menghargai usaha Sisil untuk memasak buat dirinya.Bram pun segera menghabiskan makanannya begitu pun Sisil.Sisil merasa masakannya lebih baik dari kemarin yang tidak bisa dimakan apalagi melihat Bram yang menghabiskan makanannya .Dia pun merasa senang ternyata masakannya di sukai suaminya.
Setelah selesai makan Sisil pun segera mengajak Bram untuk bersantai di ruang tengah mereka duduk di sofa sambil berdekatan.Bram pun segera merangkul pingang Sisil .Sisil pun bersandar di dada Bram yang berotot.Bram yang mendapatkan perlakuan manja dari Sisil dia pun tidak menyiakan kesempatan.
Bram segera memainkan rambut Sisil.Mereka berdua pun larut dalam kemesraan karena suasana yang begitu panas Bram pun segera mengendong Sisil menuju kamar yang ada di apartemen. Sisil pun melingkarkan tangannya ke leher Bram.Bram yang sudah di selubuti rasa gairah dia pun menuju kamar mandi dengan mengendong Sisil.
Bram pun menurunkan Sisil di bawah air shower .Dia pun segera menyalakan air shower sehingga kedua baju mereka basah.Bram pun dapat melihat bagaimana baju Sisil yang basah menyetak tubuhnya.Sisil yang melihat sorot mata Bram yang berhasrat.Dia pun tidak segang memeluk Bram.
Mereka berdua larut dalam hubungan suami istri di bawah air shower. Tetapi bagi Bram waktu bersama Sisil sangat berharga .Bram pun tidak satu kali melakukannya tetapi berulang kali.
Bram pun juga kembali mengajak Sisil melakukannya di dalam bathup sambil berendam.
Setelah selesai melakukan kegiatan panas mereka segera keluar untuk memakai baju. Sisil pun sudah tidak merasa malu bertelanjang tidak memakai baju di depan Bram.Berbeda dengan Lastri walaupun sudah lama menjadi istri Bram dia selalu malu jika mamakai baju di depan suaminya.Sisil selalu memakai handuk untuk menutupi tubuhnya.