
Satu...dua...tiga....
Sisil pun membuka matanya dia begitu terpana dengan taman belakang yang sudah di sulap dengan begitu indah dengan lampu -lampu yang menghiasinya.
" Bagaimana kamu suka dengan kejutannya"
" Suka sekali terima kasih mas telah mewujudkan impianku,aku tidak meyangka kamu masih ingat"
Bram pun segera berlutut di depan Sisil dia pun mengeluarkan kotak yang ada di saku celananya. Bram pun membuka kotak tersebut yang terdapat sebuah cincin melingkar dengan bertahtahkan berlian yang membentuk seperti bunga mawar.
" Maukah kamu menerimaku sebegai istriku , will you merid me?
Sisil pun merasa terharu dengan tindakan Bram dia tidak meyangka bahwa Bram mengajak untuk menikah tetapi dia juga sadar Bram sudah memiliki istri tidak munking dia menerima Bram. Sisil pun terdiam memandang wajah Bram yang mengisyaratkan banyak harapan kepadanya. Tetapi Sisil tidak berani menerima ajakan Bram untuk menikah dengannya.
Bram yang melihat Sisil terdiam dia pun tanpa menunggu persetujuan Sisil langsung memakaikan cincin ke dalam jari manis Sisil.Bram pun nampak tersenyum.
Sisil yang sadar Bram memakaikan cincin ke jari manisnya dia pun ingin segera melepaskannya tetapu Bram malah memegang Sisil mengandeng tangannya. Bram pun mengajak Sisil untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman tersebut.
Dia pun menghembuskan nafas panjangnya sebelum berbicara kepada Sisil.
" Sisil aku tahu kamu pasti sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan barusan. Tetapi Sisil kamu harus tahu bahwa cintaku kepadamu masih tetap sama seperti dulu walaupun sudah ada Lastri di sisiku. Semakin aku coba untuk melupakanmu semakin aku tidak bisa apalagi saat aku tahu kamu dekat dengan bawahanku Rangga semakin hati ini sakit tidak rela kamu di miliki oleh orang lain. Munking kamu mengangap mas egois ,mas akuin mas egois tetapi perasaanku pada mu dengan istriku Lastri memiliki tempat berbeda di hati mas. Sisil maukah kamu menerimaku mas mohon".
Sisil pun terdiam dulu sebelum menjawab semua perasaan Bram kepadanya andai Bram belum memiliki istri Sisil pasti tanpa ragu menerima Bram tetapi ini ada hati yang tidak ingin sakiti.
" Mas kamu benar benar egois mana munking kamu memintaku untuk menerimamu tetapi kamu masih punya istri,bagaimana dengan perasaan istri mas kalo sampai tahu suaminya mengajak wanita untuk menikah kembali. Apa mas tidak merasa telah menyakiti istri mas bagaimana perasaannya .Maaf mas aku tidak bisa menerima ini aku tidal ingin menyakiti hati wanita lain walaupun rasa yang dulu ada tetapi aku akan berusaha menghilangkannya"
" Sisil kamu tidak bisa seperti ini dulu kamu meninggalkan mas ,membuat mas kecewa tetapi sekaran tidak akan aku biarkan kamu meninggalkanku sekali lagi biarkan mas menjadi egois ."
Setelah mengatakan semua itu Bram pun mengengam tangan Sisil mengajak Sisil untuk ikut bersamanya.
Sisil pun berusaha melepaskan gengaman tangannya tetapi tidak bisa karena Bram mengengam dengan sangat erat. Terpaksa Sisil ikut Bram melangkahkan kakinya yang berjalan menuju kembali ke dalam rumah.
Bram pun tidak melepaskan gengaman tangannya dia sebenarnya tidak ingin memaksakan kehendaknya tetapi melihat Sisil tidak mau menerimanya terpaksa dia menjadi egois .Apalagi Bram tidak ingin Sisil pergi dari sisinya mungking dengan cara ini Sisil tidak akan bisa lari lagi.