
Jam makan siang hari ini Bram menyuruh office boy untuk membeli makanan di luar. Dia pun masih memeriksa beberapa laporan sambil menunggu office boy datang mengantar makanan.
Menunggu hampir tiga puluh menit office boy yang sudah membawa makanan segera menuju ruangan bosnya.
Tok...tok...tok.... terdengar suara pintu di ketuk . Bram pun mempersilahkan untuk masuk.
" Permisi pak ini makanannya taruh saja di meja depan sofa "
" Baik pak " setelah office boy berjalan menuju meja menaruhnya dia pun berpamitan pada bosnya untuk pergi.
Bram pun mempersilahkan untuk pergi setelah office boy keluar Bram segera bangkit dari kursinya. Dia pun segera menuju sofa untuk memakan makanan yang di pesannya. Setelah selesai makan dia pun melanjutkan pekerjaaannya.
Jam makan siang telah berakhir karyawan hrd pun menyuruh pelamar yang telah di seleksinya menjadi dua puluh orang untuk masuk ke dalam ruangan. Dia pun mulai meninterview langsung satu persatu hingga meyisahkan sepuluh orang yang lolos tahap selanjutnya.
Di antara sepuluh orang tersebut ada satu wanita yang terus berdoa agar bisa mengisi lowongan tersebut. Karena sejak kematian kedua orang tuannya dia telah mencari pekerjaan ke mana - mana tapi hanya bisa menjadi pelayan . Dia ingin agar ijasah yang sudah di dapatnya dengan susah payah kali ini akan berguna.
Karyawan hrd pun memberitahukan bahwa yang akan meninterview langsun adalah bos pemilik perusahaan ini jadi dia minta agar menjaga sikap apalagi bosnya sudah beristri.
Para pelamar pun berbisik bagaimana tampang dari pemilik perusahaan kalo sudah tua aku tidak bakal tertarik tapi kalo masih muda aku juga mau kalo menjadi selingkuhannya.
Wanita yang hanya ingin diterima bekerja di perusahaan ini tidah habis pikir dengan pembicaraan para pelamar lainnya untuk bersedia menjadi selingkuhan padahal tadi sudah di jelaskan bahwa pemilik perusahaan ini sudah memiliki istri.
Para pelamar yang menunggu untuk di interview kembali sudah mulai bosan menunggu. Bram yang berada di ruangan setelah selesai memeriksa laporan dia segera bangkit dari kursinya memakai jasnya berjalan keluar ruangan menuju lift khusus untuk turun ke lantai bawah.
Begitu sampai di lantai bawah karyawan yang berpasan padanya segera memberi sapaan. Bram pun segera menuju ruangan untuk menginterview langsung. Karyawan hrd yang melihat bosnya segera memberikan laporan biodata para pelamar. Dia pun dengan sigap menunggu perintah selanjutnya.
Bram pun menyuruh karyawan hrd untuk memanggil mereka satu persatu. Pelamar pertama yang di panggil dia pun dengan kepercayaan diri yang tinggi segera masuk ke dalam ruangan untuk interview. Bram pun yang melihat pelamar masuk yang sebelumnya nengetuk pintu terlebih dahulu.
Pelamar yang melihat pemilik perusahaan merasa terpesona apalagi dengan ketampanan yang di miliki Bram. Dalam hati dia berkata kalo seperti ini aku rela bila hanya menjadi selingkuhannya, untung tadi aku berdandan cantik dengan memakai rok yang di atas lutut jadi agak memperlihatkan kakinya yang mulus.
Bram pun yang melihat pelamar tersebut dengan rok yang di pakai di atas lutut membuat penilaian tersendiri . Dia pun menyuruh wanita tersebut untuk duduk.
" Nona anda bisa duduk"
"Baik pak "mendengar suara orang menyuruhnya duduk dia pun tersadar dari lamunannya dan segera duduk.
Bram pun mulai menanyakan pertanyaan secara profesional walaupun kesan pertama dia tidak suka dengan penampilan wanita tersebut baginya terlalu terbuka.
Setelah selesai menginterview dia pun menyuruh wanita tersebut untuk keluar. Begitu melihat pelamar sudah keluar karyawan berikutnya menyuruh pelamar selanjutnya untuk masuk.