Love Triange

Love Triange
Eps.18



Di dalam kamar tidur Bram sudah berbaring bersama dengan istrinya dia pun memeluk istrinya. Bram yang tidak bisa tidur memikirkan Sisil kenapa wanita tersebut berpura- pura tidak mengenalnya padahal cinta Bram begitu dalam kala itu apakah dia tidak ingin menjelaskan alasan kenapa dia meninggalkannya.


Bram pun tidak habis fikir dengan sikap Sisil wanita di dulu pernah di cintainya.Bram pun memeluk istrinya berusaha memejamkan mata agar bisa lekas tidur.


Di kamar kos Sisil yang selesai makan segera berapa dia menyiapkan baju untuk dipakai besok dalam rapat.Dia pun segera membaringkan tubuhnya di atas tempay tidur. Sisil pun berharap agar besok dalam bekerja lancar semua dia juga mesti bersandiwara di depan bosnya


Pagi hari yang cerah begitu mendengar suara alaram berbunyi Sisil segera bangun dia segera mencuci mukannya lalu pergi memasak karena mulai hari ini dia akan membawa bekal ke kantor agar pengeluaran bisa semakin hemat.


Setelah selesai memasak menyiapkan bekal Sisil segera bersiap -siap mandi. Setelah urusan semua beres Sisil segera memakai pakaian sarapan walaupun makanan yang di masak menu sederhana tetapi dia masih merasa bersyukur dengan apa yang di dapat hari ini.


Selesai sarapan menaruh bekalnya di dalam tas Sisil segera bersiap pergi ke kantor. Tiba di perusahaan Sisil berusaha menyapa karyawan yang bertemu dengannya dia pun segera berjalan ke dalam lift untuk karyawan setelah lift terbuka .Dia pun segera masuk ketika pintu lift mau tertutup kebetulan ada tangan yang menahannya. Ternyata tangan tersebut milik Rangga.


Rangga pun masuk ke dalam lift dia pun berjalan berdiri di samping Sisil.


Dia pun mulai berbicara pada Sisil.


" Kita ketemu lagi "


" Ya pak"


" Kamu jangan panggil pak panggil saja Rangga"


"Ya Rangga"


"Boleh Rangga"


Begitu sampai lantai tiga Rangga segera berpamitan keluar dari lift duluan. Sisil pun masih di dalam lift menuju ruangan tempat dia bekerja.


Sampai di lantai ruangannya Sisil segera keluar dari lift. Dia pun berjalan menuju mejanya ,Sisil pun segera menaruh tasnya segera mempersiapkan dokumen yang akan di pakai meting. Dia pun membawa dokumen tersebut ke ruangan meting jam masih menunjukkan angka delapan masih kurang satu jam lagi. Dia pun segera meninggalkan ruangan meting menuju mejanya kembali.


Di rumah Bram masih makan berdua bersama Lastri . Dia pun berpamitan pada Lastri untuk berangkat kerja melihat Lastri nampak mempesona pagi ini Bram pun melihat jamnya masih jam tujuh lewat tiga puluh waktu untuk meting masih belum jamnya.


Sebelum berangkat Bram pun berpamitan pada Lastri dia pun memberikan ciuman di bibir pada Lastri yang pada saat itu Bram membawa Lastri pergi ke kamar tamu di bawah karena masih banyak pembantu yang melakukan pekerjaan.


Bram pun semakin menekan ciumannya hingga mereka benar - benar larut .Lastri pun membalas ciuman dari suaminya . Setelah melihat istrinya mau kehabisan nafas baru Bram melepas ciuman tersebut.


" Mas kamu tidak berangkat kerja"


" Ya sayang hari ini juga ada meting ,tetapi hari ini kamu nampa mempesona"


" Sudah mas berangkat dulu biar nanti siang Lastri ke kantor mas"


" Baiklah sayang"


Bram pun keluar dari kamar tamu bersama Lastri .Lastri pun mengantar kepergian suaminya sampai memasuki mobilnya.