
Di dalam kantor Sisil yang bertugas mempersiapkan meting .Dia yang membawa dokumen segera menaruh dokumen yang asli di meja yang di duduki oleh bosnya. Sedangkan dokumen yang merupakan salinan dia taruh di atas meja karyawan lainnya. Dia juga memastikan proyektornya menyala .Sisil benar -benar memperhatikan semua agar nanti meting berjalan lancar .
Tak berapa lama para karyawan segera berjalan memasuki ruang meting mereka semua duduk di kursi masing -masing. Sisil masih berdiri di dekat kursi bosnya,menunggu kedatangan bosnya.
Di bawah loby nampak Bram sudah turun dari mobilnya dia pun segera berjalan menuju lift karena dia melihat jam untuk meting segera di mulai.
Walaupun Bram adalah pemilik perusahaan tetapi dia menjunjung tinggi disiplin tepat waktu. Agar para karyawan bisa disiplin.Makanya Bram tidak ingin sampai terlambat datang ke ruang meting sesuai jadwal yang dia buat.
Begitu pintu lift terbuka dia segera berjalan ke ruang meting.Dia pun segera membuka pintu ruangan nampak semua para karyawan manajer sudah duduk semua .Bram pun melihat jam di pergelangan tangannya ternyata menunjukkan pukul sembilan kurang lima menit.
Para karyawan menajer yang melihat bosnya sudah datang mereka semua berdiri membukukkan badan mengecupkan selamat pagi.Bram pun mengucapkan selamat pagi dia pun menyuruh semua karyawan untuk duduk. Tak kecuali sekretarisnya ,Bram pun mulai duduk memimpin meting mendengar masukan pendapat para karyawannya.
Hingga satu jam lamanya meting baru selesai Bram pun segera meninggalkan ruangan meting. Para karyawan yang melihat bos mereka keluar mereka semua ikut keluar dari ruangan meting.
Tapi Rangga belum masih berada di ruangan meting yang masih ada Sisil membereskan dokumen di meja bosnya .Rangga pun membantu Sisil .
Rangga pun tidak memaksa Sisil dia pun menanyakan apakah Sisil mau memberitahukan no nya. Sisil pun memberitahukan no nya . Setelah mendapat no Sisil Rangga pun berjalan bersama Sisil keluar ruangan kebetulan ruang meting sama dengan lantai ruangan Rangga jadi dia berpamitan pada Sisil ke ruangan terlebih dahuluu.
Sementara Sisil pergi ke ruangannya dengan menaiki lift .Dia merasa menjadikan Rangga temen adalah hal baik lagian dia menilai Rangga orangnya ramah.
Sedankang Rangga yang saat pertama kali melihat Sisil dia merasa hatinya tergerak untuk mendekatinya lagian dia merasa Sisil belum menikah walaupun Rangga dan Sisil memiliki umur yang hampir sama biarkan dia dan Sisil berteman untuk selanjutnya biarkan takdir yang menentukan.
Di ruangan Bram sudah melepaskan jasnya dia pun duduk di kursi meja kerjanya. Bram pun melihat ada pesan masuk di hpnya dia pun segera membuka pesan yang masuk ternyata istrinya mengatakan siang akan datang membawakan makanan untuk Bram.
Bram yang mendapat pesan dari istrinya dia pun tersenyum seolah dia mendapatkan energi baru. Bram pun segera membuka dokumen di mejanya memeriksa satu persatu dokumen tersebut.
Sisil yang keluar dari lift dia segera menuju ruangannya. Menaruh semua dokumen di atas mejanya. Dia pun segera duduk mengambil air minum yang tersedia di meja. Dia nampak begitu capek telah membawa dokumen tersebut.