
Jam makan siang telah tiba Bram pun keluar ruangan dia pun menemui sekretarisnya yang baru.
"Nanti setelah selesai jam istirahat kamu bawa laporan bulan kemarin dari departemen pemasaran ke ruangan saya"
" Baik pak"
Bram ingin tahu sejauh mana wanita yang menyakitinya bersandiwara.Bram pun berjalan menuju lift turun ke bawah untuk pergi ke restaurant.
Sisil pun segera beranjak dari kursinya dia pun pergi dari ruangannya untuk mencari makan. Sisil pun keluar dari kantor dia pun mencari pedagang makanan di pinggir kantor, karena dia tahu bahwa dia mesti berhemat agar uang gaji dari menjadi pelayan cukup sampai dia mendapatkan gajian.
Akhirnya dia memutuskan membeli nasi soto di pedagang keliling yang membawa gerobaknya.
" Mang nasi soto satu ma es teh "
" ya neng"
Tak menunggu lama satu porsi nasi soto ma segelas es sudah ada di hadapan Sisil . Dia pun mulai memakan makanannya setelah selesai makan dia pun segera membayar makanannya dan kembali ke dalam kantor.
Sisil pun segera kembali ke ruangannya dia juga harus mempersiapkan dokumen yang di minta bosnya. Dia pun mencari no dokumen pemasaran agar setelah waktu istirahat dia segera bisa mengambil dokumen tersebut.
Bram yang sudah selesai dari restaurant segera kembali ke kantornya. Dia pun segera menuju ruangannya dia berjalan ke kaca jendela yang menampilkan pemandangan gedung -gedung bertingkat. Bram yang merasa merindukan istrinya segera mengambil hp di saku celananya,dia pun menelfon istrinya tak berapa lama suara istrinya menjawab telefon Bram.
"Hallo mas ada apa"
" Tidak ada apa - apa hanya rindu mendengar suaramu"
" Nanti kamu ingin di bawakan apa"
" Mas cepat pulang saja Lastri udah sangat senang"
" Ya mas nanti cepat pulang"
" Ya hati -hati di jalan mas"
Bram pun segera menutup telfonnya dengan istrinya Lastri .Dia pun mulai duduk di kursinya mengerjakan pekerjaannya.
Sisil yang di ruangannya melihat jam istirahat makan siang sudah berakhir dia pun segera menelfon bagian departemen pemasaran. Setelah telfon tersambung dia segera menanyakan laporan keungan bulan kemarin karena segera di minta bosnya. Departemen pemasaran pun memberitahukan bahwa laporannya sudah dia bisa di ambil ke ruangannya. Sisil yang pertama kali masuk kerja dia pun menanyakan letak ruangannya.
Setelah di beritahu letak ruangannya dia segera berjalan menuju ruangan departemen pemasaran. Sisil pun harus tahu letak denah kantor agar dia tidak kesulitan mencari ruangan yang di perlukannya. Setelah membaca tulisan bagian pemasaran Sisil segera masuk ke ruangan tersebut dia pun menanyakan tempat ruangan manajer pemasaran.
Sisil pun segera mengeruk ruangan manajer pemasaran. Mendengar pintu di ketuk menajer pemasaran segera menyuruhnya masuk.Sisil pun memberitahukan bahwa dia sekretaris baru mau mengambil laporan.
Manajer pemasaran pun menyerahkan laporan tersebut ,manajer pemasaran pun menanyakan namanya. Akhirnya Sisil pun berjabat tangan memberitahukan namanya ,manajer pemasaran pun memberitahukan namanya Rangga. Mereka pun akhirya berkenalan Rangga yang melihat jari Sisil tidak memakai cincin malah tersenyum.
Sisil yang sudah mendapatkan laporan dia pun izin untuk keluar . Rangga pun mempersilahkan Sisil pergi. Sepeningalan Sisil,Rangga pun mulai memikirkan sekretaris baru tersebut,wajah yang cantik walaupun tidak memakai make up berlebihan .
Sisil pun membawa laporan tersebut menuju ke ruangan bosnya dia pun mesti bisa bersandiwara tidak mengenal bosnya .