Love Triange

Love Triange
Eps.11



Para pelamar pun satu persatu masuk untuk interview tinggal tersisa peserta terakhir. Dia pun segera memasuki ruangan untuk interview. Begitu dia masuk dia di suruh duduk.


Dalam hati dia merasa mengenali suara ini tapi tidak munking. Dia pun tercengang melihat seseorang di depannya orang yang pernah dia sakitin perasaannya.


Bram pun yang melihat wajah orang yang mau di interview juga merasa terkejut ,wanita yang sudah lama dia cari keberadaannya hingga akhirnya dia menyerah dan menikah dengan istrinya. Kenapa setelah sekian tahun baru sekaran dia di pertemukan.


Mereka berdua sama -sama terdiam tanpa berani untuk memulai pembicaraan dengan larut kepada pemikiran masing - masing.


Bram yang merasa perlu bicara banyak terhadap wanita yang bertahun - tahun di carinya. Dia pun menelfon karyawan hrd untuk menyuruh pelamar yang di sudah di interviewnya untuk pulang.


Karyawan hrd pun menyuruh mereka semua untuk pulang dan untuk yang bakal lolos akan di hubungi langsun.


Sementara wanita yang duduk di depan Bram hanya diam saja. Dia tidak tahu apa yang harus di lakukan bertahun -tahun dia pergi meninggalkannya tanpa jejak sekalipun.


Bram pun memandang sosok wanita yang jauh di lubuk hatinya perasaan itu masih ada tapi dia menepis perasaan itu menguburnya seperti luka yang pernah di torehkan .


Bram pun mulai bisa menata hatinya dia pun mulai bersikap profesional dan menginterview wanita di depannya.


" Nama Sisil status belum menikah,apakah punya pengalaman kerja sebelumnya"


" Belum perbah pak" Sisil pun berusaha tenang munking Bram sudah lupa dengan dirinya jadi dia bersikap seolah baru pertama kali bertemu.


" Baiklah nona Sisil sebelum anda yakin mau bekerja di sini,saya akan menjelaskan aturan bekerja disini"


" Baik pak"


" Satu saya tidak mentolelir karyawan yang tidak tepat waktu,dua kalo ada karyawan yang berbuat kesalahan saya tidak segan segan untuk memecatya tiga saya tidak suka dengan orang berkhianat ,apakah anda mengerti"


" Ya pak saya mengerti"


" Klo begitu anda boleh keluar untuk di terima apa tidaknya nanti bakal di hubungi lagi"


" Baik pak terima kasih"


Sisil segera keluar dari ruangan .Begitu keluar Bram pun perasaannya semakin kacau dia tidak meyangka bahwa Sisil yang dulu sangat di cintainya sudah melupakannya bahkan dia seolah tidak mengenalnya .


Bram pun segera kembali ke ruangannya agar segera munking bisa pulang kerumah. Karena dia ingin cepat pulang agar bisa bersama dengan istrinya. Dia berharap Lastri bisa memberikan ketenangan membuat dia melupakan masa lalunya.


Sisil yang sudah sampai di kamar kosnya segera merebahkan diri di atas ranjang yang sempit. Dia tidak meyangka akan bertemu dengan Bram laki - laki yang pernah hadir dalam hidupnya, laki - laki yang memberinya warna di hidupnya. Walaupun kebersamaan mereka sudah tidak ada.


Bram yang sudah selesai dari pekerjaannya . Dia pun mengirim pesan pada supirnya untuk segera menunggunya di loby sepuluh menit dia akan tiba. Bram pun segera berjalan menuju lift, begitu sampai di dalam lift dia pun memencet no satu karena Bram ingin cepat -cepat pulang.