
Di ruang kerja Bram setelah dia menyelasaikan makan yang di bawa istrinya dia pun duduk bersama bersama istrinya melihat penampilan istrinya yang nampak begitu cantik sejak pagi tadi. Membuat dia menginginkan lebih.
Bram pun berdiri mengendong Lastri yang duduk Lastri yang nampak terkejut dia pun melingkarkan tangannya pada leher Bram agar tidak jatuh . Bram pun membawa Lastri ke dalam kamar yang ada di ruang kerjanya. Bram pun membaringkan Lastri di tempat tidur dia pun menutup kamar tersebut menguncinya.
Bram pun memandang istrinya yang berbaring di tempat tidur .
" Sayang hari ini kamu nampak begitu cantik"
" Mas ini kantor aku malu"
" Kenapa mesti malu tidak ada orang yang akan masuk"
"tetapi mas"
Bram pun mencium bibir istrinya dengan lembut ciuman yang awalnya lembut sekaran begitu menuntut apalagi Bram melihat istrinya yang nampak begitu cantik. Dia pun mencium leher istrinya Lastri yang merasakannya dia pun juga menginginkan lebih .Bram pun mulai melepas pakaian Lastri .Begitu juga Lastri dia pun mulai melepas satu persatu kancing kemeja suaminya hingga semua kancing kemeja terlepas. Mereka berdua sudah benar benar toples baju sudah berserakan di lantai. Bram pun melepaskan semua hasratnya pada istrinya mereka berdua melakukan hubungan suami istri.
Jam istirahat makan siang sudah selsai Sisil pun mulai melakukan pekerjaannya kembali dia pun mengetik di layar komputer. Sisil pun melihat ada map warna merah di mejanya dia pun membuka map tersebut . Ternyata perlu minta tanda tangan pada bosnya. Sisil pun pergi ke ruangan bosnya untuk minta tanda tangan dia pun mengetuk pintu ruangan bosnya sambil membawa map merah. Tapi tidak ada jawaban munking bosnya keluar tetapi dia tadi tidak melihat bosnya keluar apalagi klo bosnya keluar pasti dia tahu karena waktu makan siang Sisil makan di mejanya.
Sisil pun merutuki kebodohannya kenapa tidak ingat kalo istri bosnya datang. Sisil pun juga sudah dewasa apa yang di lakukan bos sama istrinya membuat dia bersemu merah. Sudah lebih baik dia bekerja dia juga bersyukur teryata Bram sudah bahagia ini membuat Sisil merasa lega karena Bram sudah menemukan kebahagiannya .Dia pun akan menata hatinya untuk membuka hatinya untuk orang lain.
Di dalam kamar Bram pun memeluk istrinya di dalam selimut.
" Mas kamu tidak melanjutkan pekerjaanmu"
" Sudah tidak apa -apa lagian mas sudah tidak banyak pekerjaan yang di lakukan"
Mereka pun tertidur sambil saling berpelukan tak terasa jam pulang kantor berlalu. Lastri yang terbangun dia segera membersihkan diri memakai pakaiannya dia pun membagunkan suaminya.
Bram yang merasa ada tangan halus menyentuh wajahnya dia pun terbangun. Bram pun bangun dia segera ke kamar mandi membersihkan badan memakai pakaiannya. Setelah mereka berdua sudah memakai pakaian mereka berdua keluar dari kamar Lastri pun mengambil jas yang ada di kursi memakaikan jas pada suaminya.Mereka berdua keluar ruangan sambil bergandeng tangan.
Bram pun melihat meja sekretarisnya masih ada Sisil dia pun menyuruh Sisil untuk pulang. Terpaksa Sisil pun menuruti perkataan bosnya dia tidak berani protes kenapa bosnya tidak pulang dari tadi padahal jam pulang sudah satu jam yang lalu