
Bram dan Sisil merasa benar -benar bahagia. Bram yang hanya memiliki waktu sampai hari ini.Dia ingin membuat Sisil bahagia karena besok mereka harus kembali ke kota tempat tinggal mereka.
Setelah menyelesaikan sarapan. Bram pun mengajak Sisil turun ke bawah Sisil yang merasa sudah tidak merasa sakit dia pun turun bersama Bram .
Bram pun mengajak Sisil ke area kolam renang yang masih di hias dengan taburan bunga di atas airnya.
Bram pun mengajak Sisil duduk di dekatnya .Sisil pun menyandarkan kepalanya di dada Bram sambil menikmati pemandangan yang indah di area kolam renang.
Bram pun membelai rambut Sisil ingin sekali dia menghabiskan waktu di sini lama -lama tapi dia tahu besok dia harus kembali.
" Swety "
"Loh kok mas panggil swety "
" Kamu tidak suka aku panggil begitu"
" Bukannya tidak suka apa tidak ada yang lainnya"
" Klo gitu mas akan pikirkan memanggil kamu apa,atau kamu ingin di panggil apa"
" Terserah mas asal jangan swety"
" Gimana kalo mas panggil beb"
"Ya g pa -pa "
" Nanti setelah kembali kamu tidak usah ngontraknya"
" Lah trus aku mesti tinggal dimana,kan mas tahu rumah orang tuaku sudah terjual"
" Kamu akan ku belikan rumah gimana"
" Baiklah nanti mas akan urus,kalo begitu sementara kamu tinggal di apertemen yang jaraknya dekat kantor jadi mas bisa antar jemput kamu "
"Mas tidak usah antar jemput aku nanti malah orang kantor pada curiga"
" Ok tapi kamu harus mau tinggal di apertemen tetapi sesekali kamu mau aku antar pulang walaupun begini sekaran mas suami "
"Ya mas tapi usahakan hubungan kita tetap di sembunyikan sampai mas bisa membujuk istri mas,karena aku tidak ingin dia sampai tahu sebelum bisa menerimaku"
" Ya nanti mas akan usahakan agar kita bisa hidup bersama -sama"
Tak terasa sudah siang hari Bram yang merasa gerah dia pun mengajak Sisil untuk berenang. Sisil yang merasa tidak ingin berenang hanya duduk di tepi kolam renang.
Br pun segera berdiri dia pun melepas baju atasnya. Dia pun segera berenang membuyarkan air yang di hias taburan bunga .Melihat Sisil yang hanya duduk saja dia pun segera mendekat ke arah Sisil .Bram pun segera memeluk Sisil sehingga baju Sisil basah tidak menyiakan kesempatan.Bram pun segera mengendong Sisil membuat dia terjatuh ke dalam air.
Sisil yang merasa jatuh di kolam air. Dia pun berenang mengejar Bram yang sudah berenang menghindar dirinya. Setelah sudah dekat dengan Bram Sisil pun segera mencubit perut Bram karena merasa kesal di buat basah.
" Tak meyangka baru sehari justru sudah main kdrt"
"Mas sih yang apa -apan membuat Sisil malah jadi basah"
" Sekalian basah trus kita mandi sama-sama"
"Tidak kita mandi sendiri saja"
Mereka berdua menghabiskan waktu di kolam renang untuk menyegarkan badan. Hanya ada janda gurau di antara mereka. Bram pun merasakan cinta seperti seorang remaja.
Di lain tempat di rumahnya Lastri mencoba menghubungi suaminya tetapi dari tadi tidak bisa di hubungi.Dia pun merasa cemas kenapa sejak pagi hingga siang ponsel suaminya tidak aktif. Dia berdoa agar suaminya baik -baik saja di manapun berada.