
Pagi hari Bram yang sudah siap dengan rutinitasnya seperti biasanya. Segera dia bersiap pergi ke kantor dengan sigap supirnya selalu menemani membawa majikannya melajukan mobil menuju kantor yang selama ini menjadi tujuan tuannya.
Begitu sampai di kantor para bawahan Bram segera menyamputnya .Bram pun segera berjalan masuk ke dalam kantor para karyawan yang melihat bosnya masuk segera membukukkan badannya.
Bram di kenal sebagai bos yang sangat disiplin,tegas,tidak banyak bicara,dia pun tidak segang untuk memecat karyawannya klo berbuat kesalahan apalagi saat karyawan membantah perintahnya dia pun akan langsung memecatnya. Karena bagi dia memaafkan kesalahan tidak ada gunanya tidak bisa menghapus kesalahan para karyawan.
Sosok Bram di kantor berbanding terbalik saat dia bersama istrinya jika dengan istrinya dia menjadi lelaki yang penuh kasih sayang . Tetapi jika di kantor dia menjadi lelaki yang tidak memiliki perasaan jadi para karyawan Bram selalu mematuhi perintah bosnya tanpa membantah ataupun membuat kesalahan jika ingin bekerja di tempat ini.
Bram melakukan semua ini agar perusahaanya semakin maju,tetapi Bram juga menyuruh karyawan sesuai dengan tugasnya tidak bersikap semena -mena.
Setelah naik ke dalam lift dia segera memasuki ruangannya duduk di kursi kebesarannya segera membuka laptopnya mengecek semua laporan keungan yang masuk.
Tok ..tok...terdengar suara pintu di ketuk
" Masuk"
Ceklek pintu ruangan di buka seorang wanita masuk .
"Duduk ,ada apa"
"Begini pak, saya bermaksud mengundurkan diri"
" Apakah gaji yang saya berikan kurang"
"Tidak pak"
" Apa alasan kamu untuk mengundurkan diri"
" Klo itu alasan kamu ,saya perbolehkan kamu mengundurkan diri"
" Terima kasih pak"
" Kamu bisa menemui hrd biar dia nanti yang mengurusnya"
" Klo begitu saya permisi dulu pak"
" Ya silahkan"
Setelah wanita tersebut keluar Bram membayangkan bila istrinya Lastri hamil maka dia akan menjadi lelaki paling beruntung. Padahal usia pernikahannya dengan Lastri sudah begitu lama tapi Tuhan masih belum memberi kepercayaan kepadanya.
Bram punya segalanya jabatan pemilik perusahaan ,istri yang begitu perhatian cuma satu dalam rumah tangganya masih belum di beri keturunan. Padahal keluarganya ingin segera memiliki keturunan maka sebab itu dia tidak mau tinggal dengan orang tuanya ,memillih tinggal terpisah agar istrinya tidak kepikiran karena di desak agar bisa segera mengandung.
Jam makan siang telah tiba Bram segera keluar dari ruangannya memilih untuk mengemudikan mobilnya sendiri tanpa supir. Setelah menempuh perjalanan lima belas menit dia tiba di depan restaurant setelah mendapatkan kursi dia segera memesan makanan. Sambil menunggu makanan dia mengirim pesan kepada istrinya bahwa nanti bakal pulang malam karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Seorang pelayan memberikan makanan yang di pesan Bram menaruhnya di atas meja .
" Silahkan di nikmati makanannya tuan"
"Ya terima kasih" Begitu melihat pelayan tersebut Bram langsung terdiam memandang pelayan tersebut sampai hilang dari pandangan matanya. Kenapa dia begitu mirip dengan Sisil apakah benar dia Sisil.
Bram pun tidak ingin memikirkan wanita tersebut dia pun segera menyantap makanananya agar segera habis karena masih banyak pekerjaan yang menunggunya.
Di dalam dapur nampak seorang wanita menatap cermin apakah itu kamu Bram kenapa kamu masih begitu mempesona ,apakah aku pantas dekat denganmu aku sekaran hanya seorang pelayan.