
Di dalam kantor seperti biasa semua karyawan bekerja sesuai dengan pekerjaan masing-masing.Bram pun mulai memasuki ruang kantor dia berjalan menuju lift khusus . Tiba di depab lift dia pun masuk memencet no lantai menuju ruangan .
Tiba di lantai pintu lift terbuka dia segera berjalan keluar menuju ruangannya. Dia segera menuju ruangan tempatnya bekerja melepaskan jasnya menaruh di kursi Bram pun mencoba membuka dokumen yang mau dia periksa tetapi pikiran untuk di ajak bekerja tidak bisa.
Bram memikirkan kata -kata mamanya perasaan istrinya. Dia pun bertanya apa yang harus di lakukan dia sebenarnya juga ingin segera punya anak tetapi dia juga tidak ingin sampai menyakiti hati istrinya. Bram pun mengambil sebuah rokok yang dia simpak di lemari rokok yang sudah lama tidak dia sentuh tapi kini dia mengeluarkannya. Bram pun mulai menyalakan rokok tersebut menghisapnya dalam -dalam dia merasa bisa tenang dengan merokok.
Tetapi banyangan istrinya melintas di benaknya dia selalu menasahati Bram agar tidak merokok karena tidak baik.
Awal mula Bram merokok karena di tinggal Sisil sampai dia menikah dengan Lastri itu sudah menjadi kebiasaannya sampai dua tahun dia menikah baru bisa lepas dari rokok tetapi kini dia sekaran mengulanginya.
Setelah habis menghisap satu batang rokok Bram pun segera menyimpan rokok tersebut ke dalam lemari. Dia inggat betul saat pertama kali dia mencoba merokok dia sampai batuk -batuk tetapi dia tidak peduli dia mencobanya lagi hingga membuat fikiran tenang.Bram pun sempat mau mencoba minuman keras tetapi dia tahu itu tidak akan menyelesaikan masalahnya. Ya ini semua karena Sisil. Bram menatap pintu ruangan keluar .
Bram tidak tahu bahwa ide yang akan dia lakukan akan banyak menyakiti semua orang. Bram pun mulai duduk ke kursinya mengerjakan pekerjaannya. Sampai jam makan istirahat Bram menghentikan pekerjaannya dia harus menjalankan idenya dari pada mamanya nanti nekat menyuruh menikah dengan wanita yang tidak dia kenal.
Bram pun menelfon sekretarisnya agar pergi ke ruangannya.Sisil yang saat itu mau beranjak dari meja terpaksa menghentikan langkah kakinya begitu mendengar teofon di mejanya .Dia pun mengangkat telofon tersebut teryata telofon dari bosnya menyuruh datang ke ruangannya. Sisil yang ingin makan siang terpaksa menundannya.Dia pun berjalan menuju ruangan bosnya mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bram yang mendengar suara ketukan pintu segera menyuruhnya masuk .Bram pun memerintahkan Sisil untuk mengikutinya tanpa banyak bertanya. Sisil pun patuh mengikuti Bram keluar dari ruangannya masuk ke dalam lift khusus hanya ada kecangunan di dalam lift apalagi mereka cuma berdua tidak ada yang bicara hanya diam seolah olah untuk turun ke bawah membutuhkan waktu berjam jam padahal waktu yang di perlukan hanya 10 menit.
Sampai di lantai bawah mobil Bram sudah terpakir di loby Bram .Bram pun segera masuk ke dalam mobil ke tempat pengemudi .Sisil pun di suruh masuk ke dalam mobil ,Sisil mau membuka pintu mobil belakang tetapi perkataan bosnya yang menyuruh duduk di depan menghentikan dia masuk ke pintu belakang terpaksa Sisil masuk ke dalam pintu depan.