
Bram dan Lastri yang sedang mengobrol di kejutkan suara telfon dari hp suaminya.
" Mas hpnya bunyi kenapa tidak angkat"
" Tidak apa apa"
" Emang siapa yang telfon mas"
" Bukan siapa -siapa kok"
" Bagaimana proyek di sana lancar mas"
"Ya sayang lancar,tapi mas bakal sibuk kerja akhir -akhir ini jadi kamu harus ngertiin mas "
" Ya Lastri paham kok"
"Mas kayaknya capek ,mas istirahat dulu tar klo udah waktu makan siang kamu bangunin"
"Ya mas tar aku bangunin"
Bram pun segera berjalan meninggalkan istrinya .Dia pun naik ke atas ke dalam kamarnya. Setelah sampai masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya. Ternyata Bram tidak istirahat tetapi dia mengambil hp yang menunjukkan panggilan yang tidak terjawab.Dia pun segera menghubungi no yang memanggil tadi.
Tak begitu lama no yang di panggil segera mengangkat telfon Bram.
" Hallo beb,maaf tadi tidak aku angkat telfonnya"
"Ya mas ,aku ngerti pasti mas lagi bersama sama istri mas"
" Ya mas masih perlu waktu untuk bercerita tentang hubungan kita,tapi kenapa tadi hubungi masih kangen ta"
" Mas bisa saja ,tidak cuma mau memberitahukan tadi memakai uang di kartunya lumayan banyak"
" Ya mas,besok mas ke kesini ta "
" Ya tapi besok kamu libur kerja sampai dua hari dulu"
" Lah emang kenapa mas"
" Mas masih ingin menghabiskan waktu bersama mu "
" Baiklah nanti aku masakin semoga mas suka dengan masakanku"
" Apapun yang kamu masak pasti mas suka"
" Mas ternyata sekaran pandai ngegombal"
" Bukan tetapi bentuk perhatian"
" Udah dulu ya mas,ini mau beresin belanja dulu"
" Ya beb sampai bertemu besok"
Bram pun segera mematikan telfonnya.Dia pun berbaring di atas ranjang tidak sabar menanti hari esok untuk bertemu dengan istri ke duanya.
Sementara di bawah Lastri pun sibuk menyiapkan makanan yang akan di masak untuk makan siang. Tapi sebenarnya dia ingin menanyakan kepada suaminya tentang perihal kemeja. Mungkin nanti malam saja, pasti sekaran mas Bram sangat capek tidak biasanya dia cepat istrihat tidur siang.
Padahal dulu mas Bram pasti tidak pernah melepaskan dirinya kalo sehabis pulang dari luar kota. Dalam hati Lastri juga rindu dengan sifat suaminya yang terlanjur romantis. Klo habis dari luar kota biasanya membawakan bunga kesukaan ataupun oleh -oleh. Tetapi ini kenapa mas Bram malah tidak satupun yang di berikan , walaupun Lastri bisa saja membeli apapun yang dia mau tetapi dia juga rindu dengan perhatian suaminya.
Di apartemen Sisil segera membereskan belanjanya menata semuanya di lemari pendingin.Dia pun mengambil hp mencari resep masakan yang akan di masak untuk besok. Dia pun segera mempelajari menu yang di lihatnya di hp melalui vidio. Dia pun berfikir lebih baik langsung di pratekin dari pada besok gagal. Dia pun mencoba mengambil bahan yang di perlukan untuk mencoba menu baru yang akan di masak.
Sisil pun berusaha mengikuti arahan dari vidio agar bisa mengeksukusi masakannya. Dia pun teringat kepada orang tuannya andai ibunya masih hidup pasti bisa menggajarinya memasak tetapi sayang ibunya sudah tidak ada. Mudah mudahan masakan aku bisa berhasil dan hasilnya memuaskan. Sisil yang tidak pernah belajar masak dari orang lain terpaksa kini dia belajar dari tutorial di vidio.