
Di villa Bram dan Sisil saat ini sarapan bersama yang sudah di siapkan bibik.
Setelah selesai sarapan mereka pun membahas apa tentang pernikahan dengan Sisil.
Mereka berdua menuju tempat di dekat kolam renang untuk membahas hal tersebut.
" Apakah kamu ingin pesta pernikahan Sil "
" Tidak perlu mas ,semakin banyak yang tahu pernikahan ini maka istri mas pasti akan tahu ,aku hanya ingin pernikahan yang sederhana bagiku itu cukup"
" Baiklah kalo itu keinginan kamu sore ini kamu bersiap saja kita akan menikah, karena lebih cepat lebih baik aku tidak ingin kamu berubah fikiran.
Tetapi walaupun begitu aku ingin kamu tampil cantik dalam pernikahan ini"
"Baiklah mas tetapi apa yang mesti aku pakai nanti di acara pernikahan kita"
"Kamu tenang aja sekaran kamu pilih baju yang ingin kamu pakai "Bram pun menyodorkan hpnya kepada Sisil yang ada beberapa model baju kebaya yang nampak elegan dan berkelas"
Sisil pun mengambil hp Bram dia pun melihat gambar baju kebaya yang ada di hp .Sisil pun jatuh pada gambar kebaya yang bewarna putih yang menampilkan kesan sederhana tetapi begitu cantik.
" Bram pun menanyakan mau memakai yang mana?"
" Yang ini mas" Sisil pun menunjukkan pilihan baju yang di inginkan.
Bram pun segera menelfon seseorang untuk segera mengambil baju yang di inginkan juga menyuruh menyiapkan pernikahan di villa tersebut.
Sementara di kediaman Lastri yang baru bangun tidur merasa gelisah dari tadi. Seolah olah ada perasaan yang membuat dia tidak nyaman.Dia pun mencoba menghubungi no suaminya,tetapi tidak bisa di hubungi mungking siang saja aku hubungi kembali.
Lastri pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dia pun segera turun ke bawah untuk makan.
Siang hari dia pun mencoba menghubungi hp suaminya kembali.
Bram yang melihat hpnya berbunyi segera mengangkat hpnya.
" Mas di sana baik -baik saja kan soalnya dari tadi perasaanku gelisah "
" Ya mas di sini baik -baik saja ,kamu tidak perlu kuatir nanti kalo urusan mas di sini selesai mas pasti pulang kamu tidak perlu cemas"
" Ya mas kamu di sana jaga diri baik -baik"
" Ya sayang "
" Ya mas I Love you"
" I Love you too"
Bram pun segera mengakhiri panggilan telofonnya.
Sementara di villa nampak orang sibuk mempersiapkan acara yang di adakan secara mendadak. Walaupun acara di lakukan tertutup dan sederhana tetapi paling tidak dia ingin Sisil merasa bahagia dengan suasana yang akan menjadi tempat pernikahannya.
Bram pun segera menemui Sisil yang berada di kamar bawah di mana dia sedang di hias oleh seorang yang bertugas merias wajahnya. Bram pun nampak terpesona melihat kecantikan Sisil walaupun sekarang dia belum memakai bajunya apalagi entar klo sudah memakai baju pasti lebih cantik.Dia pun mendekat ke arah Sisil yang sedang duduk.
" Sil kamu begitu cantik hari ini"
" Mas bisa saja"
Dia pun menyuruh wanita yang merias wajahnya untuk keluar lebih dulu.
Setelah wanita keluar Bram pun mendekati Sisil dia pun memeluk tubuh Sisil .
" Terima kasih kamu mau menerimaku tidak pernah aku merasa bahagia seperti ini"
Sisil pun membalas pelukan dari Bram dia tidak meyangka akan menerima Bram seperti walaupun dia tahu Bram sudah memiliki istri tetapi dia tidak bisa menampik perasaannya bahwa dia masih mencintai Bram.