
Di waktu jam makan siang tiba. Sisil segera membereskan mejanya dia segera turun ke lift menuju kantin .Sisil pun mencari sosok Rangga yang sudah duduk di salah satu bangku. Sisil pun segera menghampiri Rangga yang sudah duduk terlebih dahulu.
" Maaf telat "
" Tidak kok aku saja yang cepat datang kemari"
" Kamu mau pesan apa"
" Samakan saja ma selera makananmu"
Sisil pun segera memasan makanan dan minumun setelah selesai dia segera membayarnya .Dia pun berjalan duduk di depan Rangga sambil menunggu makanan datang.
Rangga yang melihat Sisil duduk memperhatikan wajah Sisil wanita yang selama ini tidak pernah lepas dari bayangannya.
" Sisil aku boleh tanya sesuatu sama kamu tidak"
" Ya kamu tanya saja "
" Aku ingin tahu tentang keluargamu"
" Sisil pun memberitahukan bahwa ke dua orang tuanya udah lama meninggal"
" Maaf kalo pertanyaanku membuatmu sedih"
" Tidak apa -apa itu sudah lama terjadi"
Makanan dan minuman pun udah datang mereka segera mulai makan dan minum menghabiskan waktu bersama di jam makan siang.Bagi Sisil Rangga merupakan sosok yang baik hanya saja dia masih belum bisa membuka hatinya. Karena itu dia ingin pelan - pelan saja. Untuk sekaran cukup berteman tidak tahu ke depannya seperti apa. Dia berusaha melupakan Bram yang menjadi cinta pertamanya . Karena dia tahu Bram sekaran sudah memiliki istri dia sudah tidak pantas masih menyimpan perasaan kepada orang yang sudah memiliki istri.
Setelah selesai makan dan minum mereka segera pergi dari kantin menuju lift untuk kembali ke lantai masing tempat mereka bekerja. Rangga pun keluar lebih dulu dari lift setelah sampai di lantai tempat dia bekerja. Sementara Sisil masih menunggu lift naik menuju lift tempat dia bekerja. Setelah sampai dia pun segera keluar berjalan ke mejanya segera menyelesaikan tugasnya.
Dia pun duduk menyalakan komputer memeriksa dokumen yang nanti bakal diserahkan kepada bosnya. Tak berselang lama hpnya berbunyi ada notifikasi pesan yang masuk.Sisil pun membuka hpnya ternyata dari Rangga dia pun membaca pesan yang di kirim.
t**erima kasih atas traktirannya tapi lain kali aku saja yang traktir.Nanti pulang kerja biar aku antar pulang.
Sisil pun membalas pesan dari Rangga.
Tidak perlu terima kasih kita sudah menjadi teman. Nanti aku kabarin bisa pulang bersama apa tidak soalnya tergantung pak bos pulangnya.
Sisil pun segera meletakkan hp dia segera kembali bekerja kembali. Menyiapkan dokumen yang akan di serahkan ke pada bosnya. Sebelumnya dia juga menyiapkan jadwal bosnya yang besok akan dilakukan.
Setelah yakin dengan dokumen yang akan di serahkan .Sisil segera menuju ke ruangan bosnya dia pun mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bram yang mendengar pintu ruangan di ketuk dia segera menyuruhnya untuk masuk.Sisil pun segera masuk menyerahkan dokumen yang sudah di periksanya terlebih dahulu sebelum di serahkan ke bosnya.
Sisil pun memberitahukan jadwal bosnya besok . Bahwa ada pertemuan dengan klienya. Setelah jam makan siang ada meeting untuk membahas proyek. Bram pun mendengarkan semua jadwal yang besok akan di lakukan.
Setelah selesai membacakan jadwal yang besok di lakukan. Sisil segera berpamitan untuk keluar dari ruangan bosnya.