Love Triange

Love Triange
Eps.26



Masih di suasana di dalam restaurant di mana Bram dan Sisil masih duduk saling berhadapan.


" Bagaimana Sisil apakah kamu masih tidak mau menjelaskan alasan kenapa kamu tega membuat aku kecewa"


Akhirnya Sisil pun mau tidak mau dia menjelaskan alasan kenapa dulu meninggalkan Bram munking dengan begitu bisa membuat Bram tidak begitu kecewa dengan tindakannya.


" Apakah kamu tahu Bram setelah kecelakaan yang merengut kedua orang tuaku aku terpaksa meninggalkan rumah yang biasa aku tempati semua orang menjauhi aku , karena aku sudah miskin aku harus berjuang demi hidupku sendiri" Sisil pun berbicara pada Bram sambil mengeluarkan air matanya dia merasa sedih jika ingat kejadian di saat orang tuanya meninggal.


" Tapi mengapa kamu tidak bicara sama aku apakah aku tidak penting bagimu" Bram pun mengambilkan tisu memberikannya pada Sisil dia pun tidak meyangka bahwa Sisil menangung semuanya sendiri.


Sisil pun menerima pemberian tisu dari tangan Bram dia pun menghapus air matanya.


" Aku memang tidak ingin kamu tahu keadaanku yang menyedihkan aku ingin kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik , bukan mendapatkan wanita yang menjadi beban hidupmu"


" Tapi Sisil dengan seperti ini kamu telah menorehkan luka yang begitu dalam apakah kamu tidak tahu aku mencarimu ke mana - mana aku ingin berada di sampingmu di saat kamu di tinggal oleh kedua orang tuamu"


" maaf Bram telah membuat keputusan yang membuatmu terluka tapi biarkan itu menjadi masa lalu sekaran aku dan kamu sudah memiliki jalan yang berbeda"


" Bram apa maksud kamu , kamu sudah memiliki istri lupakan perasaan yang pernah ada dulu"


" Apakah kamu sudah tidak memiliki perasaan terhadapku"


" Bram ... " Sisil pun terdiam dia tidak bisa menjawab pertanyaan Bram dia akui bahwa perasaan itu masih ada . Tapi dia sadar Bram sudah memiliki istri tidak mungkin dia merusak hubungan rumah tangga orang lain.


" Kamu tahu Sisil ada istilah bahwa cinta pertama itu sangat sulit untuk dilupakan dia akan selalu membengkas di hati walaupun ada cinta yang sudah mengisinya tetapi dia akan selalu ada tetap di hati"


Sisil pun hanya terdiam . Bram pun mengajak Sisil untuk pergi dari restaurant segera kembali ke kantor. Di dalam mobil tidak ada yang bicara mereka berdua tidak mengeluarkan kata -kata. Begitu sampai di depan kantor Bram pun segera turun dari mobil menyerahkan kunci kepada pegawainya agar di parkir. Sementara Sisil mengikuti langkah Bram di belakangnya menuju ke lantai tempat mereka berada.


Bram pun segera masuk ke ruangannya sementara Sisil kembali ke mejanya. Mereka berdua menyelesaikan tugas masing -masing walaupun ada perasaan yang sama -sama mengingatnya. Tetapi ada hati yang tidak boleh di sakiti.


Sementara Rangga di dalam ruangannya dia memikirkan sosok yang berhasil mencuri perhatiannya. Dia pun berinisiatif akan mengantar Sisil pulang dia tahu klo wanita tersebut selalu naik angkot. Yang kebetulan tadi pagi waktu berangkat dia melihat sosok Sisil turun dari angkot berjalan menuju kantornya.Bagi Rangga tidak masalah klo Sisil bukan gadis kaya asal dia mau bersamanya dia pun dengan senang hati akan mengejar cinta Sisil. Bukankah cinta klo bicara sudah tidak ada berbedaan antara kaya miskin, jelek rupawan , muda tua apapun berpedaannya cinta bisa menyatukan semuanya.