
Di dalam ruangannya Bram nampak begitu kesal melihat kedekatan Sisil dengan Rangga .Dia pun merasa tidak terima melihat Sisil dekat bersama lelaki lain . Walaupun Bram sudah memiliki Lastri di sampingnya.Dia merasa tidak terima.
Bram pun mulai kepikiran dengan permintaan mamanya berharap dia memiliki wanita lain di hidupnya selain menjadi istri Lastri. Apakah aku bisa tega menyakiti hatinya tetapi aku juga ingin memiliki seorang anak yang sudah bertahun -tahun aku nantikan kehadirannya. Dia pun memikirkan kata -kata mamanya agar mencari istri lagi siapa tahu dengan menikah lagi Bram bisa memiliki anak.
Bram pun yang awalnya pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan kini malah duduk di kursinya sambil memikirkan hatinya dan juga perkataan mamanya. Bram tahu bagaimana sifat mamanya yang keras kepala. Dia pun berfikir dari pada mamanya nekat mencari wanita lain untuk menjadi istrinya lebih baik Bram yang cari sendiri.
Bram kini mulai menjadi egois dia tidak memikirkan akibat apa yang terjadi jika dia menikah lagi. Bagaimana perasaan wanita yang selama ini menemaninya tetapi Bram menepis semua itu yang dia inginkan hanya memiliki keturunan agar perusahaan yang dia pimpim memiliki pewaris.
Bram pun menghubungi Sisil menyuruh Sisil membuat kopi dia ingin agar pikirannya menjadi tenang.Sisil yang duduk di meja kerjanya segera mengerjakan apa yang di suruh Bram .Dia pun meninggalkan meja kerjanya berjalan menuju pantry yang masih satu lantai.Dia pun mulai merajik kopi di atas gelas menuangkan air panas ke dalam gelas. Setelah selesai dia segera membawa kopi menuju ruang kerja bosnya.
Sampai di pintu ruangan Bram ,Sisil segera mengetuk pintu.Bram yang mendengar pintu ruangan di ketuk segera menyuruhnya masuk. Sisil pun masuk ke dalam ruangan menaruh kopi yang di buatnya di atas meja Bram. Sisil pun menanyakan apa ada yang di butuhkan lagi.
Bram menjawab bahwa dia boleh keluar .Sisil.pun berjalan keluar menuju ruangannya.Bram pun memperhatikan sosok Sisil ternyata sosok Sisil sudah mulai menarik perhatian Bram .Bram berjanji akan menjadikan Sisil miliknya dia tidak.rela jika Sisil di miliki orang lain.
Andai waktu bisa di putar kembali Bram pasti akan mencari keberadaan Sisil sampai ketemu .Menghapus air matanya menjadi orang yang melindungi dirinya.
Bram pun segera meminum kopi yang di buat Sisil dia pun merasakan minuman tersebut ternyata enak walaupun lebih enak buatan kopi istrinya tetapi ini juga tidak buruk. Setelah meminum kopi pikiran Bram menjadi tenang,dia pun segera menyelesaikan pekerjaannya yang dari tadi belum di kerjakan.
Sementara Sisil yang sedang bekerja menerima sebuah notifikasi bahwa ada pesan yang masuk pada hpnya.
Ternyata pesan itu dari Rangga yang mengajaknya makan siang. Sisil pun membalas pesan dari Rangga dia mengatakan bahwa kali ini dia yang traktir kalo Rangga tidak mau maka dia tidak mau makan siang bersama.
Terpaksa Rangga menyetujuinya dia tidak ingin Sisil menolak permintaan untuk makan siang bersama. Sebenarnya Rangga juga tidak ingin Sisil yang mentraktirnya tapi dari pada Sisil menolak lebih baik iya mengiyakan permintaan Sisil.