
Pada sore hari Bram sudah sampai di rumahnya. Dia pun bertanya pada pembantunya kemana istrinya karena biasanya kalo dia pulang istrinya selalu menjambut kedatangannya.
" Bik dimana Lastri"
" Nyonya masih di kamar tuan"
" Baiklah bibik boleh pergi"
Bram segera menaiki anak tangga menuju kamarnya dia melihat Lastri masih di depan kaca menghias wajahnya.
Lastri yang mendengar suara langkah kaki langsung menoleh dia pun tersenyum melihat suaminya sudah pulang.
" Mas udah pulang maaf tadi tidak menyambut kepulanganmu"
" Lastri sayang tidak perlu minta maaf"
Bram pun mendekati Lastri dia pun mengambil kotak dalam paper bag dan mengeluarkan isinya.Dia pun segera memakaikan kalung yang tadi di belinya di leher istrinya.
"Mas ini sangat indah terima kasih"
" Tapi lebih indah dari wajahmu Lastri apalagi senyummu"
Bram pun mendaratkan ciuman singkat di bibir Lastri. Dia pun segera duduk sementara Lastri mulai melepaskan sepatu suaminya dan mengambil jas yang melekat di tubuh suaminya . Bram pun segera masuk ke kamar mandi.
Sementara Lastri mulai menyiapkan pakaian Bram. Dia merasa paling beruntung memiliki suami yang begitu perhatian padanya walaupun pernikahan mereka sudah lama tapi suaminya memperlakukan Lastri seperti awal mereka menikah.
Bram pun segera membersihkan badannya di bawah air shower. Setelah selesai mandi dia pun segera keluar di mana Lastri sudah menyiapkan pakaiannya. Lastri pun dengan cekatan memakaikan kemeja di tubuh Bram.
" Ya Lastri sayang mas ingat apalagi mas sudah tidak sabar akan datangnya malaikat kecil"
" Ya mas kita mesti sabar dan tetap berusaha"
Begitu Bram sudah selesai mereka berdua segera turun untuk makan malam. Di meja makan Lastri dengan sigap melayani suaminya mengambilkan makanan menaruh di piring suaminya,dia juga tidak lupa menuangkan air di gelas suaminya. Barulah dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Setelah selesai makan Bram mengandeng tangan Lastri. Lastri yang di gandeng tangan suaminya hanya membiarkannya serta mengikuti langkah suaminya tanpa banyak bertanya.
Begitu sampai di taman belakang Bram mengajak Lastri duduk di salah satu bangku yang ada di taman.
" Lastri sayang kamu lihat malam ini cuaca sangat indah"
" Ya mas banyak bintang yang bertaburan di langit"
" Kamu tahu Lastri walaupun banyak bintang yang mengelilingi bulan tetapi aku hanya akan menjadikan kamu satu satunya di hatiku"
" Mas bisa saja"
Malam ini Lastri dan Bram saling bercanda ria .Bram menunjukkan bahwa dia begitu menyayangi Lastri sementara Lastri begitu mencintai Bram. Tapi mereka tidak tahu bahwa badai akan datang di rumah tangga mereka.
Setelah puas menikmati waktu malam bersama istrinya Bram pun mulai mengajak istrinya masuk ke dalam rumah karena udara semakin dingin dia tidak mau kalo sampai istrinya sakit.
Mereka berdua sampai di kamar setelah itu mereka segera naik ke atas ranjang tidur sambil berpelukan di bawah satu selimut. Bram pun segera mematikan lampu kamar tidur menggantikannya dengan lampu yang lebih redup .Dia pun tidak lupa memberikan ciuman hangat di kening istrinya. Bram benar -benar menjadi lelaki beruntung memikiki Lastri di sampingnya .
Mereka berdua pun terlelap dalam tidurnya. Sementara di sebuah kamar kos yang sempit terdapat wanita yang melihat web tentang lowongan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi. Wanita tersebut berharap bahwa ijazah yang di dapatnya kali ini akan berguna baginya.