
Jam pulang kantor segera berakhir tetapi Bram masih berada di ruangannya dia sepertinya tidak ingin pulang tepat waktu. Entah kenapa sekaran pikirannya terahlihkan pada Sisil apalagi sejak dia melihat Sisil sering bersama pada Rangga. Dia pun mencoba menghilangkan fikirannya kepada Sisil ,Bram pun fokus untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sementara di meja Sisil yang sudah bersiap -siap pulang mengurungkan niatnya untuk pulang apalagi melihat pintu ruangan bosnya masih tertutup. Dia pun mengirim pesan kepada Rangga bahwa tidak bisa pulang bersama.
Rang aku tidak bisa ikut pulang bersama soaly pak Bram belum keluar dari ruangannya
Rangga pun yang melihat ada notifikasi masuk di hpnya segera mengambil hpnya dia pun membalas sms dari Sisil.
Aku tunggu kamu aja g pulangnya biar sekalian aku antar
Sisil pun membalas sms dari Rangga
Kamu pulang aja duluan ,aku juga belum tahu kapan pak Bram keluar besok saja kamu jemput .
Baiklah kalo itu mau kamu tapi kalo entar kamu perlu di antar kamu beritahu aku saja.
ya baiklah.
Sisil pun mengakhiri balasan dari Rangga. Dia pun terpaksa menyalakan komputernya untuk mengerjakan pekerjaannya buat besok sambil menunggu bosnya keluar dari ruangan. Karena terlalu lama menunggu bosnya keluar dia pun tertidur di mejanya.
Di dalam ruangan Bram yang sudah larut dalam pekerjaannya tidak tahu kalo hari sudah semakin gelap. Dia pun melihat arloji di tangannya tidak meyangka bahwa sekaran sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Bram pun segera mengambil jasnya menutup semua dokumen .
Dia pun berjalan keluar dari ruangannya tetapi saat melewati meja sekretarisnya dia pun melihat Sisil yang tertidur di mejanya dengan komputer yang masih menyala. Dia pun mendekati meja Sisil melihat lebih dekat Bram pun mulai menyibakkan rambut yang menutupi wajah Sisil. Bram pun memandangi wajah yang mulai mengusik hari - harinya.
Sisil yang merasakan ada tangan yang menyentuh rambutnya . Dia pun mulai bangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya dia melihat bosnya berdiri di hadapannya sambil memperhatikannya.
" Maaf pak saya ketiduran "
" Kenapa kamu tidak pulang saja "
" Saya menunggu pak Bram "
" Lain kali kalo sudah waktunya pulang kamu bisa pulang lebih dulu,tapi kamu mesti pamit dulu kuatirnya ada yang perlu kamu bantu"
" Baik pak"
Tetapi Bram pun malah menunggu Sisil di depan lift .Bram yang melihat Sisil mau masuk ke dalam lift karyawan segera memanggil Sisil.
Sisil yang merasa di panggil dia pun segera mebgnghampiri bosnya.
" Ada apa pak apa perlu yang saya kerjakan"
"Tidak"
Bram pun segera memegang tanggan Sisil untuk masuk bersama ke dalam lift khusus.
Begitu masuk lift Bram pun segera melepaskan pegangan tangan pada Sisil.
" Maaf"
"Tidak apa -apa pak"
Di dalam lift hanya ada mereka berdua terasa begitu sunyi mereka berdua sama- sama diam.
Dalam fikiran Sisil saat tangannya di pegang Bram entah mengapa Sisil merasa ada getaran aneh di tubuhnya. Tetapi fikiran Sisil pun berkata ingat Sisil Bram yang sekaran bukan Bram yang dulu.
Bram yang entah kenapa di saat seperti ini dia tidak bisa bicara pada Sisil tetapi dia merasa senang bisa memegang tangan Sisil walaupun hanya sesaat.
Hingga bunyi pintu lift berbunyi mereka segera keluar dari lift. Bram pun berbicara pada Sisil.
"Sisil kamu tunggu di depan loby biar aku antar pulang "
" Tidak usah pak saya akan naik takxi saja"
" Ini sudah malam susah untuk cari taxi ini perintah tidak ada penolakan"
" Baiklah pak"
Terpaksa Sisil menunggu Bram di depan loby sementara Bram menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Karena tadi supirnya dia suruh pulang lebih dulu.