
Sementara di salah satu kamar villa yang di lantai atas Sisil membuka kamar tersebut nampak bersih,rapi dan mewah lebih luas kamar yang di tempatinya dari pada tempat kontrakan yang di tempati selama ini.
Sisil berjalan ke sebuah lemari saat di buka ternyata benar nampak begitu banyak baju wanita yang tergantung. Sisil pun mengambil salah satu baju dia pun menuju ke kamar mandi untuk segera mandi mendapatkan mandi air hangat biar udara dingin terasa hilang.
Setelah Sisil mandi mengenakan pakaian nampak basah rambutnya yang masih terbelit handuk. Saat hendak mau melepaskan handuk rambutnya ternyata pintu kamar di ketuk.
Tok..tok...tok.... mau tidak mau Sisil berjalan ke arah pintu kamar dia pun membuka pintu tersebut nampak sosok Bram yang berdiri di depan pintu.
Setelah membuka pintu Bram segera melangkah masuk ke dalam kamar yang di tempati Sisil. Melihat Sisil yang masih memakai handuk rambut dia pun berinisiatif mengeringkan rambut Sisil. Bram pun menyuruh Sisil untuk duduk di depan meja rias.
Sisil pun tidak langsung duduk tetapi hanya berdiri saja di depan Bram.
" Apa yang mas mau lakukan"
" Sisil aku hanya ingin membantumu mengeringkan rambutmu"
" Tidak usah mas aku bisa sendiri melakukannya"
" Sudah kamu jangan banyak protes"
Bram segera memegang tangan Sisil menyuruh duduk di depan cermin. Sisil pun hanya pasrah . Bram segera mengambil akat penggering rambut di laci segera menyalakan alat tersebut. Bram melepaskan handuk rambut Sisil tercium aroma sampo yang keluar dari rambut Sisil. Bram pun segera mengeringkan rambut Sisil dan menyisir rambut Sisil .
Sisil yang mendapatkan perlakuan istimewa dari Bram membayangkan betapa berungtungnya istri Bram memiliki suami yang begitu perhatian sudah tak terkira detak jantung Sisil saat pertama kali Bram membuka handuk rambutnya.
Setelah selesai Bram memuji Sisil
Sisil pun bertanya pada Bram apa dia mengatakan sesuatu.
Bram pun mengelak dia pun berpamitan pada Sisil untuk mandi dia menyuruh Sisil untuk turun ke bawah karena tadi bibik sudah membuatkan air jahe hangat.
Bram pun segera berjalan keluar menuju kamarnya yang tepat di sebelah kamar Sisil yang di tempatinya.
Sisil pun segera turun berjalan turun untuk mendapatkan minuman hangat karena dia juga merasa masih dingin walaupun sudah mandi air hangat. Bibik yang mengetahui ada wanita yang di bawanya turun segera mengambil air jahe hanget kepadanya.
Karena tadi udah di buatkan bibik itu segera memberi minuman tersebut.
" Ini nyonya minumannya mau di taruh di mana"
" Bibik jangan panggil nyonya aku bukan istri Bram aku hanya pegawainya panggil saja Sisil"
" Baik"
" Bibik bisa taruh di meja itu terima kasih bik atas minumannya"
" Ya mbk Sisil "
Bibik itu meninggalkan Sisil melanjutkan aktifitasnya . Sisil segera meminum air jahe terasa hangat di tenggorakan seketika hawa dingin sudah tidak terasa lagi. Dia pun hanya duduk memainkan ponselnya untuk menunggu Bram turun.
Sementara Bram yang di kamar mandi terpaksa harus menurunkan hasratnya saat tadi menyentuh rambut Sisil seandainya Sisil tadi Lastri istrinya sudah dia ajak untuk melewati malam indah bersama. Tapi Bram masih menahan godaan tersebut dia tidak ingin menjadikan Sisil seperti wanita di luar sana yang mau memberikan kepuasan hanya untuk mendapatkan uang. Walaupun Bram pengusaha sukses mendapatkan hal tersebut sangat mudah tapi dia tidak pernah melakukannya hanya sekedar minum saja dengan rekan bisnisnya.