
Ini adalah hari terakhir Bram dan Sisil berada di villa.Mereka menghabiskan waktu hanya berdua.Melewati makan malam romantis sampai tidur dalam satu selimut.
Pagi hari Bram dan Sisil sudah bersiap kembali ke kota asal mereka.Setelah menyiapkan koper yang memuat baju mereka.Bram sengaja menyuruh Sisil membawa bajunya di kopernya.Karena Bram ingin bisa bersama Sisil.
Mereka menempuh perjalanan beberapa jam hingga sampai di kota tujuan mereka. Bram pun segera mengantar Sisil ke apartemen yang sudah di belinya. Dia pun ikut masuk ke dalam apertemen setelah membawa koper Sisil. Bram pun segera berpamitan pada Sisil untuk pulang ke dalam rumah tapi sebelum pergi.Bram pun mencium bibir Sisil seperti tidak ingin jauh darinya.Sisil pun membalas ciuman dari Bram.
Mereka pun larut dalam ciuman tersebut akhirya Bram mengajak Sisil masuk ke dalam kamar apertemen baru yang akan di tempati Sisil. Mereka pun larut dalam kegiatan panas setelah mencapai puncaknya Bram pun segera membersihkan diri mengambil pakaian yang berada du koper Sisil.
Sisil yang masuk ke dalam mandi dia pun segera membersihkan diri memakai handuk kimono.Bram sebenarnya ingin menghabiskan waktu malam ini dengan Sisil tetapi karena dia juga harus pulang ke rumah terpaksa dengan berat hati.Dia pergi meninggalkan Sisil tetapi sebelum itu dia meninggalkan kartunya untuk di pakai Sisil.
Setelah memastikan Bram sudah meninggalkan apertemen.Sisil pun segera menutup pintu apartemen dia pun segera mengambil bajunya yang berada di koper.Sisil pun tidak meyangka bahwa dia sekaran menjadi istri Bram walaupun statusnya masih tersembunyi bagi dia tidak masalah karena Sisil masih mencintai Bram andai dulu dia tidak pergi tanpa mungkin sekaran Bram telah menjadi miliknya seutuhnya tetapi dia harus rela Bram yang sudah memiliki istri.
Dia pun belajar agar bisa menerima bila waktu Bram di gunakan bersama istrinya. Karena Sisil hadir saat Bram sudah beristri. Sisil pun tidak mempermasalahkan hal itu tersebut karena dia tahu akibat dari menerima Bram yang masih memiliki istri. Sisil pun yang menerima kartu Bram dia pun berinisuatif untuk belanja kebutuhan dapur apalagi di apertemen ini belum ada makanan dan minuman sama sekali .
Dia pun mengirim pesan ke pada Bram bahwa akan memakai kartunya untuk belanja kebutuhan dapur.Bram yang saat masih mengemudi mobil mendapat pesan dari Sisil dia pun segera menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Dia pun segera menghubungi Sisil bukannya membalas pesannya.Karena Bram sudah rindu ingin mendengar suara Sisil padahal belum satu jam mereka berpisah. Sisil yang mendapat telofon dari Bram segera mengangkatnya.
"Ya masakan Sisil gunankan"
" Mas sekaran sudah sampai"
" Belum masih di jalan kangen ingin dengar suara kamu"
" Mas sekarang pintar ngegombal padahal belum satu jam mas pergi ,sudah mas lanjutin perjalanannya hati -hati di jalan"
"Ya beb I love you forever"
" Love you too"
Mereka berdua segera mengakhiri telofonnya. Bram segera melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Sedangkan Sisil sudah bersiap turun ke lantai bawah untuk membeli kebutuhan dapur.