Love Triange

Love Triange
eps.34



Pagi hari aktifitas di rumah Bram pun berjalan seperti biasanya .Di mana setiap kebutuhannya sudah di siapkan oleh istrinya Lastri. Bram pun bersikap seperti biasanya tidak menunjukkan kecurigaan terhadap istrinya.Bersikap mesra seperti hari - hari biasanya walaupun kini hati Bram sudah terbagi dengan wanita di masa lalunya.


Bram hari ini tidak mengunakan sopir untuk mengantarkannya bekerja dia naik menyetir mobilnya sendiri menuju perusahannya. Setelah tiba di depan lobi Bram menyuruh satpam untuk memarkirkan kendaraannya. Bram segera masuk ke dalam .Dimana para karyawannya segera menyapa bos yang datang.


Bram segera berjalan menuju lift khusus untuk segera ke ruangannya. Saat akan memasuki ruangannya dia berjalan melihat wanita di masa lalunya yang telah menumbuhkan rasa yang padam. Bram pun berjalan seperti biasanya. Sisil yang melihat bosnya datang segera menyapanya .


" Selamat pagi pak"


" Pagi juga "


Bram pun bersikap seperti biasanya padahal di lubuk hatinya dia ingin berbicara banyak padanya. Tetapi Bram bersikap profesional dia pun segera masuk ke dalam ruangannya.


Bram pun melepaskan jas yang melekat pada badanya. Dia pun segera duduk memeriksa semua laporan yang masuk di dalam dokumennya.


Jam istirahat siang telah tiba. Sisil pun segera mematikan komputernya membereskan dokumen di mejanya.Dia pun segera berdiri dari tempat duduknya. Berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah dimana para karyawan lainnya sudah banyak yang berada di kantin.


Begitu tiba di kantin Sisil pun melihat sosok Rangga yang sudah duduk dia pun berjalan menuju ke tempat duduknya Rangga. Karena sebelum istirahat siang tadi Rangga sudah mengirim pesan untuk makan bersama di kantin. Sisil pun segera duduk di depan Rangga. Dia pun berbicara pada Rangga.


" Maaf lamanya menunggunya"


" Tidak lama kok nunggunya,kamu mau pesan apa biar aku pesanin sekalian"


"Es jeruk ma bakso aja"


" Kamu tidak pesan nasi aja"


" Tidak lagi pingin makan bakso aja"


" Oh yasud kamu tunggu biar aku pesanin dulu"


Rangga pun menyerahkan bakso pesanan Sisil beserta es jeruk.


" Terima kasih Rang, lah kenapa kamu juga ikutan pesan bakso juga"


" Tidak apa -apa biar sama anggap saja kita menyukai hal yang sama"


Mereka berdua makan bakso yang sudah di depan mata.Sisil dengan semangatnya menuangkan sambal ke dalam mangkoknya.Rangga yang melihatnya merasa ngeri ternyata Sisil cewek yang suka dengan rasa pedas. Berbanding terbalik dengan dia yang tidak bisa terlalu makan pedas.


Setelah mereka berdua selesai makan ,mereka berdua melanjutkan mengobral sambil menunggu waktu istirahat selesai.


"Rang maafnya kemarin tidak jadi pulang bareng"


" Ya tidak apa Sil nyantai saja setiap kamu butuh tumpangan kamu bisa hubungi aku ,aku siap jadi supir mu"


" Kok supir sih"


" Lah klo bukan supir gimana kalo aku jadi imanmu"


" Kamu apa -apaan sih Rang aku nanti jadi berharap"


" Tidak apa - apa aku serius Sil gimana klo akhir pekan kamu aku ajak menemui mamaku"


"Liat nanti kalo tidak ada acara, emang mama kamu tidak keberatan bertemu ma aku"


" Justru mama aku pasti senang kalo ketemu ma kamu"


Tak terasa jam masuk kantor tiba mereka berdua berjalan bersama - sama menuju lift untuk kembali ke ruangan masing -masing.