
Bram yang memandang wajah Sisil yang tidur,dia pun tidak ingin membangunkannya.
Sisil yang merasa tidur begitu nyenyak tanpa sadar dia pun terbangun. Dia pun mulai membuka matanya perlahan. Terasa udara dingin menembus kulitnya walaupun sekaran berada di dalam mobil.
" Maaf mas ketiduran,lah ini di villa siapa ?"
" Tidak apa - apa Sil ,ini di villaku di puncak"
" Lah katanya ada pertemuan bisnis kenapa di villa"
" Nanti aku jelasin sekaran ayo masuk ke dalam ,udara di luar begitu dingin"
Sisil pun keluar dari mobil Bram bersama Bram,menuju villa benar saja ketika berjalan udara langsung menembus kulit Sisil. Bram yang mengerti Sisil kedinginan segera melapas jas yang melekat di tubuhnya,dia pun memakaikan jas di badan Sisil.
" Makasih mas"Sisil yang merasa mendapat perhatian dari Bram dia pun merasa senang. Bram yang dulu dengan sekarang masih sama. Dia tahu klo Sisil tidak begitu tahan dengan udara dingin.
Begitu tiba di depan villa penjaga villa segera membukakan pintu. Bram dan Sisil segera masuk ke dalam villa.Begitu sudah masuk villa yang nampak mewah di luar ,juga terasa mewah di dalamnya.Bram pun menyuruh Sisil untuk mandi air hangat biar udara dingin tidak terasa.
" Kamu bisa masuk ke kamar di lantai atas ,untuk mandi"
" Tapi mas aku tidak membawa baju"
" Tenang saja di dalam lemari sudah ada baju yang sesuai dengan ukuranmu,lagian semua masih belum terpakai sama sekali"
Sisil pun menuruti perkataan Bram dia pun naik ke atas menuju kamar yang di tujukan Bram. Sementara Bram masih di bawah duduk di sofa dia pun masih menggu bibik untuk menikmati kopi panas.Karena dia merasa lelah waktu menyentir ke sini,apalagi Bram menyetir sendiri tanpa ada sopir yang mengantikannya.
Dia pun mengecek hpnya sambil menunggu kopinya datang. Ternyata ada balasan dari istrinya Lastri.
Bram pun membalas pesan dari istrinya.
" Ya mas baru sampai,terima kasih atas doanya kamu jangan tidur terlalu malam I Love You ".
Sebenarnya dalam hati Bram tidak tega menyakiti hati istrinya tetapi mau bagaimana lagi sudah hampir tujuh tahun dimenantikan buah hati tetapi selama itu dia tidak mendapatkannya. Walaupun di depan istrinya dia bisa tegar tetapi jauh di lubuk hatinya dia juga rapuh ingin menangis. Andai dia sudah memiliki anak begitu bahagiannya dia.
Bram masih ingat perkataan mamanya akan mencarikan perempuan untuk di nikahinnya secepatnya. Karena baginya mamanya merasa istrinya Lastri yang tidak bisa mendapatkan cucu.
Bram juga sudah banyak melakukan program untuk mendapatkan buah hati tetapi semua tidak mendapatkan hasil. Kata dokter ****** yang di miliki sangat bagus cuma istrinya waktu datang bulan sering merasa sakit. Jadi dokter menyarankan istrinya tidak bekerja agar cepat dapat momongan. Karena gejala mens terlalu sakit bisa jadi memicu kandungan lemah jadi misalkan hamil harus istirahat tanpa melalukan pekerjaan yang membuatnya lemah.
" Tuan ini kopinya" ucap bibik penjaga villa.
Membuyarkan angan - angan Bram.
" Apa masih ada perlu lagi tuan"
" Ya bik buatkan jahe hanget sama siapkan makan malam,soalnya tadi tidak sempat mampir takut ke malaman klo mampir"
" Ya tuan biar bibik siapkan makan malamnya"
Bibik tersebut meninggalkan tuannya untuk masuk ke dapur membuat makan malam.
Sementara Bram menikmati kopi panas yang di buatkan bibik. Terasa hangat di tubuhnya sebentar lagi dia akan naik ke atas mungkin Sisil sudah selesai mandinya.