Love Triange

Love Triange
eps.35



Hari semakin gelap jam pulang kantor segera berakhir Sisil pun bersiap -siap untuk pulang.Dia melihat pintu ruangan bosnya masih tertutup Sisil pun bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju ruangan bosnya. Karena Sisil mau memastikan dulu apakah bosnya masih memerlukannya apa tidak. Kalo tidak dia ingin segera cepat pulang.


Begitu sampai di depan ruangan bosnya Sisil pun mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok....tok....tok....


Terdengar suara ketukan pintu. Bram yang masih di dalam ruangannya mendengar suara ketukan pintu dia pun menyuruh untuk masuk.


Mendengar suara bosnya menyuruh masuk,Sisil pun segera membuka pintu ruangan masuk ke dalam ruangan tersebut.


Terdengar derap langkah kaki, Bram pun segera menghentikan aktifitasnya dia pun menaruh dokumen yang sedang dia periksa.


Sisil pun berdiri di samping meja bosnya dia pun bertanya apakah dia bisa pulang saat ini atau tidak.


" Pak apakah saya bisa pulang saat ini atau Bapak masih perlu bantuan saya?


" Kamu bisa pulang tapi tunggu sepuluh menit lagi di ruangan kamu,soaly dari kantor saya masih butuh bantuanmu"


"Baik pak kalo gitu saya permisi"


" Ya silahkan kembali ke tempat kamu"


Sisil pun segera berjalan meninggalkan ruangan bosnya dia pun menutup pintu ruangannya setelah keluar. Sisil segera duduk di kursi di ruangannya dia pun mengambil hp yang di simpan didalam tasnya.Dia pun mengetik pesan kepada Rangga.


" Maaf hari ini tidak bisa ikut pulang bersamamu ,soalnya aku masih ada urusan sama bos,kamu bisa pulang lebih dulu"


Tak berapa lama Sisil mendapat balesan dari Rangga.


" Tidak apa -apa ,tapi besok berangkat kerja aku jemput di depan kontrakanmu tidak ada penolakan"


" Baiklah tapi apa kamu tidak merasa di repotkan menjemputku"


" Tidak sama sekali apalagi aku menjemput bidadari dari surga membuat aku semangat"


" Mau jawaban jujur apa bohong"


" Jujurlah masak bohong"


" Sebenarnya banyak cuma baru pertama ini aku benar - benar cinta sedalam - dalamnya terhadap wanita"


Tak berapa lama Bram sudah di depan meja Sisil dia pun memperhatikan Sisil yang sibuk mengetik di hpnya sambil tersenyum.


Hem...hem...hem...


Mendengar suara Sisil pun melihat bahwa sudah ada sosok bosnya di depannya maaf pak.


Sisil pun membalas pesan dari Rangga .


" Sudah nanti di lanjutin lagi sudah ada bos"


Sebenarnya dalam hati Bram merasa tidak senang melihat Sisil tersenyum bukan untuk dirinya,dia pun merasa penasaran dengan siapa Sisil membalas pesan. Tapi merasa malu untuk bertanya Bram pun tidak berani untuk bertanya.


Melihat sudah ada bosnya Sisil pun seger memasukkan hp ke dalam tasnya. Dia pun mengambil tasnya.


Bram pun segera mengajak Sisil untuk berjalan bersama menuju lift khusus.


Sisil pun mengikuti langkah Bram untuk masuk ke dalam lift.


Begitu pintu lift terbuka mereka berdua segera masuk. Bram pun segera mememcet tombol 1 untuk segera turun di lantai bawah.


Di dalam suasana begitu sunyi apalagi Sisil sejak tadi diam saja. Bram hanya memandang Sisil wanita yang pernah di cintainya dulu dia pun melangkah berada di samping Sisil.


Sementara Sisil hanya diam saja ketika bosnya berada di sampingnya sambil menunggu lift tiba di lantai yang di tuju. Sebenarnya rasa Sisil terhadap bosnya masih ada tetapi Sisil berusaha menghilangkan perasaan itu,apalagi Bram sekaran sudah memiliki istri.