
Pagi hari yang cerah di awali dengan banyaknya aktifitas orang di ibu kota dalam kesibukan bekerja. Rangga yang sudah bangun segera membersihkan badannya memakai pakaian yang rapi untuk pergi ke kantor. Di bawah sudah ada mamanya yang menunggunya untuk sarapan bersama.
" Pagi mam"
" Pagi juga ayo kita makan bersama dulu"
Rangga pun mulai makan bersama mamanya setelah selesai makan Rangga pun segera berpamitan pada mamanya mencium tangan mamanya yang selama ini selalu menyayanginya dan membimbingnya.
Rangga pun segera masuk ke dalam mobil segera membelah jalanan ibu kota menuju tempat kontrakan Sisil sejak kemarin tahu letak tempat kontrakannya. Rangga segera ingin segera kesana menjemputnya walaupun sejak awal Sisil sudah mencuri perhatiaannya tetapi dia tidak ingin terburu -buru mengungkapkan perasaannya biar menjadi teman dekat terlebih dahulu.
Tidak terasa mobil yang di kendarai Rangga sudah sampai di depan kontrakan Sisil. Dia ingin kepada memberitahukan bahwa dia sudah ada di depan kontrakan tetapi dia ragu untuk memberitahukannya jadinya Rangga malah menunggu Sisil keluar .Dia pun menunggu di dalam mobil mengamati kontrakan barang kali Sisil keluar.
Setelah hampir sepuluh menit terlihat Sisil keluar berjalan kaki keluar dari gerbang pagar kontrakan .Rangga pun segera membuka pintu mobilnya dia pun segera keluar untuk menghampiri Sisil .
Sisil pun cukup terkejut melihat sosok Rangga sudah ada di depannya.
" Loh Rangga ada apa kemari apa ada masalah"
" Tidak aku hanya ingin " Rangga pun bingung mau berkata apa entah kenapa saat bersama Sisil membuat dia kehilangan kata -kata untuk bicara sejujurnya.
" Kebetulan tadi habis ngantar mama ke rumah temanya dekat daerah sini makanya sekalian kesini mungkin kamu juga belum berangkat biar bisa berangkat bersama -sama" Di dalam hati Rangga minta maaf padanya karena terpaksa berbohong menggunakan alasan mamanya padahal Rangga sudah belain bangun pagi -pagi agar bisa mengajak Sisil berangkat ke kantor bersamanya.
"Apa tidak merepotkanmu"
" Tidak perlu merasa di repotkan ,ayo aku antar ke kantor kita berangkat sama -sama"
Rangga pun segera mengajak Sisil untuk berjalan ke dalam mobilnya membukakan pintu mobil untuk Sisil.Setelah Sisil masuk Rangga segera masuk ke dalam mobil duduk di kursi pengemudi.Dia segera melajukan mobilnya menuju ke perusahaan tempat mereka bekerja.
Sampai di depan perusahaan Rangga segera menghentikan mobilnya di lobi ,Sisil pun segera turun dari mobil sementara Rangga segera melajukan mobilnya menuju area parkir.
Tepat saat Sisil turun dari mobil Rangga di belakang ternyata ada mobil Bram yang hampir sampai . Sehingga Bram pun melihat saat Sisil turun mata Bram tidak melepaskan pandangannya entah mengapa di hatinya seolah tidak rela Sisil dekat dengan laki -laki lain . Padahal hubungan Bram dengan Sisil jelas telah berakhir apalagi sekaran sudah ada Lastri yang ada di sampingnya.
Tetapi Bram pun hanya diam memandang ke arah mereka . Sesampainya di depan loby Bram pun lantas turun masuk ke dalam perusahaan .Seperti biasa para pegawai segera menyapa dirinya tetapi Bram pun hanya pergi berlalu saja dia segera berjalan masuk ke dalam lift menuju ke lantai tempat ruangannya berada.
Tidak di pungkuri hati Bram menjadi kacau saat tau Sisil turun dari mobil Rangga apalagi waktu pulang kemarin dia melihat Sisil juga masuk ke dalam mobil Rangga apa hubungan mereka Bram pun seolah tidak rela Sisil dekat dengan pria lain. Di lain sisi hati Bram pun berkata ingat Bram kamu sudah punya istri ,hubungan kamu dengan Sisil sudah berakhir.