
Bram pun yang sudah puas memeluk Sisil dia pun keluar dari kamarnya. Membiarkan wanita yang menghias Sisil melanjutkan kembali tugasnya.
Bram pun segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian dengan setelan jas yang rapi layaknya pengantin. Dia pun segera turun menunggu seseorang untuk menikahkan mereka berdua.
Setelah satu jam kini tibalah waktu Bram menikahi Sisil mereka berdua duduk berdampingan di depan seorang laki -laki yang bertugas menikahkan mereka. Acara menikahkan mereka berjalan lancar setelah resmi menjadi pasangan suami istri Bram segera memasangkan cincin berlian kepada Sisil. Bram pun segera mencium kening Sisil.
Karena tidak ada resepsi dalam pernikahan mereka, maka acara pernikahan ini berjalan singkat. Tetapi Sisil merasa bahagia bisa menikah dengan Bram ,apalagi dalam acara pernikahan yang tidak ada resepsi tetapi Sisil merasa senang Bram telah menghias ruangan bawah begitu indah layaknya resepsi pernikahan. Padahal baru tadi pagi dia menyatakan setuju atas pernikahan Bram tetapi Bram begitu cepat mempersiapkannya.
Bram pun mengajak Sisil untuk makan ,setelah para tamu yang tak banyak orangnya telah pergi setelah menikmati jamuan makanan yang disediakan Bram. Kini tinggalah mereka berdua yang ada di villa karena Bram sudah menyuruh bibik untuk tidak datang sampai besok siang.
Bram pun tidak melepaskan pandangannya kepada Sisil dia begitu terpesona dengan Sisil apalagi melihat Sisil memakai baju pengantin menambah kecantikannya. Bram pun selalu mengandeng tangan Sisil. Mengajak Sisil ke taman belakang yang ada kolam renangnya.
Kini mereka berdua duduk bersama di salah satu tempat duduk yang sudah terhidang makanan begitu lezat di atas meja. Bram pun mengajak Sisil duduk dia pun tidak sungkan untuk menyuapi Sisil. Mereka berdua makan dengan bersama -sama tidak terasa nuansa sore sudah masuk malam. Setelah selesai makan Bram pun mengajak Sisil untuk pergi ke kamar yang berada di lantai atas.
Sisil pun berjalan bersama ke lantai atas yang di tempati Bram. Bram pun menyuruh Sisil untuk segera membersihkan diri. Awalnya Sisil pun merasa begitu cangung dengan keadaan dimana dia dan Bram berada di dalam kamar. Apalagi kamar yang di tempati Bram sudah di hias dengan begitu indah layaknya kamar pengantin.
" Sisil pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk melepaskan kebaya yang melekat di tubuhnya. Dia pun mencoba untuk mengapai resleting tetapi tidak bisa membukannya. Terpaksa dia keluar dari kamar mandi. Dia pun meminta Bram untuk membuka resletingnya Bram pun segera mendekat ke arah Sisil membantu melepaskan resletingnya. Tetapi setelah membuka resleting Sisil justru malah dia terpesona dengan bahu Sisil yang begitu mulus dan putih. Ingin sekali dia menerkap Sisil tetapi dia merasa Sisil butuh waktu untuk merilexkan badannya. Bram pun membiarkan Sisil masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Sisil pun segera masuk ke dalam kamar mandi. Dia pun membersihkan badannya yang sudah merasa gerah. Setelah membersihkan badannya dia pun memakai handuk kimono untuk keluar.
Sementara melihat Sisil keluar dari kamar mandi sebenarnya Bram ingin sekali menerjang Sisil apalagi melihat Sisil yang habis mandi. Bram pun masuk ke dalam kamar mandi segera dia membersihkan badannya.