
Malam hari ketika Lastri dan Bram berada di atas tempat tidur.Lastri pun memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang dia temukan waktu membereskan koper suaminya.
"Mas boleh aku menanyakan sesuatu aku harap mas bisa jujur jawabnya"
" Apa sayang kamu tanya saja mas pasti jawab jujur"
" Mas di sana di luar kota memiliki wanita lain"
Deg jantung Bram berpacu dengan cepat kenapa sampai istrinya bisa memiliki firasat seperti itu apakah ini insting seorang istri yang begitu peka sesaat Bram hanya diam saja
" Mas kok tidak jawab malah diam saja"
"Tidak sayang mas di sana hanya urusan bisnis tidak ada wanita lain, emag ada apa sayang"
" Lastri hanya penasaran kenapa salah satu kemeja mas tercium aroma parfum wanita"
Bram pun mencari alasan yang paling tepat untuk menutupi kebohongannya. Dia pun baru ingat bahwa kemeja yang di maksud pernah di pakai Sisil sehingga tercium aroma wanita.Seharusnya tidak aku bawa saja kemeja itu meninggalkan di villa karena satu kecerobahan malah kini dia mendapatkan kecurigaan dari istrinya.
" Oh itu soalnya waktu bertemu klien mas tidak memakai jas kebetulan klienya orang luar negeri jadi tanpa sungkan dia langsung memeluk mas ,mungkin karena itu parfumnya tertinggal".
" Kliennya wanita ,cantik mas"
"Mas bisa aja ngrayu,Lastri kuatir mas memiliki wanita lain"
" Tidak sayang hanya kamu wanita satu -satunya,tapi misal mas punya wanita lain apa yang akan kamu lakukan sayang" Bram ingin tahu bagaimana reaksi istrinya jika hal itu di ketahui bahwa dia sudah ada wanita lain yang mengisi hatinya"
" Mas bisa saja,maka Lastri akan meninggalkan mas tidak ada satu pun istri yang ingin membagi cinta suaminya"
" Ya sayang hanya kamu yang mas cintai"
Bram yang awalnya mempunyai rencana akan mulai mendekatkan Lastri dengan Sisil dia pun mengurungkan niatan tersebut setelag tahu apa yang akan di lakukan istrinya. Dia lupa satu hal bahwa tidak ada wanita yang ingin cintanya di bagi.Bram pun akan merahasiakan hubungannya dengan Sisil agar sampai tidak di ketahui istrinya. Karena bagi Bram Lastri juga penting di hidupnya wanita yang telah menemaninya selama tujuh tahun ini.
Bram pun segera memeluk istrinya ada sisi dia takut kehilangan sosok istrinya yang begitu sempurna di matanya tetapi nyatanya Bram masih kurang bersyukur memiliki Lastri sehingga Sisil hadir di antara mereka.
Bram yang awalnya memeluk Lastri kini dia menatap wajah istrinya yang sudah beberapa hari tidak di lihatnya.Dia pun memberikan kecupan di kening istrinya tetapi karena Bram sudah berhasrat saat tadi memeluk istrinya dia pun mendaratkan ciuman di bibir Lastri. Hingga ciuman tersebut turun ke leher sampai menjelajah ke bagian tubuh lainnya.Lastri yang tahu suaminya berhasrat dia pun membiarkan Bram melakukannya.
Mereka berdua sudah berada di kesenangan dunia sudah tidak ada lagi pakaian yang menempel. Bram pun sudah rindu dengan kegiatannya dengan Lastri sebagai suami istri.Bagi Bram melakukan dengan Lastri dan Sisil memiliki rasa yang berbeda.Karena Lastri bisa memberikan pelayanan yang menyenangkan bagi Bram yang tidak dapat dari Sisil. Karena Lastri bisa benar -benar memuaskan Bram sampai dia lupa dengan sosok Sisil.
Lastri yang sudah tidak melakukan benerapa hari dengan Bram dia pun menyenangkan suaminya dia sudah hafal betul dengan titik sensitif suaminya karena bagi dia harus bisa memberikan terbaik untuk suaminya agar suaminya tidak sampai mencari kesenangan dari wanita lainnya.