
Bram pun yang sudah tiba di rumahnya dia pun mencari sosok istrinya Lastri dia membutuhkan Lastri untuk memberikannya ketenangan.
Dia pun berjalan melihat istrinya Bram segera memeluk istrinya dari belakang. Merasakan pelukan dan melihat tangan kekar yang memeluknya apalagi dari aroma parfum yang keluar Lastri pun tersenyum merasakan pelukan suaminnya.
" Mas...."
" Lastri sayang biarkan mas memelukmu seperti ini"
Lastri pun membiarkan suaminya untuk memeluknya.
Bram yang menghirup aroma tubuh istrinya begitu menenangkan. Dia pun memeluk istrinya dari belakang.
" sayang aku ingin kamu mandikan"
" baiklah mas"
Mereka berdua segera masuk ke dalam kamar . Lastri membantu suaminya Bram untuk melaskan jas nenaruh tas suaminya dia pun melepaskan dasi hingga kemejanya.
Lastri segera masuk ke kamar mandi mengisi air ke dalam bathup hingga memberikan sabun dan menuangkan aroma terapi. Bram yang sudah melepaskan celana dan menutupnya dengan handuk yang melilit di pingangnya dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Bram segera masuk ke dalam bathup Lastri pun dengan segera mengosok punggung suaminnya dengan sabun ,hingga tangannya dia pun mencuci rambut suaminnya. Setelah selesai Lastri segera berjalan keluar dari kamar mandi tetapi Bram justru memegang tangannya.
Bram pun segera menarik tangan Lastri membuatnya jatuh ke dalam bathup hingga membuat pakaian Lastri basah semua.
" Mas apa yang kamu lakukan aku sudah mandi"
" Biarkan mas membuat mandi lagi"
Bram pun segera mendekatkan bibirnya ke bibir Lastri apalagi melihat tubuh Lastri yang basah yang menampakkan lekuk tubuhnya membuat Bram menginginkan lebih. Setelah membuat Lastri tidak memakai baju Bram dan Lastri melakukannya di dalam bathup.
Setelah selesai mereka berdua mandi bersama -sama .Bram pun memakaikan handuk ke tubuh istrinya dia pun mengendong Lastri ke luar kamar mandi. Bram segera mengambilkan baju istrinya dia pun mengambil bajunya sendiri dan memakainya. Setelah selesai berpakaian dan melihat istrinya selesai memakai bajunya.Bram segera membantu Lastri mengeringkan rambut istrinya dan menyisir.
Mereka berdua segera turun ke bawah bersama -sama karena perut mereka ingin segera di isi akibat kegiatan di kamar mandi.Begitu turun ke bawah di meja makan sudah tersedia makanan .Mereka berdua segera makan bersama -sama sesekali Bram menyuapin Lastri.
Setelah selesai Bram mengajak Lastri duduk santai bersama .Entah kenapa malam ini Bram ingin bersama Lastri menghabiskan waktu berdua hingga memanjakan Lastri.
" Mas besok jadi ke rumah sakit kan"
" Ya jadi besok kesana bersama - sama mas "
" Lastri harap akan segera hadir malaikat di tengah - tengah kita agar rumah ini tidak sepi lagi"
"kamu yang sabar ya sayang"
"ya mas Lastri bakar sabar menantinnya"
Hari semakin malam Bram pun mengajak Lastri masuk ke dalam kamar. Mereka berdua berjalan naik ke tangga menuju kamarnya. Begitu sampai di kamarnya mereka berdua segera berbaring di tempat tidur. Mereka berdua segera tidur Bram pun memeluk istrinya dalam tidurnya ,Lastri pun membalas pelukan suaminnya.
Mereka berdua terlelap dalam mimpi.
Lastri pun bermimpi dia sedang bersama anak kecil ,anak kecil itu mengengam tangan Lastri dia pun yang melihat Lastri bersedih mengeluarkan air mata ,anak kecil itu menghapus air mata yang keluar dari wajah Lastri .Anak kecil itu berkata mam jangan bersedih aku yang akan menjaga mami.