
Pagi yang cerah di awali dengan Bram dan Sisil masih dalam tidur dalam satu selimut atas kejadian semalam. Sisil yang merasakan cahaya masuk melalui gorden balkon dia pun mulai membuka matanya . Saat ingin beranjak untuk bangun ternyata ada tangan memeluknya saat tidur.Dia pun berusaha mengangakat tangan tersebut.
Tetapi Bram yang merasa tangannya di angkat untuk di geser. Malah dia pun ikut bangun. Menatap wanita yang kemarin sudah resmi menjadi pendamping hidupnya.
Sisil yang di tatap Bram malah semakin malu apalagi mereka masih dalam keadaan tidak memakai baju.
" Mas jangan melihat aku seperti itu"
" Kenapa tidak boleh kita ini sudah suami istri jadi sah saja melihat istrinya"
Bram pun langsung mengendong Sisil ke kamar mandi. Sisil yang di gendong segera melingkarkan tangannya kepada Bram. Karena Bram tahu pasti Sisil merasakan sakit atas kejadian semalam .
Mereka berdua mandi bersama Bram pun membantu Sisil untuk membersihkan badannya .Setelah selesai mereka sama -sama memakai handuk kimono.Bram pun mengendong Sisil keluar dari kamar mandi mendudukan Sisil di depan cermin dia pun mulai membuka handuk rambut Sisil menyisir rambutnya yang basah .
Sisil pun yang diperlakukan istimewa seperti ini merasa sangat bahagia ternyata Bram merupakan pria yang sangat perhatian. Sisil yang ingat bahwa di kamar ini kemarin hanya ada baju yang kurang bahan dia pun bingung harus memakai baju apa ,apakah mesti memakai baju kemeja Bram.Dia pun menanyakan kepada Bram baju yang akan di pakai.
" Mas aku mesti memakai baju apa"
" Kamu tidak perlu memakai baju aku justru lebih senang"
"Mas jangan bercanda deh"
Bram pun berjalan melangkah meninggalkan kamar tersebut dia pun mengambil koper yang berada di kamar sebelah .Setelah mendapatkan koper dia pun masuk kembali ke kamarnya. Membuka koper tersebut menyerahkan baju kepada Sisil.
Sisil pun menyuruh Bram untuk tidak melihatnya saat memakai baju,walaupun semalam mereka sama -sama tidak memakai baju tetapi Sisil masih belum terbiasa.
Bram pun segera membalikkan badannya dia pun menuju ke lemari mengambil bajunya sendiri .Bram pun segera memakai bajunya. Setelah di rasa Sisil sudah memakai baju ,Bram pun membalikkan badannya. Dia pun duduk di atas ranjang berhadapan dengan Sisil yang duduk di atas meja rias.
Bram pun segera mengajak Sisil turun ,dia pun menanyakan kepada Sisil apakah masih sakit. Kalo masih sakit biar Sisil di dalam kamar saja.
" Apakah bisa jalan"
Sisil pun mencoba berjalan tetapi merasa sedikit sakit. Bram yang mengerti segera meminta Sisil berada di kamar dia pun izin pergi ke bawah untuk mengambil sarapan.
" Mas bukannya tidak ada orang di rumah ini,apakah mas memasak untuk sarapannya"
" Kamu tenang saja aku sudah menyuruh bibik untuk membuat sarapan tapi setelah itu bibik pergi setelah selesai. Karena aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu"
Bram pun segera turun ke bawah tapi sebelum itu dia mencium kening Sisil terlebih dulu sebelum turun.Bram yang sudah ada di meja makan dia mengambil makanan menaruhnya di atas piring setelah di rasa cukup Bram pun segera naik ke atas .
Bram pun menyuruh Sisil untuk sarapan ,tetapi justru mereka makan sepiring berdua dengan saling menyuapi hanya ada kebahagian di antara mereka berdua apalagi Bram merasa sangat bahagia karena bisa menikahi wanita yang menjadi cinta pertamanya.