
Mobil yang di kendarai Bram sampai di depan sebuah restauran Bram dan Sisil pun masuk ke dalam duduk saling berhadapan. Setelah pelayan datang menanyakan menu yang akan di pesan. Bram pun memesan beberapa makanan serta makanan yang di sukai Sisil kepada pelayan.
Setelah pelayan pergi mencatat semua makanan dan minuman yang di pesan. Bram pun memandangi Sisil wanita yang dulu pernah mengisi hatinya dulu.Sisil yang di pandangi Bram tidak berani melihat Bram yang nota bandnya adalah bosnya dia hanya mendudukan matanya.Hingga Bram berbicara membuat hati Sisil bergetar.
"Sampai kapan kamu akan berpura -pura tidak mengenaliku"
Sisil pun diam saja tanpa berani menjawab perkataan bosnya dia tidak meyangka bahwa Bram mengingatnya dia padahal kejadiaan itu sudah lama terjadi.
"Sisil aku tidak meyangka kenapa dulu kamu tega meninggalkanku tanpa memberikan penjelasan tentang hubungan kita apa kamu tidak tahu betapa kecewanya aku terhadapmu, aku sudah mencari mu ke mana -mana untuk mempertanyakan kenapa kamu pergi menjauh dari aku"
" Maaf Bram hanya kata itu yang bisa aku ucapakan kepadamu" Sisil mengatakan dengan bibir bergetar seolah - olah kejadian itu baru kemarin terjadi.
Pelayan pun datang menghidangkan makanan di meja makan. Bram pun menyuruh Sisil untuk makan . Tanpa banyal bicara mereka berdua makan dalam keheningan hanya bunyi sendok yang terdengar. Bram dan Sisil pun mengingat kejadian bertahun -tahun silam.Ketika Sisil meninggalkan Bram tanpa ada penjelasan sedikitpun padahal hubungan mereka baik -baik saja.
Setelah selesai makan dan meminum minuman masing -masing Bram pun kembali bicara pada Sisil.
" Apa hanya kata maaf yang bisa kamu ucapakan tanpa mau memberiku penjelasan apalagi aku masih ingat betul dengan rasa kecewa yang kamu torehkan di hatiku"
" Bram maaf aku telah membuatmu kecewa di masa lalu"
Deg Sisil tidak meyangka bahwa Bram masih mengingat dengan baik makanan kesukaannya. Sejak awal Bram memesan makanan tanpa minta pendapatnya apa yang di inginkan sudah membuat dia curiga apalagi Bram memesan makanan kesukaannya . Sisil pun sudah curiga bahwa Bram mengenalnya tapi Sisil menepis tentang angapan itu mungkin hanya kebetulan.
" Bram maafkan aku walaupun kata maaf tidak bisa mengobati rasa kecewamu kepadaku"
" Apakah kamu tidak ingin memberiku alasan yang tepat kenapa kamu tega mempermainkan perasaanku saat itu"
" Bram..."
"Ayolah Sisil aku butuh jawaban bukan kata maaf saja" Bram pun melihat ke dalam bola mata Sisil ada sebuah kesedihan
" Maaf pak aku tidak bisa , klo begitu mulai hari ini saya berhenti dari kantor bapak" Sisil pun tidak bisa memberikan alasan kepada Bram lebih baik dia mengundurkan diri.Karena Sisil tidak ingin orang lain mengasihani nasibnya.
" Ok klo kamu berhenti tapi kamu harus menganti semua dengan uang yang banyak jika kamu membatalkan kontrak kerja klo kamu tidak percaya kamu bisa menghubingi bagian hrd"
" Apa ..." Sisil tidak meyangka bahwa ada peryataan seperti itu waktu itu Sisil langsung tanda tangan tanpa membaca lebih teliti karena Sisil anggap surat peryataan kontrak biasa karena yakin Bram sudah tidak mengenalnya lagi.Tapi hari ini perkataan Bram membuat Sisil yakin bahwa Bram mengenalnya dan itu membuat Sisil takut dengan sikap Bram yang sekaran sangat berbeda dengan Bram yang dulu.