
Suasana dikelas yang biasanya tenang tanpa ada permasalahan, kini terlihat suram. sesuram masa depan Mei tentunya.
Kini Mei dikagetkan dengan kehadiran Mia yang ikut berkumpul bersama dirinya. Mia duduk dengan tenang sambil memainkan ponsel digenggaman.
Saat ini hanya ada ia dan Mia yang duduk bersama. Sedangkan kedua sahabatnya belum tiba disekolah.
“Mia...maaf sebelumnya, kenapa kau duduk disini?”tanya Mei dengan melirik Mia yang masih sibuk dengan Ponsel pintarnya.
“Kursiku telah di beri lem dan beberapa perekat.” Mia menjawab dengan santai. Tak perlu dijelaskan, Mei sudah mengerti apa yang dimaksud dengan Mia.
Kemarin Mia telah memberikan kejutan baru untuk para siswa yang ada. Dan mereka telah mengetahui bahwa Mia merupakan kekasih sang pemilik sekolah. Ditambah pria tersebut sang idola disekolah mereka. wajar saja jika ada orang-orang yang mulai membencinya.
“Kamu bisa mengunakan kursiku...”ucap Mei yang ingin berdiri dan pindah tempat duduk. Ia tak ingin nanti sang Ibu marah melihat putri kesayangannya diperlakukan seperti ini.
Belum sempat ia meninggalkan tempatnya, Lestari dan Putri tiba, mereka berdiri didepan Mei dengan pandangan tak setuju.
“Mei! untuk apa kau lakukan itu. Lebih baik kau duduk ditempatmu.”Lestari menuntun Mei untuk duduk kembali, tapi seperti apa yang diucapkan. Mia sudah duduk dengan tenang tak memperdulikan Mei yang ingin kembali duduk.
“Hei Mia! Itu tempat duduk Mei.”ucap Lestari, ia mengunakan nada bicara yang tinggi untuk memberitahukan bahwa saat ini ia tak bermain-main.
“Sudahlah Lestari, aku yang menyuruhnya,”Mei menenangkan sahabatnya. ia tak ingin terjadi perkelahian yang membuat kedua belah pihak saling mempertemukan orang tua.
“Kamu dengar sendiri? Dia yang ingin aku duduk disini.”ucap Mia yang beralih untuk mengenakan earphone miliknya.
Semua siswa mulai memperhatikan mereka. yang menjadi keseruan kali ini adalah Mia sang kekasih dari pewaris keluarga Altha dan Dua Nona muda yang juga sangat terkenal disekolah mereka.
Lestari dan Putri tak memperdulikan status mereka, bahkan mereka akan menolak mentah pertemanan jika ada yang ingin berteman. Karena, mereka tahu bahwa saat ini ada nama keluarga mereka yang membuat orang-orang menjadi penjilat.
Seluruh siswa memperhatikan kesetiap orang, dan mereka tak lupa melihat objek yang membuat keributan ini menjadi seru.
Dan objek itu tak lain adalah Mei yang merupakan anak berprestasi tetapi tidak memiliki kekayaan apapun. mampu berteman dengan anak kaya, bisa saja ia menjadi seorang yang sangat berbeda jika menjilatkan dirinya kepada Lestari dan Putri. Tapi itu hanya imajinasi mereka. nyatanya Lestari dan Putrilah yang ingin berteman dengan Mei.
Perkelahian dengan aura yang panas berhenti saat seseorang tiba-tiba masuk kekelas.
“Apa yang kau ributkan?”tanya seorang pria. Suara yang candu untuk para wanita dan menjadi musuh lelaki yang melihat kedatangannya.
Ia tak lain adalah Altha Fandra yang melangkah menuju ketempat empat gadis yang menjadi sorotan.
Semua orang langsung berasumsi bahwa Mia yang akan didatangi oleh sang Idola ini, tapi sayang seribu sayang yang didatangi sang Idola adalah Putri, gadis yang sibuk memakan cemilannya.
“Kamu tak kenapa-napa kan?”tanya Altha Fandra kepada wanita yang bahkan tak menghiraukannya.
Semua orang langsung terdiam melihat kejadian ini. Bagaimana bisa Mia yang berdiri didepan Altha Fandra tidak dilirik sekali pun, malah Putri yang cuek dilirik oleh Altha Fandra. Semua orang langsung berbisik-bisik melihat apa yang terjadi.
“Lihat,apa yang ku bilang kemarin. Tuan Muda itu pasti mengikuti darah ayahnya. ia bisa menaruh hati kepada wanita lebih dari satu orang.”
“Kamu benar...kasihan Mia,”
Mendengar bisikkan orang-orang, Mia langsung mendatangi Altha Fandra yang masih berusaha berbicara kepada Putri.
“Apa maksudnya ini?”tanya Mia kepada Altha Fandra yang kini memandang rendah padanya.
“Maksudmu?”tanya Altha Fandra kembali. Mia yang mendengarnya meringis. “kamu bertanya? apa statusku, aku kekasihmu...kau malah selingkuh dengannya?”tanya Mia dengan berani menarik kerah baju sekolah Altha Fandra.
Membuat semua orang langsung membelakkan mata. Mereka tak akan berani melakukannya, karena yang mereka tahu bahwa tuan muda kedua ini sangat benci kontak fisik seperti ini.
Tuan muda kedua ini akan mengunakan kontak fisik jika ia yang memulai tapi jika orang lain, bahkan tanpa izin melakukannya. Maka mohon maaf anda ada diblack listnya.
“Kamu berani menyentuhku? Mia siapa dirimu,”Altha Fandra melepaskan cengkraman milik Mia. Ia kemudian melangkah untuk mendekati Putri yang masih dengan santai memakan cemilan miliknya.
Merangkul pingang Putri dan mendekatkannya kedada Altha Fandra. Membuat Putri langsung menjauh tapi ia ditahan oleh rangkulan milik Altha Fandra.
“Putri Amelia Dila adalah tunanganku jadi mohon maaf untuk anda Mia, anda bukan siapa-siapa bagiku.”ucap Altha Fandra dengan nada yang tinggi membuat semua orang langsung terdiam lagi.
“Jadi selama ini, Putri dan Tuan muda Kedua itu tunangan,kok kita baru tahu.”
“Kapan mereka bertunangan, tak ada yang menjelaskan tentang hal ini?”
“Sepertinya pertunangan mereka baru saja diresmikan.”
Bisikkan demi bisikkan dan argumen saling bersahut. Membuat Mia langsung menohok mendengar semua yang masuk ditelinganya. Tak terima, ia menyerang Putri yang masih dalam rangkulan Altha Fandra.
Tapi sayang niat itu tak akan berhasil karena Altha Fandra langsung menjauhkannya dan mendorong Mia hingga terpental dimeja yang ada. Membuatnya mengaduh kesakitan.
Mei yang melihatnya langsung menolong. Ia berusaha untuk mengangkat Mia yang terbatuk karena terhempas. Semua yang menyaksikan hanya memandang remeh kepada mereka.
“Mia,kau tak apa-apa?”tanya Mei yang kini telah berhasil membuat Mia mendudukan diri. Tetapi, Mei yang menunggu jawaban dari Mia, malah mendapatkan rasa sakit yang menjalar dikepala.
Ia mendapat jambakkan dari Mia yang kini mulai menarik dirinya.
“Kau! Kau, pasti telah mengetahuinya kan?..katakan, Kau dan Sahabatmu itu diam-diam menyiksaku ya...dasar anak SAMPAH!”
Mei langsung ditarik dan dihempaskan kemeja, rambutnya dijambak lagi dan dihantam tepat dimejanya sendiri. diangkat lagi kepala itu dan dihantam lagi hingga berkali-kali.
Kini darah mengalir diwajah Mei, ia benar-benar lemas sekarang. Semua orang yang melihatnya langsung menutup mulut tak percaya, gadis yang tenang tak terlihat motif lain ternyata sangat mengerikan jika marah.
Lestari langsung menarik Mia dan menghempaskan tubuhnya kedinding. Ia mengangkat Mei untuk bisa dibawa ke ruang Uks. Putri pun tak tinggal diam, ia juga membantu Mei yang kini telah pingsan. Tapi mereka kaget dengan seseorang yang mengangkat Mei terlebih dahulu.
“Kam-”reaksi Altha Fandra melihat pria yang meninggalkan kelas, dengan membawa Mei dalam gendongannya.
“Putri kamu mengenalnya?”tanya Lestari,ia merapikan tas milik Mei dan berniat untuk menyusul Mei. Tapi sayang seribu sayang, lagi-lagi pengawal orangtua mereka berada diambang pintu.
“Sial...kenapa mereka ada disini?”benak Lestari melihat pengawalnya. Sedangkan Putri menghadapi Altha Fandra yang kini sedikit bengong.