
Sedangkan Alif setelah meninggalkan Cantika di taman dia langsung pergi kerumah kedua orang tuanya.
Bagaimana pun juga dia harus bicara dengan mamah nya, sesampainya dia di sana Alif langsung masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum.. " salam Alif ketika melihat kedua orang tuanya sedang bersantai di ruang keluarga
" Waalaikumsalam.. " jawab kedua nya bersamaan
" Loh Lif kamu kesini, istri kamu tidak ikut.. ? " tanya papah
Alif pun langsung mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
" Nggak pah, Keysa lagi di rumah sakit. Dia sedang di rawat disana dari kemarin sore.. " kata Alif sambil duduk
" Keysa sakit apa Lif..? Kalau Keysa sakit kenapa kamu kesini bukannya menjaga dia.. " tanya papah heran
" Dia terlalu stres, dan kami juga hampir kehilangan anak kami. Papah tahu kan kami sangat mengharapkan kehadiran anak itu..? " kata Alif sambil melihat mamah nya dengan tajam
" Ya kamu jaga dong anak dan istri kamu itu, kamu tahu kan wanita hamil sangat sensitif ada masalah sedikit saja kadang suka jadi pikiran untuk nya.. " kata papah
" Alif sih sudah jaga pah, tapi ada orang yang sengaja membuat Keysa seperti ini.. "
" Siapa orang itu dan kenapa dia melakukannya.. ? "
" Siapa lagi pah kalau bukan mamah.."
" Mamah.. " kata bu Widya dan pak Alex bersamaan
" Iya mamah.. " kata Alif
" Kamu jangan asal bicara, mamah saja sudah lama nggak ketemu sama wanita itu. Bagaimana bisa mamah menyakitinya.. " kata bu Widya yang sejak tadi hanya diam saja
" Apa kamu tidak salah Lif, yang di katakan mamah kamu itu benar, dia sudah lama tidak bertemu Keysa.. " kata pak Alex membela istrinya
" Papah mau tahu apa yang sudah di lakukan mamah ..?? Mamah sudah menghasut Cantika dengan omongan mamah yang semua nya nggak benar.. Papah tahu apa yang di katakan mamah sama Cantika, mamah mengatakan kalau Revan adalah anak selingkuhan Keysa dan Alif terpaksa menerima itu semua dan yang lebih parahnya lagi mamah juga mengatakan anak yang di kandung Keysa sekarang adalah anak hasil hubungan gelap Keysa dan selingkuhan nya.
.. Alif nggak nyangka mamah bisa mengatakan itu, padahal sekarang Keysa sedang hamil cucu mamah, ini sudah sangat lama kenapa mamah masih membenci Keysa.. " kata Alif
Papah yang tidak percaya dengan kata - kata anaknya juga melihat ke arah bu Widya.
" Apa yang di katakan Alif itu semua benar mah.. ? Mamah mengatakan itu semua kepada Cantika.. ? Ya allah mamah, kenapa mamah seperti ini, mamah yang papah kenal bukan wanita jahat yang suka memfitnah orang.. " kata pak Alex
Mamah yang melihat anak dan suaminya sedang menghakimi dirinya merasa terpojok.
" Mah jawab kenapa mamah lakukan ini sama Alif dan Keysa.. ? " tanya Alif lagi.
" Karena dari awal mamah tidak suka dengan Keysa, dia hanya anak seorang pembantu yang pernah kerja di rumah kita, mau di taruh dimana muka mamah kalau semua teman - teman mamah tahu siapa Keysa.. " kata bu Widya yang sudah tidak tahan lagi.
" Mah mungkin dia anak seorang pembantu tapi mamah juga harus ingat dia juga anak pak Arman pengusaha terkaya di indonesia, bahkan saat ini semua aset perusahaan nya sudah pindah ketangan Keysa.. Tapi kenapa mamah masih memandang Keysa seperti itu.
... Keadaan yang membuat ibunya Keysa menjadi seorang pembantu di rumah kita, kalau saja dulu keadaan nya tidak seperti itu mungkin Keysa tidak perlu hidup susah.. " kata Alif.
" Papah benar - benar kecewa sama mamah, hanya karena rasa malu, mamah bisa menghalalkan segala cara. Termasuk memfitnah menantu mamah sendiri.. " kata papah yang langsung mengajak Alif pergi dari sana.
" Ayo Lif sebaiknya kita pergi saja dari sini, biarkan mamah kamu merenungi kesalahan nya.. " kata papah
" Alif benar - benar kecewa sama mamah, selama ini kami berusaha bersabar dan mengerti akan sikap mamah tapi kali ini mamah sudah keterlaluan.. " kata Alif yang ikut berdiri dan mengikuti papah Alex.
Selama mereka menikah pak Alex tidak pernah marah terhadapnya, kalau pun ada masalah pasti akan segera di selesaikan dengan kepala dingin.
Begitu pun dengan Alif, dia tidak pernah marah dengan ibu nya bahkan selalu mengalah.
Apa benar kali ini dia sudah keterlaluan, bu Widya pun lebih memilih pergi ke kamar nya.
Sedangkan pak Alex dan Alif sudah dalam perjalanan ke rumah sakit, mereka akan menemui Keysa.
" Lif maafin mamah kamu ya, papah nggak tahu kenapa mamah kamu bisa melakukan hal ini.. " kata pak Alex saat mereka sudah berada di jalan
" Iya pah, Alif cuma masih nggak terima saja sama perlakuan mamah ke Keysa. Kami hampir saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kami, lagian Alif nggak habis pikir kenapa mamah masih saja tidak merestui kami padahal sudah ketahuan Keysa itu anak siapa.. " kata Alif yang tidak mengerti jalan fikiran mamahnya.
" Jangankan kamu papah saja tidak mengerti, mamah kamu terlalu di butakan oleh status. Dia pikir status itu diatas segala - galanya.. "
Mereka pun terus mengobrol sampai tidak terasa jika sudah sampai di rumah sakit.
Alif pun langsung membawa papahnya ke ruangan Keysa.
" Assalamualaikum.. " salam Alif dan pak Alex bersamaan ketika memasuki ruangan Keysa.
" Waalaikumsalam.. " jawab semua orang yang ada di ruangan ini.
Alif melihat sudah ada ayah mertuanya di sini, dia pun berjalan menghampriri pak Arman dan mencium tangan nya.
" Ayah kapan datang.. ? " tanya Alif
" Tadi dari bandara langsung kesini, " jawab pak Arman.
" Hai sayang gimana keadaan kamu sekarang.. ? " tanya Alif sambil mendekat kearah Keysa.
" Sudah mendingan mas, pah.. " kata Keysa sambil tersenyum kearah mertuanya.
Dia pun langsung mencium tangan papah Alek.
" Papah sendiri mamah nggak ikut.. ? " tanya Keysa sambil tersenyum.
" Nggak sayang mamah lagi ada urusan jadi papah saja dulu yang jenguk kamu nya.. " kata pak Alex sambil mengelus kepala Keysa.
" Evan mana sayang... ? " tanya Alif yang tidak melihat putra kesayangannya.
" Tadi dia di bawa sama si mbak pulang dulu.. " jawab Keysa
" Key.. " panggil pak Alex
" Iya pah ada apa... ? " tanya Keysa
" Papah mau minta maaf atas kelakuan mamah selama ini sama kamu, sungguh papah merasa malu dengan sikap mamah itu. Papah merasa sebagai suami papah tidak bisa mendidik mamah dengan benar.. " kata pak Alex sedih
" Papah jangan bicara seperti itu, papah nggak pernah gagal ko, lihat mas Alif dia sangat bangga sama papah bahkan mas Alif ingin sekali seperti papah dan soal mamah Key sudah maafin mamah jauh sebelum papah meminta maaf.. " kata Jeysa sambil tersenyum.
" Terima kasih sayang, kamu memang wanita yang baik. Alif tidak salah memilih kamu sebagai pendampingnya.. " kata pak Alex.
Kini dia merasa lega ketika tahu Keysa tidak marah dengan istrinya, bahkan dia merasa sangat beruntung memiliki menantu seperti Keysa.