
Tepat jam 9 pagi Keysa pergi ke proyek di temani oleh supir kantor yang tadi di kirim Alif ke apartemennya.
Setelah melihat langsung pengerjaannya Keysa pun segera meninggalkan tempat itu, saat di tengah jalan mobil nya berhenti di sebuah lampu merah.
Dia melihat seorang anak yang sedang di pukul oleh seorang laki - laki dewasa.
Keysa pun memutuskan untuk turun dan membantu anak itu.
" Berhenti.. " kata Keysa
Sontak laki - laki itu melihat ke arah Keysa sedangkan si anak sudah berlari ke belakang tubuh Keysa.
" Loe jangan ikut campur urusan gue.. " bentak laki - laki itu
" Tapi tidak sepantasnya bapak memukul anak bapak sendiri di pinggir jalan seperti ini apa lagi dia masih kecil.. " kata Jeysa
" Kalau loe nggak tahu apa - apa diem aja, dia bukan anak gue. Apa salah kalau gue nyuruh dia kerja, karena itu sudah tugas dia cari duit buat gue, sekarang serahin tuh anak atau loe terima akibatnya.. " kata laki - laki itu
" Nggak akan saya kasih anak ini sama laki - laki kaya kamu.. " kata Keysa yang langsung menggendong anak itu dan memeluknya dengan sangat erat.
" Berani loe ya.. " laki - laki itu pun menarik anak itu dari pangkuan Keysa di saat yang bersamaan Surya melihat Keysa dan dia pun langsung turun.
" Lepasin mereka.. " kata Surya
" Kalau gue nggak mau loe mau apa, mau jadi jagoan hah.. " kata laki - laki itu dan langsung memukul Surya.
Supir Keysa yang melihat kejadian itu pun langsung membantu Surya, akhirnya laki - laki itu pun pergi.
" Awas aja loe semua kalau gue ketemu sama loe lagi terutama loe. Gue bakalan bikin perhitungan.. " tunjuk laki - laki itu kepada Keysa
" Kamu nggak apa - apa Key.. ? " tanya Surya
" Nggak apa - apa bang, makasih sudah bantuin saya... " kata Keysa
" Ibu tidak apa - apa.. ? " tanya pak Yanto
" Nggak apa - apa pak, pak kita tidak jadi ke kantor, kita langsung ke runah sakit saja.. Kita harus bawa anak ini, badannya panas sekali.. " kata Keysa tanpa berniat melepaskan anak itu dari dekapan nya.
" Ini anak siapa Key.. ? " tanya Surya penasaran
" Saya juga nggak tahu pak, tadi saya lihat dia sedang di pukul oleh laki - laki itu. Karena tidak tega akhirnya saya turun dan menolong dia.. " jelas Keysa
Surya pun tersenyum, dia semakin kagum dengan Keysa mungkin wanita lain tidak akan mau menolong anak ini apa lagi sampai harus berhadapan dengan preman tadi.
Tapi Keysa malah menolongnya dan lihat dia terus saja menggendong anak itu tanpa merasa jijik atau pun risih karena penampilan anak itu yang terlihat sangat kotor.
" Bang maaf Key duluan ya, sekali lagi terima kasih sudah menolong Key tadi.. " kata Keysa membuyarkan lamunan Surya
" Ah iya silahkan.. "
Keysa pun langsung masuk kedalam mobil dan segera membawa anak ini ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, anak itu langsung di periksa oleh dokter sedangkan Keysa langsung menghubungi Alif.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter keluar juga, Keysa pun segera menghampiri dokter itu.
" Dokter bagaimana keadaannya.. ? " kata Keysa khawatir
" Untung dia segera di bawa kesini, anak itu terkena demam berdarah dan harus segera di tangani. Kita lihat beberapa hari kedepan semoga saja setelah mendapat perawatan keadaan nya membaik.. " jelas di dokter itu
" Apa boleh saya melihat dia dok.. ? "
" Tentu, tapi jangan dulu di ajak banyak bicara biarkan dia beristirahat dulu. Kalau begitu saya permisi.. "
Dia berjalan mendekat ke arah anak kecil itu dan mengelusnya dengan sangat hati - hati.
Mata anak itu terbuka ketika merasakan sentuhan dari Keysa.
" Hai sayang, tante bangunin kamu ya.. ? " kata Keysa sambil tersenyum
Anak itu langsung menggeleng,
" Sayang nama kau siapa.. ? kalau nama tante Keysa.. "
" Revan " jawab anak itu
" Umur kamu berapa tahun sayang dan kenapa kamu bisa sama laki - laki itu, orang tua kamu dimana.. ? "
" Umur aku lima tahun tante, yang tadi itu om Barong, dia preman yang nampung anak - anak kaya Evan dan Evan nggak tahu siapa orang tua Evan sebenarnya, dari kecil Evan sudah sama om barong dan teman - teman yang lain nya.. " jawab anak itu sedih
Mendengar cerita anak itu hati Keysa merasa sangat sedih dan sakit.
" Tante Evan nggak mau balik lagi ke om Barong, dia suka pukul dan maksa Evan kerja.. " kata Revan lagi
" Iya sayang kamu nggak akan kesana lagi, mulai sekarang kamu akan tinggal sama tante.. " kata Keysa dan langsung memeluk tubuh mungil Revan.
Entah kenapa dia sangat menyayangi Revan dan tidak ingin berpisah lagi dengan anak ini, mungkin ini jawaban allah untuk nya.
Allah mengirim Revan di dalam hidupnya, dan tidak jauh dari tempat Keysa ada Alif yang sedang melihat istrinya itu memeluk seorang anak kecil.
Terlihat wajah Keysa sangat bahagia dan sudah lama sekali Alif tidak melihat Keysa sebahagia ini.
Alif pun berjalan mendekat dan memeluk Keysa dari samping.
Keysa melihat ke arah Alif dan tersenyum.
" Mas kenalin ini Revan dan Revan ini om Alif suami tante.. " kata Keysa sambil melepaskan pelukannya
Revan pun langsung mencium tangan Alif, Alif tersenyum sambil mengelus rambut anak itu.
" Nah sekarang Revan sebaiknya istirahat dulu tante sama om mau keluar dulu sebentar, nanti tante kesini lagi ya.. " kata Keysa dan langsung di angguki oleh Revan
Setelah di rasa Revan sudah tertidur Keysa pun mengajak Alif untuk mengobrol di depan.
Keysa pun menceritakan semua kejadiannya tanpa dia kurangi sedikit pun.
" Sayang lain kali kalau seperti itu kamu sebaiknya jangan turun dulu dari mobil, kamu minta bantuan kepada siapa saja yang ada di sekitar kamu, coba tadi kalau pak Surya telat mas yakin kamu pasti sudah di apa - apain sama preman itu.. " kata Alif setelah mendengar cerita Keysa
" Mas.. " panggil Keysa
" Ada apa sayang.. "
" Bisa tidak Revan tinggal sama kita, sejak pertama ketemu sama dia aku sudah jatuh cinta dengan anak itu. Mungkin Revan anak yang di kirim allah buat kita.. " pinta Keysa, dia berharap suaminya itu mengabulkan permintaan nya.
" Lalu orang tua Revan, mereka pasti khawatir sayang.. "
" Revan bilang dari kecil dia sudah tinggal bersama preman itu dan dia juga tidak tahu siapa orang tuanya. Mas boleh ya, kalau perlu kita adopsi saja Revan.. " kata Keysa semangat
" Baiklah kalau gitu mas ijinin dia untuk tingal sama kita tapi untuk adopsi mas harus selidiki dulu siapa Revan, takutnya dia masih punya orang tua. Siapa tahu kan dia berbohong dan bilang sama kamu kalau tidak punya orang tua.. " kata Alif
" Ya sudah nggak apa - apa, tapi mas harus janji setelah mas selesai menyelidikinya mas kasih tahu segera keputusan mas sama Key.. " kata Keysa sambil tersenyum
" Tentu sayang, mas akan secepat nya meminta Yuda menyelidiki anak itu.. " jawab Alif