
Setelah selesai sholat mereka bertiga pun kembali turun ke bawah, Keysa menuntun tangan Revan sampai di depan meja makan, dia pun mendudukan Revan di samping Alif.
Keysa mulai mengambil nasi serta lauknya untuk Alif dan setelah itu dia juga mengambil nasi serta lauk untuk Revan.
" Nih sayang, baca doa dulu ya.. " kata Keysa sambil memberikan sepiring nasi ketangan Revan
" Terima kasih tante.. " jawab Revan sambil menerima nasi itu
Pada akhir nya mereka bertiga pun makan bersama, Keysa melihat ke arah Revan dan langsung tersenyum.
" Bagaimana makanannya enak Van.. ? " tanya Keysa
" Ini enak banget tante, jujur Evan baru pertama kali makan makanan seenak ini, masakan bu Siti saja kalah.. " jawab Revan
" Syukurlah kalau kamu suka, kalau kamu mau bisa ambil lagi.. " tawar Keysa
" Iya tante terima kasih.. " Revan pun kembali memakan makanan nya.
Setelah selesai makan Alif membawa Revan ke ruang keluarga, sedangkan Keysa membereskan sisa makanan dan mencuci piring kotor.
Setelah semua pekerjaan nya selesai dia pun ikut bergabung bersama kedua jagoannya.
Keysa duduk di samping Revan dan mengelus rambut anak itu dengan sayang.
" Sayang tante sama om mau bicara sama kamu.. " kata Keysa sambil melihat ke arah Revan
" Tante sama om mau bicara apa.. ? Apa kalian akan mengembalikan Evan ke tempat om Barong.. ? " tanya Revan yang mulai khawatir jika harus kembali lagi ke tempat itu
Keysa pun tersenyum sambil mengusap pipi Revan.
" Apa Evan senang tinggal disini.. ? " tanya Alif
" Iya om Evan sangat senang tinggal disini, kalian sangat baik sama Evan beda dengan om Barong yang selalu jahat.. " jawab polos Revan
" Apa Evan mau jadi anak om dan tante.. ? " kata Alif yang mulai mengelus rambut Revan
Revan terdiam lalu dia pun menundukan kepalanya, Keysa yang melihat itu pun merasa sangat khawatir, dia takut Revan akan menolak mereka.
" Apa kamu tidak mau menjadi anak kami.. ? " tanya Alif lagi
Revan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban,
" Bukan om, Evan sangat mau menjadi anak kalian, tapi.. " kata Revan terjeda
" Tapi apa sayang.. ? " tanya Keysa yang penasaran
" Apa kalian tidak akan malu jika menjadikan Evan anak kalian, Evan kan hanya anak jalanan.. " kata Revan yang mengingat asal usul nya
Keysa langsung memeluk tubuh Revan dengan sangat erat.
" Sayang kami tidak akan pernah malu, karena kamu anak yang di kirim allah untuk kami.. " kata Keysa
" Jadi bagaimana Evan, apa kamu mau menjadi putra kami dan mengangap kami seperti orang tua kamu sendiri.. ? " tanya Alif
" Evan mau om, sudah lama sekali Evan ingin punya orang tua.. " kata Revan, Keysa dan Alif pun langsung memeluk tubuh Revan secara bersamaan.
" Nah sayang mulai sekarang kamu panggil tante dengan panggilan ummi dan untuk om kamu panggil abi.. " kata Keysa setelah melepaskan pelukan nya.
" Iya ummi.. " kata Revan
Keysa pun langsung menangis ketika mendengar Revan memanggilnya ummi, dia merasa sangat bahagia dan langsung memeluk putra nya itu.
" Abi, Ummi, terima kasih kalian sudah mau menjadi orang tua Evan.. Evan sayang sama ummi dan abi.. " kata Revan yang ikut menangis
Alif sangat terharu melihat pemandangan di depan nya, ini kali pertama ada anak yang memanggil nya dengan panggilan abi.
Mungkin Keysa benar Revan adalah anak yang di kirim oleh allah untuk melengkapi kebahagian mereka, Alif pun kemudian memeluk mereka berdua dan mengecup kening Keysa dan Revan secara bergantian.
Setelah puas berpelukan mereka pun mulai menghabiskan hari bersama - sama hanya ada canda tawa yang menghiasi ruangan ini.
" Mas, kayanya kita harus belanja deh.. " kata Keysa sambil melihat Alif
" Bukannya baru kemarin ya sayang kita belanja, dan mas lihat di kulkas juga masih banyak sayur dan juga buah.. " jawab Alif
" Maksud Key bukan belanja itu mas, kita harus membeli kebutuhan Revan, kaya baju, sepatu, dan yang lainnya. Waktu Revan di rumah sakit kan kita hanya beli beberapa potong baju saja.. " jelas Keysa
" Oh itu, ya sudah kita pergi saja sekarang.. Evan mau kan pergi jalan - jalan sama abi dan ummi.. ? kita beli baju dan mainan yang banyak buat kamu.. " kata Alif
" Evan mau abi.. " jawab Revan antusias
Akhirnya setelah berganti baju mereka bertiga pun mulai pergi meninggalkan apartemen.
Sesampainya mereka di sebuah mall yang terbesar di Bandung, Alif langsung menggendong tubuh kurus Revan dan tangan satunya menggengam tangan Keysa.
Mereka terlihat seperti keluarga bahagia, sesampainya di toko baju Keysa pun mulai memilih baju untuk Revan, tidak lupa dia juga membeli baju koko, sarung.
Sedangkan Alif membawa Revan ke toko mainan, disana mereka memilih banyak mainan.
Setelah selesai memilih baju Keysa tidak melihat suami dan anak nya, padahal tadi dia sudah bilang jangan pergi jauh - jauh, kenapa sekarang malah tidak kelihatan.
Keysa pun mengabil handphone nya dan menghubungi Alif.
" Hallo mas, kamu di mana. Kenapa tidak ada di toko baju.. ? " tanya Keysa saat panggilan nya tersambung
" Mas ada di toko mainan sayang, kamu sudah selesai belanja nya.. ? "
" Sudah, makanya Key cari mas.. Ya sudah Key nyusul kesana ingat jangan kemana - mana.. " kata Keysa
Keysa pun segera mengakhiri panggilan nya dan mencari toko mainan, setelah cukup lama mencari akhirnya Keysa dapat menemukan mereka juga.
" Kan tadi Key sudah bilang tunggu di sana. Kenapa malah ningalin key sih.. " kata keysa
" Iya maaf sayang, habis kamu lama banget. Kerena takut Evan bosen jadi mas bawa dia kesini.. " kata Alif sambil tersenyum
" Ummi coba lihat abi beliin Evan mainan banyak sekali, ini mainan pertama yang Evan punya.. " kata Revan sambil memperlihatkan semua mainan yang sudah di belinya
" Kamu senang sayang.. ? " tanya Keysa dan langsung di angguki oleh Revan
" Kita bisa membelinya lagi kalau kamu mau.. " tawar Keysa
" Tidak ummi ini sudah cukup.. " tolak Revan
Setelah dari toko mainan mereka bertiga pun menuju ke lantai atas disana banyak sekali wahana permainan yang bisa di main kan oleh Revan.
Sesampainya disana mereka langsung bermain, terlihat Revan sangat bahagia.
Kerena lelah Keysa pun memilih duduk sedangkan Alif dan Revan masih saja terus bermain.
Keysa melihat kedua pria nya dan dia pun tersenyum, dia bersyukur karena Revan hadir di tengah - tengah mereka, walau baru sehari tapi Revan sudah membawa warna yang berbeda untuk mereka berdua.