KEYSA

KEYSA
72 ,



Tok.. tok.. tok..


Terdengar ketukan dari balik pintu kamar Alif, Alif pun segera berjalan dan membuka pintu kamarnya.


" Maaf den si mbok ganggu, aden sudah di tunggu makan malam sama tuan dan nyonya.. " kata si mbok


" Iya terima kasih mbok sebentar lagi kami turun.. " jawab Alif


Setelah mengatakan itu Alif pun segera menutup pintunya lagi, dia melihat Keysa yang baru saja selesai memakai kerudungnya.


" Kamu harus ingat kata - kata mas tadi sore, apa pun yang di katakan mamah yang nantinya kamu nggak perlu dengerin apa lagi memasukan nya kedalam hati.. " kata Alif mengingat kan


" Iya Key akan selalu ingat, asal mas selalu ada sama Key, pasti Key bisa lewatin semuanya.. " kata Keysa sambil tersenyum


Alif pun mengecup kening Keysa sekilas lalu mengajak nya untuk makan malam, tidak lupa dia juga mengajak Revan untuk makan malam bersama.


Sesampainya di ruang makan mereka langsung duduk, mamah Widya melihat ke arah Keysa dengan tatapan tidak suka dan Keysa menyadarinya.


" Serasa nyonya besar ya, mau makan saja harus di panggil dulu.. " sindir bu Widya


"Naaf mah, tadi kami sholat isya dulu sehingga telat turun untuk makan malam nya.. " jawab Alif


" Sudah - sudah sebaiknya kita makan, papah sudah sangat lapar.. " kata papah Alex


Mereka pun mulai makan malam, bu Widya masih sangat kesal karena Alif kini sudah berubah.


Sejak menikah dengan Keysa Alif semakin jauh dengan keluarganya, bahkan Alif semakin sering menentang keinginan nya.


Dulu sebelum Alif kenal Keysa dia anak yang baik dan penurut apa pun yang di katakan oleh bu Widya pasti Alif langsung nurut.


Setelah selesai makan mereka duduk di ruang keluarga, jujur Keysa merasa tidak nyaman berada di tengah - tengah mereka tapi dia harus menghargai suami nya.


Biar bagaimana pun juga orang tua Alif berarti orang tuanya juga.


Papah dan Alif pun mengobrol tentang perusahan Alif yang ada di Bandung sedangkan Jeysa menemani Revan menonton acara TV.


Dan bu Widya sendiri hanya diam saja mendengarkan obrolan anak dan suami nya, terkadang sesekali dia juga ikut berbicara.


" Oh iya Lif, kamu ingat Cantika kan anak nya tante Dewi.. " kata bu Widya


" Iya Alif ingat, memangnya kenapa mah.. ? " tanya Alif


" Dia kan sekarang sudah kembali lagi ke Jakarta, dan kamu tahu dia sudah bercerai dengan suaminya beberapa tahun yang lalu. Dia juga sudah memiliki anak yang sangat lucu.. Kamu tahu sekarang cantika sudah semakin dewasa dan cantik.. " jelas mamah Widya


" Tetap saja di mata Alif, Keysa yang lebih cantik.. " kata Alif sambil melihat ke arah Keysa


Sebenarnya Alif sudah tahu arah pembicaraan mamah nya itu, Alif pun segera pamit ke kamar sebelum mamahnya melanjutkan pembicaraan nya.


" Oh iya Key, kemarin ayah nanyain lagi keputusan kita bagaimana.. Apa kita mau terima atau menolak nya.. " kata Alif sambil duduk di samping Keysa


" Menurut mas baiknya seperti apa, kalau kita terima itu artinya pekerjaan mas semakin banyak, dan kita juga harus pindah ke Jakarta.. Kalu pekerjaan mas yang di Bandung bagaimana..? " tanya Keysa yang langsung masuk kedalam dekapan suaminya itu.


" Mas kira tidak ada salahnya juga kita terima kasihan ayah sudah tua, sudah waktunya beristirahat dan masalah pekerjaan mas yang di Bandung kita bisa meminta Yuda yang mengurusnya.. Karena dulu juga dia yang mengurus kantor cabang yang disana.. Sedangkan mas memegang kantor yang disini.. " jelas Alif


" Ya sudah kalau itu yang terbaik kita terima saja permintaan ayah.. " kata Keysa sambil tersenyum


" Ya sudah nanti mas akan minta Yuda mengurus semuanya, dan besok mas juga akan mencari rumah untuk kita.. " kata Alif


" Terserah mas saja.. ya sudah sebaiknya kita segera tidur ini sudah malam.. " ajak Keysa


Mereka pun segera merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur, akhirnya mereka pun terlelap sambil berpelukan.


Pagi pun datang setelah sarapan keluarga kecil Alif berpamitan mereka akan kembali ke rumah kakek Broto yang ada di Jakarta.


Tapi sebelum itu mereka akan kerumah sakit terlebih dahulu untuk menemui pak Arman.


Sesampainya di rumah sakit Alif dan Keysa langsung masuk ke ruangan pak Arman, terlihat pak Arman sedang sendiri sambil memejamkan mata.


" Assalamualaikum .. " salam mereka bersamaan


pak Arman membuka mata ketika mendengar suara anak dan menantunya datang.


" Ayah pikir kalian tidak akan datang lagi kesini.. " kata pak Arman sambil tersenyum


Keysa dan Alif pun menyalami tangan pak Arman secara bergantian.


" Kami pasti kesini lagi ko, yah.. Oh iya gimana keadaan ayah hari ini.. ? " tanya Keysa sambil duduk di samping ayah nya.


" Alhamdulilah ayah sudah agak mendingan, walau pun kaki ayah masih sakit kalau di gerakan.. " jelas pak Arman


" Ayah sabar aja nanti juga akan sembuh.. " kata Keysa sambil mengelus tangan ayahnya.


" Key gimana tawaran ayah waktu itu, apa sudah kalian pikirkan.. ? " tanya pak Arman langsung


" Sudah.. " jawab Keysa singkat


" Lalu jawaban kalian apa.. ?? "


" Kami sudah membicarakannya dan kami setuju untuk mengurus kantor ayah, kami juga akan pindah keJakarta dalam waktu dekat ini.. " jawab Alif


" Ayah sangat senang akhirnya perusahaan sudah berada di tangan yang tepat. Nanti kalau kalian sudah siap bekerja akan ada orang ayah yang akan memperkenalkan kalian kepada semua karyawan kita.. " kata ayah Arman sambil tersenyum


" Terserah ayah saja Key ikut bagaimana baiknya.. " jawab Keysa