KEYSA

KEYSA
53



" Key sudah memaafkan kak Bella, Key tidak ingin membenci orang yang sudah tidak ada dan kalau anda sudah selesai, anda bisa segera tinggalkan tempat ini.. " jawab Keysa ketus


Pak Arman yang merasa dadanya kembali sakit terus saja memeganginya dan itu semua tidak luput dari penglihatan alif.


" Key, ayah tahu ayah banyak salah sama kamu dan juga bunda. Ayah minta maaf dan ayah ingin kamu kembali lagi sama ayah, cuma kamu satu - satunya putri ayah.. Ayah sadar seharusnya waktu itu ayah tidak pernah menelantarkan kamu, tapi ayah juga hanya manusia biasa yang bisa berbuat salah dan ayah sekarang sudah menyadari kesalahan ayah itu.. " kata pak Arman yang mendekat ke arah Keysa


" Key nggak tahu bisa maafin anda atau tidak, tapi saya berterima kasih karena anda sudah menyelamatkan hidup saya dengan mendonorkan darah anda. tanpa darah anda mungkin sekarang saya sudah bersama bunda dan untuk memaafkan anda saya tidak tahu, rasanya masih sangat sakit.. " kata Keysa yang sudah mulai tidak tahan lagi


Dia pun mulai menangis sambil melihat kearah Alif.


" Sayang kamu jangan seperti ini, biar bagaimana pun juga pak Arman adalah ayah kandung kamu.. " kata Alif mencoba memberi pengertian.


" Maaf mas Key belum bisa, Key juga manusia biasa yang punya hati dan hati Key sangat sakit dengan perlakuan laki - laki ini.. " kata Keysa sambil terisak


" Tidak apa - apa Lif, ayah ngerti tidak mudah untuk Keysa bisa memaafkan ayahnya. Kalau gitu ayah pulang ya key, kamu jaga diri baik - baik dan kamu Lif tolong jangan pernah buat Keysa kecewa atau pun bersedih... " kata pak Arman sambil tersenyum kearah Alif


Pak Arman pun mulai pergi meninggalkan Keysa dan Alif sambil memegang dada nya yang semakin sakit.


Saat akan membuka pintu tubuh pak Arman pun ambruk.


Alif dan Keysa yang melihat itu merasa cemas.


Alif pun segera berlari dan mengangkat tubuh pak Arman sedangkan Keysa segera menekan tombol untuk memanggil dokter.


Tidak lama dokter pun datang dan mereka langsung membawa pak Arman keruangan yang tidak jauh dari tempat Keysa.


Alif yang baru sadar telah meninggalkan Keysa sendiri langsung berlari kembali, sesampainya di ruangan Keysa, Alif melihat Keysa sedang menangis.


Alif pun berjalan mendekat dan langsung memeluk Keysa.


" Nas bagaimana keadaan ayah.. ? " tanya Keysa khawatir


" Mas belum tahu sayang, ayah masih di periksa oleh dokter.. " jawab Alif


" Mas key mau ketempat ayah, Key mau minta maaf sama ayah.. Ini semua salah Key, kalau saja Key tidak bicara kasar sama ayah pasti ayah masih baik - baik saja sekarang.. " kata Jeysa sambil mengingat - ingat kata - katanya tadi.


" Sudah sayang jangan menyalahkan diri sendiri seperti itu yang terpenting sekarang kita doakan ayah, semoga beliau baik - baik saja.. " kata Alif


Setelah dirasa Jeysa sudah tenang barulah Alif mengantar Keysa ketempat pak Arman, Alif mendorong Keysa yang duduk manis di kursi roda.


Sesampai nya mereka di depan ruangan pak Arman, Alif dan Keysa dapat melihat Sintia sedang berbicara dengan dokter yang baru saja memeriksa pak Arman.


" Bagaimana keadaan pak Arman bu..? " tanya Alif setelah dokter yang memeriksa pak Arman pergi


Sintia melihat Keysa dan Alif secara bergantian.


Dia tahu Keysa sangat mencemaskan ayahnya.


" Kamu tidak perlu khawatir Key, ayah kamu baik - baik saja. Ayah hanya mengalami serangan jantung ringan, mungkin karena kejadian ini makanya ayah kamu sampai seperti itu.. kalau kamu mau, kamu bisa menemui ayah kamu. Pasti dia akan senang melihat kamu datang.. " kata Sintia


Keysa pun melihat ke arah Alif dan langsung di angguki oleh Alif.


Alif pun akhirnya membawa Keysa masuk kedalam, Keysa dapat melihat ayahnya sedang terbaring lemah.


Keysa sadar selama ini dia sudah sangat keterlaluan dengan ayahnya, padahal sekarang hanya ayahnya lah yang dia punya.


Keysa pun menggenggam tangan pak Arman dan mengecupnya.


" Ayah maafin Key.. Key sudah keterlaluan sama ayah.. " kata Keysa sambil terisak.


" Sayang ayah mohon jangan menangis untuk ayah, air mata kamu ini terlalu berharga.. " kata pak Arman sambil mengelus kepala Keysa


Keysa melihat ayah nya yang sudah sadar,


" Ayah sudah bangun, apa yang ayah rasakan. Apa perlu Key panggilkan dokter.. ? " tanya Keysa


" Nggak perlu sayang, kamu tahu yang ayah rasakan sekarang adalah kebahagiaan. Karena ayah bisa mendengar kamu memanggil ayah lagi bukan anda... " kata pak Arman sambil tersenyum


" Sayang kamu mau kan memaafkan ayah dan kita mulai lagi semua nya dari awal.. ? " tanya pak Arman dan Keysa pun tersenyum sambil mengangukan kepalanya.


Pak Arman pun tersenyum dan langsung memeluk Keysa dengan sangat erat.


Setelah sekian tahun berpisah dengan putri bungsu nya kini dia bisa memeluknya lagi seperti ini.


Pak Arman merasa bahagia karena putri kecilnya sudah memaafkan semua kesalahannya dan untuk menebus semua kesalahan nya pak Arman akan membuat keysa selalu bahagia dan akan memberikan apa pun yang Keysa mau.


Sedangkan Alif merasa terharu karena Keysa sudah mau memaafkan ayahnya, dia pun merasa bangga dengan sikap istrinya itu.


Alif merasa sangat beruntung bisa memiliki Keysa di hidupnya.