
" Kenapa mamah bicara seperti itu.. ? "
" Karena Alif sebentar lagi akan setuju menikah dengan Cantika, buktinya waktu itu dia mau makan malam dengan Cantika dan setiap makan siang dia juga akan makan masakan Cantika... Alif akan terbiasa dengan kehadiran Cantika dan mulai meninggalkan kamu.. " kata mamah Widya
" Mbak seharunya sadar diri, mas Alif selama ini pasti sangat menderita apa lagi dia harus membesarkan anak yang bukan darah dagingnya. Mbak seharusnya jangan egois, mas Alif juga berhak bahagia.. Mbak bisa saja memanfaatkan kebaikan mas Alif tapi mbak jangan lupa mas Alif juga laki - laki normal yang butuh kehangatan.. " kata Cantika
" Apa maksud kamu bicara seperti itu.. ? " tanya Keysa
" Mbak pasti tahu apa maksud saya.. " kata Cantika sambil melihat Keysa dengan sangat tajam
" Sudahlah sayang ayo kita pergi saja dari sini, lebih baik kita makan di tempat lain saja.. " ajak mamah Widya
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Jeysa yang sudah mulai menangis
" Ummi tidak apa - apa.. ? " tanya Revan khawatir
" Ummi tidak apa - apa sayang, kita pulang sekarang saja ya.. Tiba - tiba ummi merasa nggak enak badan.. " kata Keysa dan langsung di angguki oleh Revan
Sesampainya di rumah Keysa langsung masuk kedalam kamar nya, hatinya merasa sangat sakit ketika mengingat omongan mertua serta wanita itu untuk dirinya.
" Apa benar kamu tidak bahagia mas. Kenapa rasanya sakit, apa aku harus merelakan kamu dengan wanita itu.. ? " kata Keysa sambil terisak
Revan terus saja melihat kearah kamar ummi nya dia sangat khawatir dengan keadaan umminya itu.
Sepulang mereka dari mall tadi ummi nya belum keluar kamar sama sekali.
" Assalamualaikum.. " salam Alif dari arah luar
Revan tersenyum bahagia karena abinya pulang juga.
" Waalaikumsalam abi.. " kata Revan sambil menghampiri abinya
Dia segera mencium tangan abi nya.
" Akhirnya abi pulang juga.. " kata Revan merasa sangat lega
" Ada apa sayang, oh iya ummi mana.. ? " tanya Alif sambil melihat kesekeliling
" Ummi di kamar abi, sejak tadi siang ummi tidak keluar kamar.. Evan khawatir ummi kenapa - napa, tadi Evan ummi terlihat sangat sedih.. " kata Revan
" Ummi sedih kenapa sayang, apa Evan hari ini nakal, sampai ummi sedih seperti itu.. ? "
" Tidak abi Evan tidak nakal.. Tadi ummi dan Evan pergi ke mall, saat makan siang ada nenek dan dia berbicara dengan ummi setelah berbicara dengan nenek ummi jadi sedih dan mengajak Evan pulang. Sampai rumah ummi langsung masuk kamar dan nggak keluar lagi sampai sekarang.. " jelas Revan
" Ya sudah biar abi lihat dulu, Evan main saja sama mbak dulu, nanti kalau Evan sudah lapar nggak usah nunggu ummi sama abi, makan saja duluan.. " kata Alif sambil mengelus rambut putranya
" Iya abi.. " Revan pun kembali bermain bersama pengasuhnya sedangkan Alif mulai berjalan ke arah kamarnya.
Sesampainya di depan pintu kamar Alif membuka pintu tapi sayang malah terkunci dari dalam.
Tok.. tok.. tok..
" Sayang buka pintunya mas mau masuk.. " kata Alif
Tidak lama pintu terbuka dan Alif melihat Keysa kembali masuk kedalam selimut, Alif segera menutup pintu tidak lupa dia juga menguncinya.
Dia berjalan ke arah tempat tidur dan mengelus rambut Keysa
" Sayang kamu kenapa.. Apa kamu sakit.. ? " tanya Alif
Tapi tidak ada jawaban dari Keysa, Alif pun kembali membuka suara.
" Mas dengar dari Revan tadi kamu bertemu sama mamah, apa mamah nyakitin kamu lagi.. "
" ... "
Keysa masih tidak mau menjawab tapi Alif dapat melihat tubuh Keysa bergetar, Alif sangat yakin kalau Keysa sedang menangis.
Sebenarnaya apa yang di katakan mamahnya sampai membuat Keysa seperti ini
Alif pun segera membuka paksa selimut yang menutupi tubuh Keysa dan benar saja istrinya sedang menangis.
Sungguh dia merasa sakit ketika melihat keadaan istrinya seperti in.
" Sayang ada apa, kenapa kamu seperti ini.. ? " tanya Alif khawatir
" Mas maafin Key, karena Key mas menderita, karena keinginan Key juga mas harus terpaksa menerima Evan.. Maafin Key karena sampai sekarang belum bisa memberikan keturunan untuk mas, Key istri yang tidak berguna.. " kata Keysa sambil terisak
Alif langsung memeluk tubuh Keysa dengan sangat erat.
" Sayang mas sama sekali tidak pernah merasa menderita hidup bersama kamu.. Mas juga tidak terpaksa menerima Evan dalam kehidupan mas.. Mas sangat bahagia dan beruntung bisa memiliki kalian dalam kehidupan mas, kalian berdua adalah nyawa dan nafas mas.. Mas juga tidak perduli kalau kamu memang tidak bisa memiliki anak yang lahir dari rahim kamu, kita sudah pernah membahasnya..
... Kita bisa kembali mengadosi anak jika kita menginginkannya, kamu adalah wanita yang sangat sempurna di mata mas, jadi jangan berfikir yang aneh - aneh.. " kata Alif di akhiri dengan mengecup kening Keysa
" Kata mamah mas sudah mau membuka diri untuk Cantika, bahkan mas juga sudah terbiasa makan masakan Cantika.. Kalau memang mas ingin menikah dengan Cantika Key ikhlas.. Tapi Key tidak mau kalau harus di madu, mas Key ikhlas kalau harus melepaskan mas asal mas bahagia.. "kata Keysa sambil menatap sang suami.
"Sayang mas tidak akan pernah melepaskan kamu apa pun yang terjadi. Mas sangat mencintai kamu karena allah dan selama nya akan seperti itu, sekali pun kamu meminta mas untuk meningalkan kamu mas akan tetap berada di sisi kamu sampai ajal menjemput mas.. " kata Alif
" Sayang mas mohon jangan bicara seperti ini lagi, mas memang pernah makan malam dengan Cantika tapi itu juga di rumah mamah dan mas tidak tahu sebelumnya kalau ada Cantika disana.. Memang akhir - akhir ini Cantika sering datang ke kantor untuk mengantar makan siang tapi mas tidak pernah memakannya mas selalu memberikannya kepada pak Maman.. " tambah Alif
" Apa mas tidak menyukai Cantika.. ? " tanya Keysa yang sudah mulai sedikit tenang
" Mas tidak akan pernah mencintai wanita lain selain kamu.. Kamu segala nya untuk mas, sudah sekarang hapus air mata kamu ini mas tidak ingin orang lain menyangka mas sudah apa - apain kamu lagi.. " kata Alif setelah menghapus air mata Keysa dia pun segera mengecup kening dan kedua mata Keysa yang sudah bengkak karena dari tadi dia terus saja menangis
Keysa tersenyum mendapat perlakuan manis dari sang suami, dia pun memberikan kecupan di bibir Alif, tapi saat Keysa mau mengakhirinya Alif keburu manahan tengkuk Keysa.
Alif semakin memperdalam lumatannya, keduanya sudah sangat merindukan kehangatan ini.
"Sayang tamunya sudah pergi belum.. ? " tanya Alif sambil melihat kearah Keysa dengan penuh gairah
" Sudah.. " jawab Keysa sambil tersenyum
" Kalau begitu mas hari ini bisa buka puasa dong.. " kata Alif yang ikut tersenyum
" Masih sore mas, nanti kalau Revan nyariin gimana.. ? "tanya Keysa yang khawatir
" Tidak akan, dia sedang bermain dengan mbak nya.. Jadi apa kita bisa mulai..? " kata Alif
Keysa pun langsung menganggukan kepala nya, setelah mendapat lampu hijau dari Keysa Alif pun segera melancarkan aksinya.
Seminggu sudah dia berpuasa hari ini dia akan menjamah istrinya dengan puas, rasa lelah pun hilang begitu saja.
Sore ini dia begitu bersemangat karena akan mendapatkan apa yang sangat dia ingin kan seminggu ini.
Sore itu mereka pun memadu kasih, mereka sudah mabuk dengan setiap sentuhan yang mereka berikan masing - masing.