
Seminggu sudah berlalu sejak kepulangan Alif waktu itu, Alif pun sudah bekerja seperti biasa.
Alif sedang mengerjakan pekerjaan nya yang sangat banyak, matanya terus saja menatap laptop di hadapannya.
Tiba - tiba dia mendengar suara telepon membuyarkan konsentrasinya, Alif pun menghentikan pekerjaan nya dan beralih menerima panggilan dari asistennya.
" Ya Fitri ada apa.. ? " tanya Alif
" Maaf pak ini ada tamu yang ingin menemui bapak.. " jawab Fitri di seberang sana
" Siapa.. ?? " tanya Alif penasaran pasalnya dia tidak merasa sedang menunggu seseorang.
" Beliau bilang namanya pak Alex papahnya bapak.. " jelas Fitri
Alif terdiam sebentar, dia berfikir ada apa papah nya sampai datang ke kantornya disini.
" Ya sudah suruh masuk saja.. " perintah Alif yang langsung menutup panggilannya.
Tidak lama pintu terbuka, Alif dapat melihat papah nya berjalan ke arahnya.
Alif pun berdiri untuk menyambut papahnya itu.
" Pah, apa kabar.. ?? " kata Alif sambil mencium tangan papah nya
" Seperti yang kamu lihat papah baik - baik saja, apa papah mengganggu kamu.. ? "
" Nggak pah, oh iya papah ada apa kesini, ada yang perlu di bicarakan atau hanya berkunjung saja.. ?? " tanya Alif penasaran
" Ok langsung saja, papah kesini cuma mau kasih tahu kamu nanti malam kita akan makan malam dengan keluarganya Bella. Pernikahan ini harus tetap berlanjut, papah dan mamah nggak perduli kamu sudah menikah atau belum.. Banti setelah kalian menikah papah harap kamu segera menceraikan dia, mamah kamu benar dia tidak selevel dengan kita, dia hanya anak seorang pembantu yang asal usulnya saja kita tidak jelas.. "
" Cukup pah, Alif nggak akan mau menikah dengan wanita lain lagi. Bagi Alif pernikahan itu cuma satu kali seumur hidup, jadi mau seperti apa pun papah dan mamah memaksa, Alif tetap tidak akan pernah mau menikah lagi.. " potong Alif
" Alif kamu harus menikah dengan Bella, lihat dia terlahir dari keluarga berada.. Dia juga selevel dengan kita, asal usulnya juga jelas, kamu harus tahu undangan sudah kami sebar karena kamu tidak mau pulang jadi pernikahan akan kami laksanakan di sini dan nanti malam kamu harus datang ke acara makan malam itu.. Jangan bikin mamah dan papah malu di hadapan keluarga Bella dan satu lagi papah tidak ingin kamu membawa wanita itu, dia bukan bagian dari keluarga kita.. Nanti tempatnya papah smsin ke kamu.." papah pun berdiri dan langsung pergi meninggalkan Alif sendiri tanpa mau mendengar jawaban Alif.
Alif hanya melihat kepergian papahnya itu, dia tidak habis pikir kenapa kedua orang tuanya bisa seperti ini.
Alif pun segera bangun dan merapikan semua pekerjaan nya, kalau sudah seperti ini dia perlu memeluk Keysa.
Hanya Keysa yang bisa membuatnya tenang.
" Fitri tolong kamu cancel semua rapat saya hari ini dan kalau ada pekerjaan yang sangat penting kamu kirim saja lewat email.. Hari ini saya mau pulang cepat dan kamu kalau sudah selesai dengan pekerjaan kamu bisa pulang juga.. " perintah Alif
" Baik pak.. " jawab Fitri sambil tersenyum
Alif pun segera berjalan ke arah parkiran dan masuk kedalam mobilnya, dia ingin segera sampai di apartemen agar bisa bertemu dengan Keysa.
Tidak butuh waktu lama bagi Alif untuk sampai di apartemennya dia pun segera memarkirkan mobilnya di basemen.
Dia pun langsung berjalan dengan sangat cepat.
Setelah sampai di depan pintu apartemennya dia langsung membuka pintu dan masuk.
" Assalamualaikum.. " salam Alif sambil menutup pintunya kembali
" Kemana dia, apa dia sedang di kamar ya.. ? " guman Alif
Alif pun berjalan ke arah kamarnya dan langsung membuka pintu, dia pun merasa sangat lega karena sang istri sedang tertidur di sofa sambil memegang sebuah buku.
Alif pun tersenyum dan melangkahkan kaki nya ke arah Keysa, di ambilnya buku itu pelan - pelan dan di simpan di atas meja yang ada tepat di hadapannya.
Dia pandangi Keysa dalam - dalam tangan nya pun mengelus pipi Keysa yang putih mulus, Keysa yang merasakan sentuhan Alif langsung membuka matanya.
" Mas Alif.. ? " kata Keysa heran pasalnya ini baru jam dua siang kenapa suaminya sudah pulang
Alif tersenyum sambil terus melihat kearah Keysa yang kini sedang mencium tangan nya.
" Mas ko sudah pulang.. ? Apa mas sakit... ? " tanya Keysa khawatir
" Mas nggak apa - apa hanya sedang kangen aja sama kamu.. " kata Alif tanpa mau berpaling dari Keysa
" Gombal.. " kata Keysa sambil memukul tangan Alif
" Loh ko mas malah di pukul sih yang, serius mas pulang cepat karena mas kangen sama kamu.. Mas ingin memeluk kamu.. " kata Alif yang langsung menarik Keysa kedalam pelukannya
Keysa pun membalas pelukan Alif tidak kalah eratnya.
" Mas sangat mencintai kamu, dan tidak akan pernah membiarkan apa pun terjadi dengan kamu.. " kata Alif lalu mengecup puncak kepala Keysa
Keysa yang merasa aneh dengan kata - kata Alif langsung melihat kearahnya sehingga kini mereka saling menatap.
" Mas kenapa, apa sedang ada masalah.. Mas bisa cerita sama Key, siapa tahu Key bisa membantu.. " kata Keysa sambil mengelus pipi Alif dengan sangat lembut
Alif pun memegang tangan Keysa dan mengecupnya berulang kali.
Karena tidak kunjung menjawab Keysa pun kembali bertanya.
" Nas.. ?? " panggil Keysa
Alif pun melihat Keysa dan dia pun tersenyum
" Tadi papah datang ke kantor, papah meminta mas untuk ikut bersama mereka makan malam dengan keluarga wanita itu, mereka sengaja datang kesini karena mas tidak kunjung pulang dan papah juga mengatakan pernikahan itu akan tetap berlangsung walau pun mas belum berpisah dengan kamu. Sayang, mas harap kamu jangan pernah meninggalkan mas, karena apa pun yang terjadi mas tidak akan pernah menikah dengan wanita itu.. Cinta mas cuma untuk kamu seorang dan mas hanya akan menikah satu kali yaitu sama kamu, walau pun nantinya kita harus berpisah mas akan tetap menjaga cinta ini untuk kamu seorang, tidak akan ada wanita lain yang boleh masuk kesini.. " kata Alif sambil menunjuk ke dalam dadanya
Keysa terdiam mendengar perkataan Alif, jujur ada sedikit perasaan tidak terima terhadap mertuanya itu.
Kenapa mertuanya sangat tidak suka dengan diri nya,
Keysa pun mengelus pipi Alif kemudian mengecup nya sekilas.
" Mas jangan khawatir karena apa pun yang terjadi Key tidak akan pernah pergi dari sisi mas.. Key akan selalu ada di samping mas, mari kita berjuang bersama - sama dan buktikan kepada mereka kalau kita layak bersama.. " kata Keysa sambil tersenyum
Alif langsung mengecup kening Keysa cukup lama, dia merasa sangat beruntung memiliki istri sebaik Keysa.
Walau pun keysa belum bisa membuka hatinya tapi Alif akan bersabar untuk itu.
" Terima kasih sayang.. " kata Alif lalu memeluk Keysa dengan sangat erat begitu pun Keysa yang membalas pelukan Alif tidak kalah eratnya.