
Tidak terasa waktu pun berjalan dengan sangat cepat, kabar kehamilan Keysa membawa kebahagian untuk semua keluarga mereka.
Tapi kebahagian itu tidak berlaku untuk bu Widya, dia malah merasa tidak senang dengan kehamilan menantunya itu.
Itu artinya kesempatan nya untuk membuat Alif menikahi Cantika akan semakin sulit, siang itu bu Widya mengajak Cantika ketemuan di sebuah mall.
Mereka akan makan siang bersama.
" Bagaimana perkembangan hubungan kamu dan Alif, Tika.. ?? " kata bu Widya saat mereka sudah bertemu.
" Ya seperti itu saja tante belum ada kemajuan, bahkan mas Alif sekarang terkesan menjauh.. " kata Cantika dengan wajah sedihnya
" Mungkin dia masih terluka dan bersedih.. " kata Widya dengan wajah sedihnya.
" Memang mas Alif kenapa.. ?" tanya Cantika penasaran
" Hmmm, sebenarnya ini aib yang harus di tutupi tante saja sangat malu mengatakannya.. " kata bu Widya menjeda perkataan nya
" Tante bilang saja sama Tika, mungkin Tika bisa bantu.. " kata Cantika sambil mengelus tangan bu Widya.
" Sebenarnya Alif sedang marah dengan Keysa, dia hamil anak selingkuhannya dan selingkuhan nya itu tidak mau bertanggung jawab.. Keysa meminta Alif mengakui anak itu sebagai anak kandungnya sendiri, coba kamu bayangkan laki - laki mana yang bisa terima istrinya malah hamil anak orang lain dan dia malah minta pertanggung jawaban.. "
kata bu Widya berbohong.
" Apa tante yakin istri mas Alif hamil oleh selingkuhan nya.. ?? " tanya Cantika memastikan.
" Tentu tante sangat yakin karena Alif sering ada di rumah bahkan menginap dan yang tante tahu mereka sudah tidak melakukan hubungan sejak tiga bulan yang lalu dan sekarang Keysa malah hamil, wajar kan kalau Alif curiga.. "
" Bisa saja kan tante di saat terakhir mereka melakukan nya itu memang langsung jadi.. ? " kata Cantika yang masih belum percaya
" Sayang dengerin tante ya, mereka saja sudah tidak bersama selama tiga bulan dan sekarang kehamilan Keysa baru masuk dua bulan apa coba artinya itu.. ? "
" Tapi bisa saja kan tante tanpa sepengetahuan kita mereka melakukannya, setelah dua bulan terakhir ini."
" Ya nggak mungkin lah Tika, orang Alif sendiri ko yang bilang kalau mereka sudah tidak melakukan nya sejak tiga bulan terakhir, bahkan jika Alif memintanya Keysa akan menolak dengan banyak alasan yang dia punya.. " kata bu Widya.
Cantika pun terdiam dia masih mencerna semua perkataan wanita di depannya ini.
Sampai pulang kerumah Cantika terus memikirkan nya,
" Sungguh beruntung wanita yang jadi pendamping mu dan bodohnya dia karena telah menyakitimu, aku tahu bagaimana rasanya sakit karena di khianati oleh orang yang sangat kita cintai.. Apa lagi kamu yang harus ikut menanggungnya.. "
Sore hari Cantika mengajak putri nya untuk bermain di taman yang berada tepat di tengah kota, karena sore sangat cerah banyak yang datang untuk bermain dan bersantai di taman ini.
Cantika pun bermain dengan putri kecilnya, matanya tidak sengaja melihat sosok wanita yang sangat di kenal nya.
" Mbak tolong jaga Tasya sebentar ya.. " kata Cantika kepada pengasuh putrinya itu.
Setelah mengatakan itu Cantika pun segera berjalan ke arah wanita tadi.
" Boleh aku duduk di sini.. ? " tanya Cantika setelah dia sudah sampai di hadapan wanita itu.
" Tentu, silahkan.. " wanita itu pun menggeser tubuhnya agar Cantika bisa duduk.
" Kamu sama siapa kesini.. ?" tanya Cantika.
Iya wanita itu adalah Keysa, tadi dia merasa sangat bosan berada di rumah jadi dia mengajak Revan untuk bermain di taman sekalian menghirup udara segar.
" Aku dengar kamu sedang hamil.. ? "
" Iya.. " jawab Keysa tanpa melihat lawan bicaranya.
" Seharusnya kamu malu untuk mengakuinya, kamu tahu kehamilan kamu ini membuat mas Alif tersiksa dan terpaksa mengakuinya. Seharusnya kamu, sadar diri, kamu hanya wanita hina yang tidak ada harga nya di mata mas Alif, dia laki - laki yang baik, dan sudah seharusnya juga mendapatkan wanita yang baik pula.. " kata Cantika ketus.
" Apa maksud kamu mengatakan ini semua, kenapa suami saya harus tersiksa. Ini anak nya jadi dia pasti sangat senang.. " kata Keysa yang langsung melihat cantika.
Sungguh hatinya sakit dan tidak terima ketika Cantika mengatakan itu semua kepada nya.
" Jangan kamu pikir aku tidak tahu apa - apa, aku tahu kalau anak yang kamu kandung ini bukan anak nya mas Alif, asal kamu tahu mas Alif hanya terpaksa menerima anak ini karena menjaga nama baik keluarganya. Harus nya kamu sadar diri, sudah cukup dulu kamu mengkhianati mas Alif dengan membawa putra kamu itu masa sekarang anak seligkuhan kamu juga masih di beban kan ke Alif.. "
Cantika yang sudah sangat kesal langsung meninggalkan Keysa sendiri, sementara Keysa yang mendengar perkataan Cantika barusan terus saja berfikir.
" Apa benar mas Alif mengaggap Revan adalah anak selingkuhan ku dan anak ini juga apa benar mas alif hanya berpura - pura bahagia.. " guman Keysa.
Di saat Keysa sedang memikirkan semuanya, perut Keysa terasa sangat sakit, dia pun terus memeganginya.
Revan yang melihat ada yang berubah dengan ummi nya langsung segera berlari dan menghampiri Keysa.
" Ummi kenapa, apa yang sakit ummi.. " tanya Revan dia sangat takut kehilangan ummi tercintanya.
Di saat yang bersamaan Alif juga baru sampai di taman mereka memang janjian untuk bertemu disini.
Tapi senyumnya hilang ketika melihat putra kesayangannnya menangis, Alif pun segera menghampiri Revan dan istrinya.
" Sayang ada apa, kenapa ummi.. ? " tanya Alif
" Abi, Evan nggak tahu. Tadi Evan sedang main disana, Evan melihat ada yang menemui ummi dan setelah selesai mereka berbicara ummi langsung merasa kesakitan seperti ini.. " kata Revan menjelaskan
" Ya sudah kita bawa ummi kerumah dan kamu tolong bawa tas ummi ya.. " perintah Alif
Slif pun langsung menggendong Keysa dan membawanya ke dalam mobil, sedangkan Revan menyusulnya dari belakang.
Keysa yang melihat kedatangan Alif langsung membuka suara.
" Mas demi allah aku nggak selingkuh, anak ini anak kamu.. " kata Keysa sambil terisak.
Alif yang tidak mengerti dengan perkataan Jeysa hanya mengiyakan saja, mereka pun segera pergi ke rumah sakit.
Sesampainya disana Keysa langsung di periksa oleh dokter Clara.
Cukup lama Alif menunggu dokter keluar, di lihat nya putra kesayangan yang terus menangis karena mengkhawatirkan ummi tercinta.
" Kamu tenang ya, ummi pasti baik - baik saja.. " kata Alif sambil memeluk putra nya itu
" Maafin Evan bi, Evan nggak bisa jaga ummi dan dede bayi.. " sesal Revan
" Ssstt sayang kamu jangan bicara seperti itu, ummi sakit bukan karena Evan, tapi ini sudah kehendak yang di atas.. Evan harus kuat demi ummi dan dede bayi.. "
" Iya bi.. "