KEYSA

KEYSA
29



Setelah selesai makan, Alif langsung pergi ke kamar sedangkan Keysa mencuci piring kotor dan setelah semua pekerjaannya selesai Keysa pun menyusul Alif ke kamar.


Keysa membuka pintu dan tidak melihat Alif disana, Keysa pun berjalan masuk dan terdengar suara air dari dalam kamar mandi.


Keysa berjalan ke arah lemari dan segera memilih baju untuk Alif dan meletakkannya di atas tempat tidur.


Dia pun berjalan ke arah sisi lain kamar, dia berdiri tepat di depan jendela dan matanya melihat keluar.


Dia sangat merindukan sang bunda, sampai tidak terasa air matanya jatuh begitu saja.


Alif yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ada baju di atas tempat tidur, lalu dia pun berjalan ke arah tempat tidur dan segera memakai baju itu.


Matanya mencari sosok Keysa dan terlihat Keysa sedang melamun, entah apa yang sedang dia pikirkan.


Setelah selesai memakai baju Alif pun berjalan mendekat ke arah Keysa, dia pegang pundak Keysa dengan sangat lembut.


Keysa yang merasa ada yang sedang menyentuhnya segera menghapus air matanya dan melihat ke arah Alif.


Alif tersenyum dan langsung memeluk Keysa dia tahu wanitanya ini masih sangat bersedih.


" Nangis aja Key, keluarin semuanya kalau memang itu bisa bikin kamu lega.. " kata Alif pelan


Keysa semakin mengeratkan pelukannya dan mulai menangis, dia sangat sedih karena harus kehilangan orang yang paling di sayangnya.


Alif hanya diam saja membiarkan Keysa mengeluarkan bebannya, dia usap punggung Keysa dan sesekali mengecup puncak kepala istrinya itu.


Setelah cukup lama menangis Keysa pun mulai sedikit tenang dia pun mulai melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang masih saja keluar.


" Maaf kalau mas harus lihat aku kaya gini.. " kata Keysa sambil menunduk


Alif tersenyum dan memegang kedua pipi Keysa, dia angkatnya wajah Keysa sehingga kini mereka saling menatap Alif menghapus air mata Keysa dan mengecup kening serta kedua mata Keysa dengan sangat lembut.


" Hanya malam ini saja kamu seperti ini, kamu harus ikhlaskan bunda. Pasti bunda juga nggak ingin lihat kamu bersedih terus, jadi mas harap setelah ini tidak ada air mata kesedihan lagi. Ok.. " kata Alif sambil menatap mata Keysa


Keysa pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


" Terima kasih, mas selalu ada buat Key.. " kata Keysa lalu masuk kedalam dekapan Alif. Entah kenapa Keysa sangat suka posisi ini, dia merasa sangat aman dan tenang jika berada di dalam pelukan suaminya.


" Oh iya mas mau bicara sesuatu sama kamu.. " kata Alif setelah mereka cukup lama berpelukan


Keysa melihat ke arah Alif dia merasa sangat binggung apa yang sebenarnya akan di bicarakan oleh suaminya itu.


Alif mengajak Keysa untuk duduk di pinggir tempat tidur, setelah mereka berdua duduk Alif mengeluarkan sesuatu dari dalam laci.


Keysa terus saja memperhatikan Alif dan kini Keysa tahu Alif mengambil dompet tapi untuk apa.


Alif pun membuka dompet itu dan mengambil sebuah kartu.


" Ini kamu ambil, kamu bisa pakai ini untuk membeli semua kebutuhan rumah, bayar kuliah kamu dan juga kebutuhan kamu yang lain nya.. Apa pun yang kamu mau, beli saja nanti setiap bulannya mas akan kirim lagi uangnya dan nomer pin nya tanggal lahir kamu.. " kata Alif sambil memberikan kartu itu ketangan Keysa


" Tapi mas.. " kata Keysa ragu


" Bggak ada tapi - tapian Key, kamu itu sekarang istri aku, tanggung jawab aku jadi semua kebutuhan kamu itu juga tanggung jawab aku dan satu lagi mas ingin kamu berhenti bekerja. Kamu fokus saja dulu dengan kuliah kamu setelah kamu lulus terserah kamu mau bekerja atau jadi ibu rumah tangga seutuhnya.. " potong Alif


" Baiklah Jey ambil kartu ini dan juga Key akan pakai buat beli apa saja yang Key mau. Jangan salahkan Key kalau nanti uangnya habis.. " kata Keysa sambil tersenyum


" Habiskan saja asal kamu bahagia, uang bisa mas cari tapi kebahagian kamu itu yang paling berharga.. " kata Alif sambil mengelus pipi Keysa


" Kenapa mas baik banget sama Key... ? " tanya Keysa sambil menatap Alif


" Karena mas sayang sama kamu, sangat sayang melebihi apa pun.. mas mencintai kamu karena allah.. " kata Alif


Keysa langsung memeluk Alif dan mulai menangis, dia tidak percaya ternyata Alif mencintainya begitu besar.


" Naaf karena aku belum bisa membalas cinta mas, tapi Key janji akan berusaha membuka hati Key untuk mas Alif.. " kata Keysa sambil terisak


Alif pun tersenyum mendengar jawaban Keysa barusan, baginya sudah cukup jika Keysa tetap di sisinya dan terus melihat nya tersenyum dia akan sabar menunggu cinta wanitanya itu.


" Udahah jangan nangis - nangisan mulu, lihat tuh kamu jelek. Ini sudah malam sebaik nya kita tidur, mas tidak ingin terlambat sholat tahajud.. " kata Alif sambil melepaskan pelukannya dan mengecup kening Keysa.


Keysa pun mengangguk dan dia segera menghapus air matanya, setelah merasa tenang Keysa pun segera bangun dan berjalan ke arah kamar mandi.


Sedangkan Alif memilih keluar kamar, tenggorokannya terasa sangat kering dan dia pun segera berjalan kearah dapur.


Setelah selesai dengan ritual nya di kamar mandi Keysa pun segera membuka pintu dan dia tidak melihat Alif di kamar.


Keysa pun memutuskan untuk segera naik keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya yang lemah.


Di saat yang bersamaan Alif juga masuk sambil membawa segelas air putih di tangan nya.


Alif berjalan ke sisi lain tempat tidur dan menyimpan gelas itu di atas meja setelah itu dia pun segera berjalan kearah kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama bagi Alif berada di dalam sana, kini dia sudah kembali lagi dan mulai berjalan ke arah tempat tidur.


Dia pun ikut membaringkan tubuhnya yang lelah setelah seharian ini mengurus pemakaman sang mertua.


Jantung Keysa berdegup sangat kencang, pasalnya ini kali pertama dia tidur satu kamar dan bahkan satu ranjang dengan seorang laki - laki.


Begitu pun dengan Alif, berpelukan dengan Keysa saja rasanya jantungnya mau copot apa lagi ini tidur bersama wanita nya.


Keysa dan Alif pun saling membelakangi berharap bisa memejamkan mata, tapi mata mereka sama - sama tidak mau terpejam.


Mereka masih saja merasakan debaran itu, Keysa pun merubah posisinya, begitu pun dengan Alif sehingga kini mereka saling berhadapan.


Mereka saling memandang satu sama lain, Alif tersenyum melihat wajah Keysa yang bersemu merah terlihat sangat lucu dan mengemaskan.


" Key.. " panggil Alif


" Hmmm " jawab Keysa tanpa mau berpaling dari mata Alif


" Apa boleh mas tidur sambil peluk kamu.. ? Mas janji tidak akan berbuat lebih, hanya ingin tidur sambil peluk kamu saja. Tapi kalau kamu tidak mengijinkan juga tidak apa - apa.. " kata Alif yang terus memandang Keysa


Keysa pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban, Alif tersenyum dan langsung memeluk tubuh Keysa dan itu terasa sangat nyaman.


Begitu pun yang Keysa rasakan, tidak terasa meraka pun akhirnya terlelap dengan saling mendekap.