KEYSA

KEYSA
40



Sementara itu Alif yang melihat Keysa masih bersedih membawa nya ke suatu tempat. Di sepanjang perjalanan mereka tidak ada yang membuka suara.


Mereka masih sibuk dengan pemikirannya masing - masing.


Keysa yang sadar kalau Alif membawanya ketempat lain segera bertanya.


" Mas kita mau kemana, ini bukan jalan pulang.. ? " tanya Keysa heran


" Mas akan membawa kamu ke suatu tempat jadi kamu duduk manis saja ya.. " kata Alif sambil tersenyum


Cukup lama mereka habiskan di jalan, Alif segera memarkirkan mobinya dan meminta Keysa untuk ikut turun dengan nya.


Keysa pun menuruti keinginan Alif barusan dia dapat melihat Alif membawanya ke bukit bintang.


Tempat dimana Alif pernah menyatakan perasaan nya terhadap Keysa.


" Kenapa kita kesini mas.. ? " tanya Keysa penasaran


Tapi Alif tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil terus berjalan.


Setelah mereka sampai di bukit Keysa dan Alif langsung duduk di atas rumput dan melihat ke arah depan.


" Kamu bisa mengeluarkannya disini Key, mas tahu kamu sangat sedih saat ini dan mas mau kamu melepaskan semua kesedihan kamu itu.. " kata Alif sambil menatap Keysa


Keysa pun mulai memeluk Alif dan menangis disana, Alif hanya membiarkan Keysa biar dia menumpahkan semua perasaan nya disini dan dia berharap setelah pulang dari sini perasaan istrinya semakin baik lagi.


Cukup lama Keysa berada dalam dekapan suaminya dan dia pun sudah mulai tenang,


" Terima kasih mas selalu ada buat Key.. " kata Keysa sambil melihat kearah Alif


" Mas akan selalu ada untuk kamu apa pun yang terjadi kita akan selalu bersama - sama.. " kata Alif lalu mengecup kening Keysa cukup lama.


" Terima kasih.. " kata Keysa yang semakin mengerat kan pelukannya


" Jadi apa kamu bisa cerita sekarang.. ? " tanya Alif


Keysa terdiam, dia pun menatap Alif dalam - dalam


" Apa yang harus Key ceritakan.. ? " tanya Keysa


" Kenapa kamu tidak pernah bilang kalau pak Arman adalah ayah kamu.. ? " tanya Alif


" Nas tidak pernah bertanya siapa ayah Keysa.. " jawab Keysa sekenanya


Alif pun mengiyakan jawaban Keysa barusan, selama mereka menikah Alif tidak pernah menyinggung tentang ayahnya Keysa sedikit pun, bukan tanpa alasan karena Alif sudah pernah mendengar cerita Keysa sebelumnya jadi dia hanya takut membuat Keysa kembali menggingat luka lamanya


" Iya sih kamu benar juga.. " jawab Alif sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal


" Entah kenapa takdir begitu kejam sama Key.. di saat Key percaya akan cinta dan mulai membuka lembaran baru mereka malah datang lagi dan menghancurkan semuanya..


... Dengan seenaknya mereka malah mau mengambil orang yang selalu jadi sandaran Key saat ini, apa mereka belum puas melihat key menderita.. " kata Keysa yang mulai kembali terisak


" Sayang kamu harus tahu satu hal, apa pun yang terjadi mas tidak akan pernah pergi dari sisi kamu. Mas tahu kamu takut dengan semua ini, tapi mas yakin suatu saat kamu juga bisa menghilangkan rasa takut itu dalam diri kamu. Mas yakin itu.. " Alif pun mengecup kening Keysa


Keysa sangat bahagia mendapatkan Alif, dia sangat beruntung bisa menikah dengan Alif.


Alif laki - laki yang sangat sabar, bahkan dia rela menunggunya.


" Key samgat beruntung memiliki mas Alif, Key mohon mas Alif jangan pernah tinggalin Key seperti ayah ninggalin bunda.. " kata Keysa sambil menatap Alif


" Mas janji tidak akan pernah meninggalkan kamu sampai maut yang memisahkan kita berdua.. " kata Alif


Setelah cukup lama mereka disana Alif pun mengajak Keysa untuk pulang, tapi sebelum mereka sampai di apartemen Alif mengajak Keysa untuk makan terlebih dahulu.


" Kita mampir dulu kesini ya, kamu pasti lapar. Kan tadi kita belum sempat makan apa - apa.. " kata Alif dan langsung di angguki oleh Keysa


Mereka pun makan di warung yang tidak jauh dari apartemen mereka, setelah selesai makan dan membayar makanannya Alif dan Keysa pun segera pulang.


Mereka ingin segera beristirahat, terutama Keysa pikirannya sudah sangat lelah ketika dia tahu kakaknya sendiri yang kini menjadi saingannya.


Dia pun berjanji dalam hatinya apa pun yang akan terjadi dia akan tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Alif.


Setelah sampai apartemen Jeysa langsung masuk kedalam kamarnya, dia pun segera mengambil baju tidur dan mulai masuk ke dalam kamar mandi.


Alif yang melihat Keysa masuk kamar mandi memilih berganti baju di dalam kamar nya saja.


Setelah selesai berganti baju Keysa pun keluar dan melihat Alif juga sedang memakai kaos.


Alif sadar keysa sudah ada di belakangnya, dia pun berbalik dan tersenyum kepada Keysa.


" Ayo kita istirahat, kamu pasti sangat lelah.. " ajak Alif dan mereka pun mulai masuk kedalam selimut


Alif memeluk tubuh Keysa, entah kenapa dia sangat suka memeluk tubuh istrinya itu kalau tidur, rasanya sangat nyaman.


Mereka pun pada akhirnya mulai terlelap.


Sementara di kamar hotel Bella yang tidak terima pernikahan nya gagal melempar semua barang yang ada di hadapannya.


Dia tidak terima lagi - lagi Keysa mengalahkannya, dari kecil selalu Keysa yang mendapat perhatian.


" Kamu harus terima akibatnya Keysa.. " kata Bella sambil melemparkan handhonenya