KEYSA

KEYSA
64



Sebulan sudah berlalu, kini Alif dan Keysa sudah kembali ke aktifitas mereka masing - masing.


Hari ini Alif harus lembur, Keysa yang sudah pulang dari tadi sengaja menunggu Alif di ruangan nya.


Setelah selesai mengerjakan semua pekerjaan nya Alif pun menghampiri Keysa.


" Sayang ayo kita pulang.. " ajak Alif


Keysa pun langsung berdiri sambil tersenyum,


" Mas sebelum pulang kita makan malam dulu ya.. " ajak Keysa


" Kamu mau makan apa.. ? "


" Hmmm Key nggak tahu kita cari sambil jalan aja, gimana.. ? "


" Boleh.. "


Akhirnya mereka berdua pun segera pergi meninggalkan kantor.


" Nas kita makan sate aja, tuh yang disana.. " kata Keysa sambil menunjuk penjual sate keliling yang sedang mangkal di pinggir jalan.


" Berarti kita harus puter arah dong yang kalau mau makan disana. Lumayan jauh loh muter nya.. " kata Alif


" Ya nggak usah puter arah, kita parkir aja sekitar sini terus kita nyebrang kesana.. " usul Keysa


" Gimana kalau kita makan sate di tempat biasa saja, jangan disini.. " bujuk Alif pasalnya dia baru pertama kali makan disini.


" Tapi Key mau nya disini mas.. " kata Keysa


Alif pun akhirnya mengalah juga, setelah memarkirkan mobil nya, mereka pun segera menyebrang jalan.


Sesampainya di depan penjual sate Keysa pun segera memesan sedangkan Alif langsung duduk di kursi kosong.


" Mang satena dua porsi, di hiji keun we nya, sareng tong hilap anggo leupeutna.. " kata Keysa


" Mangga teh.. " kata si penjual sate itu


Baru saja selesai Keysa memesan dia tidak sengaja berpapasan dengan Surya yang kebetulan akan memesan juga.


" Keysa.. "


" Bang Surya.. " kata mereka bersamaan


" Abang makan disini juga.. ? " tanya Keysa


" Iya ini sate langganan abang, kamu sama siapa kesininya.. ? " tanya Surya


" Sama suami, tuh lagi nunggu.. " kata Keysa sambil menunjuk ke arah Alif.


" Suami.. ? " tanya Surya tidak percaya.


" Iya suami, bang kalau gitu Key kesana dulu ya.. " pamit Keysa


" Iya silahkan "


" Nggak ada kursi kosong lagi ya mas.. ? " kata Keysa setelah sampai di depan Alif.


" Nggak ada sayang, kursinya masih di pakai sama mereka.. " tunjuk Alif kepada beberapa pelanggan yang lain.


Di tempat ini memang jarang ada yang makan di tempat kebanyakan dari mereka membawa pulang, sehingga penjualnya hanya membawa 3 buah kursi saja agar gampang dia bawa saat berkeliling.


Setelah dari sore berkeliling dia pun akan berakhir di tempat ini.


Alif pun menarik tangan Keysa dan mendudukan istrinya itu di pangkuan nya.


" Mas malu ini tempat umum.. " bisik Keysa


" Memang kenapa, kita tidak sedang melakukan hal yang aneh, mas cuma nggak mau kamu berdiri terus seperti itu. Kagian di rumah juga kamu sering makan di pangkuan mas.. " kata Alif yang sukses membuat pipi Keysa merona


Karena takut terjatuh Keysa pun melingkarkan satu tangan nya ke leher Alif.


Tidak lama pesanan mereka pun datang, Alif mengambil sate dan juga lontong yang di berikan penjual tadi.


Sedangkan Keysa yang menyuapi Alif makan,


dari kejauhan sepasang mata terus saja memperhatikan mereka berdua.


" Ternyata aku telah salah menyukai seorang wanita, dia sudah menikah dan terlihat sangat bahagia dengan suaminya. Padahal aku sudah banyak berharap kepada dia.. " kata Surya dalam hati


Setelah pesanan Surya jadi dia pun langsung pergi tanpa berpamitan kepada Keysa.


Setelah mereka selesai makan Alif pun segera membayar makanannya.


Dan mereka pun segera pulang, sesampainya di apartemen Keysa langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.


" Mas besok Key nggak ke kantor ya.. " kata Keysa tanpa melihat Alif


" Kenapa sayang, apa kamu sakit.. " tanya Alif khawatir.


" Nggak ko mas, besok Key mau ke lokasi proyek. Mau lihat sudah sejauh mana pengerjaan nya, karena dari pagi nya Key nggak ada kerjaan jadi Key mau langsung kesana saja nggak apa - apa kan mas.. ? "


" Ya sudah nggak apa - apa, kamu hati - hati ya dan maaf mas nggak bisa nemenin kamu besok mas ada meeting.. "


" Iya nggak apa - apa biasanya juga Key sendiri.. " kata Keysa sambil tersenyum.


Sementara itu Surya yang baru sampai rumah nya sudah tidak berselera untuk makan malam, dia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.


Dia duduk di samping tempat tidur dan mengambil sesuatu dari dalam laci.


Surya membuka kotak merah itu dan melihat benda yang berada di dalam nya.


" Padahal aku sengaja membeli cincin ini untuk kamu, setelah bertahun - tahun berpisah dengan istriku, hanya kamu satu - satunya wanita yang bisa mengetuk hati ku lagi, kamu juga sudah mengambil cinta Puput.. Tapi sayang kamu ternyata sudah menikah dan aku tidak mau menjadi duri di pernikahan mu.. Aku sudah merasakan sendiri bagaimana sakitnya di tinggal oleh wanita yang kita cintai.. Dia lebih memilih laki - laki lain dari pada anak dan suaminya.. " kata Surya


Surya pun kembali menyimpan cincin itu kedalam tempat nya.


Biarlah perasaan ini cukup hanya dia saja yang tahu, dia akan mengubur perasaan nya terhadap Keysa karena memang cinta nya ini salah.


Dia tidak mungkin menghancurkan rumah tangga wanita yang sudah mengganggu pikiran nya akhir - akhir ini.