KEYSA

KEYSA
36



Keysa membuka pintu apartemennya dan dia tidak melihat Alif dimana pun, Keysa langsung berjalan ke arah dapur dan segera membereskan semua belanjaannya.


Setelah semua selesai Keysa pun segera berjalan ke arah kamar, hal yang pertama Keysa lihat ketika sampai di kamar itu adalah Alif yang sedang berdiri sambil memandang keluar sana.


Entah apa yang sedang di pikirkan Alif sampai dia tidak sadar kalau Keysa sudah berada di samping nya.


Keysa memegang pundak Alif, Alif melihat ke arah kanannya disana dia dapat melihat Keysa sedang menatapnya.


" Kamu sudah pulang.. ? " tanya Alif sambil membalikan tubuhnya sehingga kini mereka saling berhadapan


" Mas kenapa, apa ada masalah di kantor atau ada masalah yang lain.. ?? " tanya Keysa sambil mengelus pipi Alif


Alif membawa Keysa kedalam pelukannya, dia berharap setelah memeluk Keysa dia bisa mendapat kekuatan.


" Mas ada apa..? jangan membuat Key takut.. " kata Keysa


" Mas akan mengatakan satu hal sama kamu, tapi mas harap setelah mas mengatakannya kamu tetap berada di sisi mas apa pun yang terjadi.. Mas juga minta sama kamu untuk selalu percaya sama mas, karena sampai kapan pun cinta mas tidak akan pernah berubah, mas sangat mencintai kamu melebihi diri mas sendiri.. " kata Alif panjang kali lebar


Keysa yang tidak mengerti apa - apa hanya bisa melihat Alif dalam - dalam.


" Mas kenapa.. ? " tanya Keysa


Alif pun mengajak Keysa untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu.


" Tapi kamu harus janji sama mas, setelah mas mengatakan semuanya kamu jangan pernah marah atau pun pergi meningalkan mas sendiri.. " pinta Alif


" Mas Key janji, Key akan selalu ada disisi mas walau apa pun yang akan terjadi nantinya Jey akan selalu ada bersama mas.. " kata Keysa sambil tersenyum


" Mas tidak ingin kamu mendengar ini dari orang lain jadi mas akan mengatakan yang sejujurnya sama kamu, mas harap kamu dengarkan baik - baik.. " kata Alif sambil melihat Keysa yang sedang mengagukan kepalanya


... Apa lagi setelah mereka tahu mas menikahi kamu, Key mas sangat mencintai kamu melebihi apa pun juga, makanya mas pilih kamu.. Kemarin saat mas pulang dari kantor mas di suruh memilih kamu atau mamah, jujur kalian berdua adalah wanita yang sangat berharga di dalam hidup mas, tapi mas juga sangat kecewa dengan sikap mamah, itu kenapa semalam mas pulang pagi..


... Key mas nggak pernah punya perasaan apa pun dengan wanita itu, yang mas mau cuma kamu, mas harap kamu mau berjuang dengan mas.. Kita buktikan sama semua orang kalau kamu memang layak untuk mas.. Mas sayang sama kamu karena allah dan mas tidak akan pernah meninggalkan kamu kecuali ajal menjemput mas.. Key kamu mau kan berjuang bersama mas.. ? " kata Alif


Keysa melihat Alif, dia tidak percaya suaminya sangat mencintainya begitu besar, tanpa terasa air matanya pun ikut turun.


" Mas Key nggak pantes dapet ini semua dari mas.. Walau pun Key masih belum bisa mencintai mas tapi Key mau berjuang bersama mas, kita hadapi dunia bersama - sama.. Key janji tidak akan pernah meninggalkan mas apa pun yang terjadi, sampai mas sendiri yang meminta key untuk pergi.. Key harap mas bisa bersabar lebih lama lagi untuk menunggu cinta Key. Mas adalah laki - laki pertama dan juga yang terakhir dalam hidup Key, "


Alif sangat terharu mendengar kata - kata dari Keysa dia pun langsung memeluk Keysa dengan sangat erat.


" Terima kasih karena kamu sudah mau berjuang bersama mas dan mas akan tunggu sampai cinta itu datang. Sampai kapan pun mas akan tunggu, kamu juga adalah wanita pertama dan terakhir dalam hidup mas.. Key mas sangat mencintai kamu karena allah dan mas harap allah selalu memberikan kebahagian untuk kita berdua, amin.. "


" Amiin.. " jawab Keysa sambil tersenyum


Sebenarnya Keysa masih ragu dengan perasaan nya, dia tiak tahu apa ini cinta atau hanya sekedar kagum semata.


Tapi yang Keysa tahu dia sangat tenang berada di sisi Alif apa lagi kalau sudah di peluk seperti ini rasanya sangat damai.


Cukup lama mereka berpelukan Alif pun mengecup kening Keysa cukup lama,


" Mas sudah makan.. ? Tadi Key beli makanan di luar, jadi sebaiknya kita makan dulu.. " kata Keysa setelah dia melepaskan pelukannya


" Ayo mas juga sudah lapar.. " ajak Alif lalu mereka pun segera turun kebawah, tangan mereka terus saja saling berpegangan tanpa ada yang mau melepaskan.


Mereka berharap badai ini segera berlalu dan mereka bisa hidup bahagia.