
Malam pun tiba.
Alif memarkirkan mobilnya di depan restoran yang akan menjadi tempat pertemuan dua keluarga.
Dia pun menatap restoran itu, hatinya sangat ragu.
Alif merasa ada sebuah tangan yang sedang mengelus pundaknya, dia pun melihat ke sampingnya.
Alif dapat melihat wanitanya sedang tersenyum kearahnya dan senyuman nya itu adalah kekuatan bagi Alif.
" Kita pasti bisa melewati ini.. " kata Keysa berusaha memberi kekuatan untuk suaminya ini
" Ayo kita masuk.. " ajak Alif sambil tersenyum
Mereka pun akhirnya turun dari mobil dan berjalan masuk, Alif memang sengaja mengajak Keysa untuk acara ini dia ingin menunjukan kepada orang tuanya kalau dia benar - benar serius sudah menikah dengan Keysa dan sekalian agar keluarga Bella juga mau membatalkan pernikahan ini.
Mereka berjalan sambil berpegangan tangan, Alif pun menanyakan tempat kedua orang tuanya duduk kepada pelayan.
" Mas atas nama pak Alex.. " kata Alif kepada pelayan laki - laki yang ada di hadapannya sekarang
" Mari saya antar.. " kata pelayan itu
Mereka pun berjalan ke arah atas restoran ini, dimana di bagian atas di buat seperti kamar, pelayan itu pun menunjukan salah satu ruangan yang sudah di pesan oleh keluarganya.
" Terima kasih.. " kata Alif, setelah kepergian pelayan itu Alif pun terdiam. Di tatapnya pintu itu cukup lama.
Keysa yang melihat Alif segera mengelus tangan nya dan tersenyum.
" Ayo kita masuk mas.. " ajak Keysa
Alif pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban, dia pun membuka pintu dan terlihat kedua orang tuanya juga sudah ada di sana.
" Akhirnya kamu datang juga.. " kata mamah sambil tersenyum
" Assalamualaikum.. " salam Alif
" Waalaikumsalam.. " jawab mamah dan papah Alif bersamaan
Tidak lama mereka melihat seorang wanita yang di bawa oleh Alif.
" Maksud kamu apa Lif, bawa wanita ini kesini, kamu mau mempermalukan keluarga kita.. " kata mamah sambil berdiri
" Maaf mah tapi yang mamah bilang wanita itu adalah istri sah Alif dan hanya dia yang akan menjadi istri Alif sampai kapan pun juga.. " kata Alif tidak mau kalah. Sedangkan Keysa hanya diam saja di samping Alif sambil terus memegang tangan Alif dengan sangat erat.
" Alif kamu jangan konyol, dia itu hanya anak seorang pembantu dan kamu lebih memilih dia dari pada wanita pilihan mamah yang sudah jelas asal usulnya.. ? " tanya mamah tidak terima
" Mamah jangan egois kaya gini, Alif bahagia dengan Keysa dan Alif tidak akan pernah mau menikah lagi dengan wanita mana pun.. Walau dia wanita yang terbaik dan sempurna melebihi Keysa, Alif akan tetap pilih Keysa sebagai istrinya Alif.. "
" Alif kamu.. " belum sempat mamah menyelesaikan perkataan nya dia melihat keluarga Bella sudah datang.
" Maaf kami terlambat.. " kata mamah Bella yang langsung berjalan mendekat ke arah keluarga Alif.
Keluarga Alif pun berjalan menghampiri mereka dan menyalami nya secara bergantian.
" Iya nggak apa - apa kami juga baru sampai ko.. " kata papah sambil memeluk pak Arman.
" Alif ayo salam sama calon mertua kamu.. " kata mamah sambil melihat Alif yang masih membelakanginya
Alif dan Keysa pun membalikan badan nya, mata Keysa terbuka sempurna dia tidak percaya dengan apa yang di lihat nya sekarang.
Keluaraga Alif pun saling menatap, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
" Kamu kenal mereka sayang.. ? " tanya Alif memastikan
Tapi Keysa hanya diam saja tidak menjawab, dia melihat ayahnya sedang merangkul wanita itu, wanita yang sudah menghancurkan keluarganya tanpa Keysa sadari air matanya sudah turun begitu saja.
Kenangan masa lalu datang menghampiri dirinya, kenangan yang amat sangat menyakitkan untuknya.
" Keysa kamu ada disini juga.. ? " tanya pak Arman tidak percaya
" Mas Arman kenal sama wanita ini.. ? " tanya bu Widya tanpa mau menyebut nama Keysa
" Iya saya kenal dia putri bungsu saya dari pernikahan saya yang pertama, dia ini adiknya Bella.. " jawab pak Arman tanpa berhenti menatap Keysa sungguh dia sangat merindukan purtinya itu.
" Apa anak pak Arman.. ? " kata bu Widya tidak percaya dan hanya di angguki oleh pak Arman
" Kamu apa kabar sayang.. ? " tanya pak Arman sambil jalan mendekat kearah Keysa
" Seperti yang anda lihat saya baik - baik saja, Kenapa.. ? Apa anda kaget karena masih bisa melihat saya.. ? " tanya Keysa yang memilih mundur dan berdiri di belakang Alif
" Apa maksud kamu Keysa, ayah nggak pernah berpikir seperti itu.. " kata pak Arman dia ingin sekali meraih putrinya dan memeluk Keysa walau hanya sebentar saja
Jeysa yang tidak mau di sentuh oleh ayahnya semakin mengeratkan pegangan nya kepada Alif.
Alif menatap Keysa dari samping dan dia pun segera menghalangi langkah pak Arman.
" Saya mohon bapak berhenti sampai situ, istri saya tidak ingin dekat dengan anda.. " kata Alif sambil menganggkat tangannya
" Apa kamu bilang, istri.. ?? " tanya pak Arman tidak percaya
" Iya Keysa ini istri saya dan kami sudah menikah dua bulan yang lalu.. " jelas Alif
" Kamu bohongkan sayang, ini cuma akal - akalan kamu aja kan biar bisa lepas dari aku.. ? " kini giliran Bella yang bicara
" Saya tidak bohong kami sudah menikah, di saksikan oleh bu Mira sendiri, sebelum beliau meninggal.. " kata Alif sambil melihat ke arah Bella
" Apa bunda meninggal.. ? " tanya Bella tidak percaya
" Apa itu benar Key, bunda kamu sudah meninggal.. ? " kini giliran pak Arman yang bertanya
" Iya dan apa sekarang anda puas. Anda sukses membuat hidup kami menderita.. " kata Keysa yang engan melihat ayahnya itu, dia terus saja bersembunyi di belakang Alif
" Bukan seperti itu sayang.. " belum sempat pak Arman menyelesaikan perkataan nya Bella sudah lebih dulu memotongnya.
" Kalau betul kalian sudah menikah, aku yakin pernikahan kalian tidak sah. Karena ayah tidak pernah menikahkan kamu dengan laki - laki mana pun.. " kata Bella tidak mau kalah
" Pernikahan ini sah karena kakek yang menikahkan mereka.. " kata seseorang di belakang mereka
Mereka semua melihat kearah belakang, terlihat seorang laki - laki sedang berjalan mendekat.
" Papih / Kakek.. ? " kata pak Arman dan Bella bersamaan sedang Alif dan Keysa hanya tersenyum saja melihat kedatangan pak Broto
" Apa maksud kakek barusan.. ? " tanya Bella penasaran
" Seperti yang kamu dengar barusan, kakek yang sudah menikahkan mereka dan saya harap kalian jangan menganggu Keysa lagi. Sudah cukup kalian membuatnya menderita.. "