KEYSA

KEYSA
60



Setelah Keysa pergi Alif pun terdiam, dia sebenarnya juga ingin memiliki anak yang lahir dari rahim Keysa tapi dia tidak pernah mengatakan itu.


Karena dia tahu istrinya itu pasti akan langsung bersedih.


Alif pun segera menghubungi mamah nya, dia tidak menyangka mamahnya akan meminta hal aneh kepada Keysa.


" Assalamualaikum mah.. "


" Waalaikumsalam, tumben kamu nelepon mamah Lif, ada apa.. ? "


" Nggak apa - apa Alif cuma mau nanyain kabar mamah aja.. " kata Alif


" Kabar mamah baik ko, tapi akan lebih baik kalau kamu pisah sama istri kamu yang nggak berguna itu.. " kata bu Widya


" Mah Keysa itu istri Alif loh, mamah nggak boleh bicara kaya gitu, itu sama saja mamah menghina Alif.. " kata Alif yang berusaha menahan amarahnya.


" Wanita itu sudah bilangkan sama kamu, soal mamah minta dia buat biarin kamu nikah lagi.. ? "


" Mah kita sudah sering bahas ini, Alif nggak mau nikah lagi. Alif hanya akan menikah satu kali dan itu dengan wanita yang Alif cintai, dan wanita itu Keysa, istri alif... "


" tapi dia tidak bisa memberikan kamu keturunan, coba dulu kamu menikah dengan Bella pasti sekarang kalian sudah memiliki anak.. "


" mah Bella sudah meninggal dan apa salahnya Alif menikah dengan Keysa mamah tahu sendiri kan Bella seperti apa. Dia wanita yang sangat jahat, mamah tahu itu.. "


" Ya jelas sala, mamah nggak suka kamu menikah dengan anak seorang pembantu, kita nggak sederajat sama dia.. "


" Mah dengerin Alif, Bella juga lahir dari seorang wanita yang mamah sebut 'pembantu' itu. Apa mamah lupa mereka saudara kandung, cuma keadaan yang membuat Keysa seperti ini.. keysa juga lahir dari keluarga yang sama dengan Bella.. Dulu dia juga pernah berada di posisi Bella, sampai dia dan ibunya memutuskan untuk pergi mamah seharusnya ngerti itu dong.. "


" Cukup Alif, kalau kamu menghubungi mamah hanya untuk membicarakan wanita itu sebaiknya kita sudahi saja, mamah benar - benar kecewa sama kamu. Wanita itu sudah membawa pengaruh buruk sama kamu.. " kata bu Widya, setelah mengatakan itu bu Widya pun langsung mengakhiri obrolannya


" Mah tunggu.. " Alif pun hanya bisa pasrah ketika mendengar panggilan nya sudah terputus


" Sampai kapan mamah akan membenci Keysa, kapan mamah akan menerima dia.. " kata Alif sedih.


Sementara itu Keysa yang sudah sampai di restoran segera mencari pak Surya, setelah ketemu dia dan Riri pun segera berjalan menghampiri pak Surya.


" Assalamualaikum... " salam Keysa


" Waalaikumsalam, bu Keysa silahkan duduk.. " kata pak Surya ramah


" Iya terima kasih pak, maaf saya terlambat, tadi sempat kena macet.. " kata Keysa


" Tidak apa - apa bu, kami juga baru sampai.. " kata pak Surya


" Bagaimana apa bisa kita mulai.. ? " tanya Keysa


" Tentu, silahkan.. " pak Surya pun mendengarkan persentasi Keysa, dia sangat kagum dengan sosok Keysa.


Wanita muda yang multitalenta, selain cantik dia juga sangat pintar.


" Jadi bagaimana pak, apa penjelasan saya cukup.. " tanya Keysa setelah selesai menjelaskan proyek mereka nantinya


" Kita bisa mulai awal bulan ini, nanti kontrak kerjanya akan saya minta Riri siapkan dan mengirimkan nya langsung ke kantor pak Surya.. "


" Ok, karena urusan kita sudah selesai, sebaiknya kita makan dulu sebelum kembali ke kantor masing - masing.. " pinta pak Surya dan langsung di setujui oleh Keysa


" Bu Keysa apa bisa nanti yang mengirim kontrak kerjanya bu Keysa sendiri.. ? " tanya pak Surya hati - hati


" Memangnya kalau asisten saya yang kirim kenapa pak.. ? " tanya Keysa


" Ya siapa tahu nanti ada yang perlu kita bahas lagi, kalau asisten bu Keysa pasti nanti saya akan sulit bertanya.. " kata pak Surya beralasan


" Baiklah nanti setelah kontrak kerja nya selesai saya yang akan mengantarkan nya langsung ke kantor bapak... "


Setelah acara makan siang selesai Keysa dan Riri pun pamit dan segera meninggalkan tempat itu.


《○》《○》《○》《○》《○》《○》


Malam pun tiba setelah selesai makan malam Keysa masuk ke dalam kamarnya, dia pun berdiri di atas balkon apartemennya.


Dia sedang memikirkan perkataan ibu mertuanya yang meminta dia untuk membiarkan Alif menikah lagi.


" Apa aku bisa melihat kamu menikah lagi.. " kata Keysa


" Seandainya aku bisa memberikan mas keturunan mungkin hidup kita akan lebih bahagia lagi.. " Keysa pun mulai menangis sambil menatap bintang - bintang yang bertebaran di atas langit


" Bunda, tolong Key. Tolong minta sama allah kalau Key sangat menginginkan kehadiran seorang anak.. Key ingin menjadi istri yang sempurna... "


" Mas sudah bilang, di mata mas kamu sudah sangat sempurna.. " kata Alif yang datang tiba - tiba


Keysa pun berbalik dan melihat Alif yang sudah berada di hadapannya.


" Kamu jangan pikirin kata mamah, kita sudah membahas ini tadi siang dan mas akan terus mengulangi kata - kata mas itu. Mas tahu kamu sangat menginginkan kehadiran seorang anak di tengah - tengah kita, tapi kita hanya bisa berdoa dan berusaha, sedangkan hasilnya hanya allah yang tahu.. Mungkin kita sedang di uji oleh allah.. Sekarang mas mohon sama kamu jangan bersedih lagi seperti ini.. " kata Alif yang langsung menghapus air mata Keysa


" Maaf Key selalu terlihat rapuh di hadapan mas.. " kata Keysa yang semakin terisak


" Mas senang karena kamu memperlihatkan kerapuhan kamu di hadapan mas dan mas harap kamu akan selalu seperti itu, jadikan mas orang yang pertama yang menjadi tempat keluh kesah kamu, yang menjadi sandaran kamu.. Kita berdua akan melewati setiap rintangan yang ada bersama - sama.. " kata Alif


" Terima kasih mas.. " Keysa pun memeluk Alif dengan sangat erat, Alif pun mengelus rambut panjang Keysa.


" Kita sudah berdoa, sekarang mari kita berusaha. Siapa tahu usaha malam ini membuahkan hasil, ingat kan kata dokter kita harus sering - sering melakukan nya apa lagi saat masa subur dan yang mas tahu ini lagi masa subur kamu kan.. " kata Alif sambil menatap keysa


" Bilang aja mas pengen nggak usah bawa - bawa dokter segala.. " kata Keysa sambil memukul tangan Alif


" Itu kamu tahu, kan sudah seminggu mas puasa. Jadi sekarang bisa dong mas mengambil jatah mas.. " kata Alif sambil tersenyum


Keysa pun ikut tersenyum dan mengangukan kepalanya.


Alif pun langsung menggendong Keysa dan masuk kedalam kamar mereka, tidak lupa dia juga menutup pintu balkon.


Mereka berharap usaha mereka malam ini membuahkan hasil yang memuaskan.