
Sesuai yang di janjikan tadi pagi, sepulang dari kantor Alif langsung pergi ke cafe dimana Keysa bekerja.
Sesampainya di cafe itu Alif langsung masuk dan mencari Keysa, tapi dia tidak melihat Keysa dimana - mana.
Alif pun memutuskan menanyakan keberadaan Keysa kepada seorang pelayan yang kebetulan lewat di depannya.
" Permisi mas, apa Keysa ada.. ? " tanya Alif
" Oh mbak Keysa ada mas, " jawab pelayan itu
" Apa saya bisa minta tolong panggilkan Keysa.. ? " pinta Alif
" Tentu, mas tunggu saja dulu. Saya akan panggilkan mbak Keysa nya.. "
Pelayan itu pun pergi meninggalkan Alif tidak lama Keysa datang bersama dengan seorang pria yang Alif tahu dia adalah Sam teman sekaligus pemilik cafe ini.
" Assalamualaikum.. " salam Keysa
" Waalaikumsalam, Key kamu sudah siap.. ? " tanya Alif dan langsung diangguki oleh Keysa
" Iya nanti aku balik lagi, cuma mau makan aja ko.. " kata Keysa sambil tersenyum
Sam masih saja melihat Alif dengan tatapan yang tidak bisa di artikan dan Keysa melihat itu.
" Oh iya Key hampir lupa belum ngenalin kalian.. Nah Sam ini mas Alif dan mas Alif ini Sam dia pemilik cafe ini.. " kata Keysa memperkenalkan mereka berdua
" Sam "
" Alif "
Kata mereka bersamaan sambil berjabat tangan.
" Ya sudah Key kita jalan sekarang biar nggak kemaleman.. " ajak Alif setelah acara perkenalan mereka selesai
" Ya sudah ayo.. Sam aku pergi dulu ya.. " pamit Keysa dan hanya diangguki oleh Sam
Mereka berdua pun mulai pergi meninggalkan cafe itu, menyisakan Sam sendirian.
Alif membukakan pintu mobil untuk Keysa setelah itu dia juga memasangkan sabuk pengaman untuk wanita nya.
Setelah dirasa aman Alif pun mulai menutup pintu mobil dan berjalan ke arah sisi lain mobilnya.
Dia pun mulai melihat Keysa dan tersenyum sekilas.
" Kita berangkat sekarang.. ? " tanya Alif dan langsung diangguki oleh Keysa.
" Kita mau makan dimana mas.. ? " tanya Keysa penasaran
" Terserah kamu, aku belum begitu hapal tempat makan disini yang enak. Jadi malam ini kita akan makan apa yang kamu mau.. " kata Alif
" Gimana kalau kita makan sate di tempat biasa aku makan.. " ajak Keysa
" Tentu, kamu kasih tahu saja jalannya.. " kata Alif
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di warung sate langganan Keysa, tempatnya yang berada di pinggir jalan tetapi Alif dapat melihat banyak sekali yang datang ketempat ini.
" Nggak apa - apa kan kita makan disini.. ? " tanya Keysa sambil melihat Alif
" Nggak apa - apa, ya sudah ayo kita turun.. " ajak Alif, mereka berdua pun segera turun dari mobil dan mulai masuk kedalam warung sate itu.
Setelah memesan makanan kini mereka mencari tempat duduk, setelah menemukan kursi kosong mereka berdua pun langsung duduk dan menunggu pesananan mereka di antar.
" Kamu sering kesini... ? " tanya Alif
" Dulu waktu aku masih kecil, kalau kami sekeluarga berlibur ke Bandung pasti akan mampir ke sini dan sampai sekarang tempat ini masih menjadi tempat faporit aku.. " jawab Keysa
" Sorry aku nggak bermaksud buat kamu sedih.. ? " kata Alif menyesal
" Nggak apa - apa kan barusan Key sendiri yang cerita.. Oh iya mas harus cobain sate disini tuh enak banget, pasti nanti mas ketagihan.. " kata Keysa sambil tersenyum
Alif pun hanya tersenyum menanggapi perkataan Keysa barusan, dia merasa Keysa sedang menyembunyikan sesuatu dan Alif tahu itu apa.
" Key.. " panggil Alif
Keysa pun melihat ke arah Alif,
" Apa kamu pernah merindukan ayah kamu.. ? " tanya Alif hati - hati
Keysa terdiam mendengar pertanyaan Alif barusan, hatinya memang tidak bisa berbohong kalau dia sangat merindukan ayahnya apalagi ini sudah cukup lama mereka tidak bertemu.
Terakhir Keysa bertemu dengan ayahnya ketika di rumah Alif dan sejak itu dia tidak pernah bertemu atau bahkan mendengar kabar ayahnya lagi.
" Mungkin rasa rindu itu ada tapi aku sadar diri, aku cuma anak yang tidak di inginkan oleh ayah. Jadi buat apa bersedih toh aku masih punya bunda.. " jawab Keysa setelah cukup lama dia terdiam
" Kalau suatu saat kamu ketemu ayah kamu apa yang akan kamu lakukan.. ? " tanya Alif lagi
Keysa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" Key nggak tahu, sudahlah sebaiknya kita segera makan. Nanti Sam bisa marah kalau aku telat balik lagi ke cafe.. " kata Keysa sambil mengambil satu porsi sate miliknya
Alif pun mengerti dan tidak melanjutkan pertanyaan nya, dia tidak ingin membuat Keysa bersedih.
Walau dalam hatinya dia sangat penasaran siapa sebenarnya ayah kandung Keysa, laki - laki yang sudah menelantarkan anak gadisnya ini.
Mereka pun mulai memakan hidangan yang ada di hadapan mereka sambil mengobrol, Alif mengambil tisu dan mengelap sisa bumbu yang menempel di ujung bibir Keysa dengan lembut dan itu membuat Keysa berhenti dan melihat ke arah Alif.
" Sorry tadi ada ini di mulut kamu.. " kata Alif sambil menunjukan tisu yang di pegangnya.
" Terima kasih.. " kata Keysa gugup
Ini kali pertama dia mendapat perlakuan manis seperti ini dari lawan jenisnya, Keysa merasakan jantung nya berdebar sangat cepat.
Pada akhirnya mereka pun kembali melanjutkan acara makan mereka dalam diam.
Setelah selesai makan Alif kembali mengantarkan Keysa ke cafe tempatnya bekerja.
" Key, nanti aku anter kamu pulang ya.. " kata Alif
" Tapi apa mas nggak cape.. ? " tanya Keysa sambil melihat Alif
" Nggak ada kata cape kalau buat kamu.. " jawab Alif sambil tersenyum
Keysa pun tersenyum dan mengaggukan kepalanya sebagai jawaban, setelah itu dia pun pamit untuk kembali bekerja.
Sedangkan Alif memutuskan untuk mampir ke sebuah warung kopi yang tidak jauh dari tempat kerja Keysa, dia tidak ingin terlambat menjemput Keysa nantinya kalau harus kembali ke apartemennya dulu.